Ayatollah Ali Khamenei Beri Wasiat Penting, 3 Sosok Ulama Ditunjuk Jadi Calon Penggantinya
Ancaman pembunuhan dari AS-Israel membuat Khamenei harus segera mencari sosok penggantinya kelak.

Khamenei kabarnya akan mencari penggantinya menyusul keputusan Presiden AS Donald Trump untuk bergabung dengan Israel untuk menyerang situs nuklir Iran.
Dikutip dari New York Times, Senin (23/6) Khamenei menunjuk tiga ulama senior sebagai kandidat untuk menggantikannya sebagai pemimpin tertinggi, jika ia terbunuh.
Dalam laporan tersebut, Khamenei menginstruksikan Majelis Ahli Iran, yang bertugas menunjuk seorang pemimpin tertinggi, untuk segera memilih penggantinya dari tiga nama yang ia berikan.
Menurut konstitusi di Iran, apabila pemimpin tertinggi wafat, maka Majelis Ahli sebagai lembaga ulama beranggotakan 88 orang harus memilih pengganti. Proses ini baru pernah terjadi sekali sejak Revolusi Islam 1979, yakni ketika Khamenei sendiri menggantikan Ayatollah Khomeini pada 1989.
Namun hingga saat ini belum diketahui siapa saja sosok yang layak menggantikannya kelak.

Rencana Khameini di Tengah Ancaman Pembunuhan
Selain penggantinya, Khamenei juga telah menunjuk sejumlah pengganti dalam rantai komando militernya. Upaya tersebut dilakukan jika Israel berhasil menargetkan perwira tinggi menurut tiga pejabat Iran yang mengetahui rencana tersebut.
Dua pejabat Iran mengatakan kementerian intelijen Iran memerintahkan seluruh pejabat senior pemerintah dan komandan militer untuk tetap bersembunyi karena kemungkinan mereka akan menjadi sasaran selanjutnya.
Selain itu, para pejabat dan tokoh strategis negara juga diminta berhenti menggunakan komunikasi elektronik, termasuk ponsel, untuk menghindari penyadapan dari Israel.
Khamenei sendiri juga melakukan hal tersebut dan sekarang rutin berkomunikasi dengan para komandannya melalui seorang ajudan terpercaya.
Komunikasi dilakukan Khamenei dari dalam tempat persembunyian rahasia. Namun, kantor berita pemberontak Iran, Iran International, melaporkan bahwa ia melarikan diri bersama keluarganya ke tempat perlindungan di Lavizan, di timur laut Teheran, ketika Israel melancarkan operasi di Iran pada 13 Juni. Akan tetapi, belum ada konfirmasi terkait klaim tersebut.

Sosok Pengganti Khamenei
Mencari pengganti Khamenei merupakan sesuatu yang sensitif sehingga perlu diputuskan dalam musyawarah selama berbulan-bulan oleh Majelis Ahli Iran.
Sekarang, keputusan pemilihan tiga calon pemimpin tertinggi jika Khamenei meninggal berada di tangan Badan ulama tersebut.
Khamenei tidak sembarangan mencari penggantinya. Ia tahu bahwa kehidupannya terancam oleh AS dan Israel sehingga ia tahu kematiannya adalah kemartiran.
Jika ia mati, Khamenei hanya inging transisi kekuasaan yang bersih untuk menjaga warisannya maupun untuk memastikan Iran tidak terjebak dalam pertempuran suksesi yang berantakan saat berperang.
Meski begitu, tidak diketahui siapa saja identitas tiga calon pemimpin tertinggi berikutnya yang diajukan Khamenei. Namun, para pejabat tersebut mengatakan putra Khamenei, Mojtaba, tidak termasuk di antara mereka.
Mojtaba, yang dianggap dekat dengan Korps Garda Revolusi Iran, dikabarkan menjadi calon terdepan untuk pemimpin tertinggi setelah pewaris Khamenei sebelumnya, Ebrahim Raisi, tewas dalam kecelakaan helikopter tahun lalu saat menjabat sebagai presiden Iran.





















:strip_icc()/kly-media-production/medias/5473821/original/035346300_1768458738-IMG_8470.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5144334/original/071896400_1740610060-IMG-20250226-WA0061.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/thumbnails/5474355/original/097868500_1768473500-menteri-bahlil-a6484f.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5383670/original/099980000_1760687621-1.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/thumbnails/5474328/original/056561700_1768473166-isi-pertemuan-prabowo-1-906c82.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5473359/original/049000400_1768433484-000_92QB3J6.jpg)
















