Kisah Pilu: Setelah 12 Hari Pencarian, Keluarga Korban Longsor Freeport Ponorogo Pasrah Menanti Jenazah
Keluarga korban longsor Freeport Ponorogo, Wigih Hartono, hanya bisa pasrah menanti jenazah setelah 12 hari pencarian. Simak kisah pilu penantian mereka.

Insiden longsor di tambang Grasberg Block Cave milik PT Freeport Indonesia pada 8 September lalu telah menelan korban jiwa. Salah satunya adalah Wigih Hartono (38), seorang teknisi listrik yang berasal dari Ponorogo, Jawa Timur. Keluarga besar di kampung halaman kini hanya bisa pasrah menanti kedatangan jenazah almarhum.
Setelah pencarian intensif selama 12 hari, jenazah Wigih Hartono berhasil ditemukan oleh tim evakuasi pada Sabtu (20/9) pagi sekitar pukul 08.45 WIT. Kabar duka ini telah secara resmi disampaikan oleh PT Freeport Indonesia kepada pihak keluarga di Ponorogo. Penantian panjang yang diliputi kecemasan akhirnya berakhir dengan kepastian yang memilukan.
Rohmat, kakak ipar Wigih, mengungkapkan bahwa keluarga awalnya hanya mengetahui insiden tersebut melalui pemberitaan di media massa. Mereka baru menerima informasi resmi setelah upaya menghubungi Wigih tidak membuahkan hasil. Peristiwa tragis ini menyisakan duka mendalam bagi istri dan kedua anak Wigih yang masih kecil.
Penantian Penuh Harap dan Kabar Duka
Keluarga Wigih Hartono di Ponorogo sempat diliputi ketidakpastian sejak insiden longsor tambang Freeport terjadi. Mereka terus memantau perkembangan melalui media, berharap ada kabar baik mengenai Wigih. Namun, setelah beberapa hari tanpa komunikasi, kekhawatiran mereka semakin memuncak.
Kabar resmi dari PT Freeport Indonesia akhirnya datang pada Sabtu pagi, mengonfirmasi bahwa Wigih termasuk dalam daftar korban meninggal. "Awalnya kami hanya mendapat kabar dari pemberitaan di media. Sejak itu kami belum bisa menghubungi Wigih sampai dapat kabar resmi dari perusahaan," kata Rohmat, menjelaskan kronologi penerimaan informasi duka tersebut.
Wigih Hartono, meskipun aslinya warga Tulungagung, telah menetap di Ponorogo setelah menikah dan membangun keluarga. Ia telah mengabdikan diri selama tujuh tahun bekerja di Freeport sebagai teknisi listrik. Terakhir kali, Wigih pulang ke Ponorogo pada bulan Agustus untuk cuti selama dua pekan sebelum kembali bertugas di Papua.
Proses Evakuasi dan Rencana Pemakaman Korban Longsor Freeport
Jenazah Wigih Hartono ditemukan di area sempit dan basah dalam tambang, lokasi yang sangat menantang bagi tim evakuasi. Proses pencarian dilakukan dengan bantuan alat berat dan drone. Teknologi drone sangat membantu untuk menjangkau titik terdalam area tambang yang sulit diakses secara manual.
Insiden longsor di tambang Grasberg itu sendiri menyebabkan tujuh pekerja sempat terjebak di bawah material basah. Upaya evakuasi terus dilakukan secara maksimal untuk menemukan seluruh korban. Penemuan jenazah Wigih menjadi salah satu hasil dari kerja keras tim di lapangan.
Setelah ditemukan, jenazah Wigih Hartono rencananya akan segera dimakamkan di Desa Nambak, Ponorogo. Istri dan keluarga korban telah berangkat menuju Papua untuk menjemput almarhum. Keberangkatan ini merupakan bagian dari proses untuk membawa Wigih kembali ke kampung halamannya.
Rohmat berharap tidak ada kendala dalam perjalanan. "Jika tidak ada kendala, malam ini jenazah tiba di Ponorogo dan langsung dimakamkan," imbuh Rohmat, mengungkapkan harapan keluarga agar proses pemakaman dapat segera terlaksana. Wigih meninggalkan seorang istri dan dua anak laki-laki yang masing-masing berusia 3,5 tahun dan 12 tahun.
Sumber: AntaraNews





















:strip_icc()/kly-media-production/medias/5473406/original/018329500_1768441757-Real_Madrid_vs_Albacete_debut_Arbeloa-1.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5475371/original/033901300_1768585843-IMG_2590.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5474672/original/039878600_1768528837-WhatsApp_Image_2026-01-16_at_08.49.17.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/2982506/original/051530500_1575123274-BORGOL-Ridlo.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5357651/original/076578000_1758536150-616b3847-bf9b-4f66-9950-991a1c466855.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5475249/original/075022200_1768559374-Jenazah_warga_Pati_dibawa_menggunakan_perahu_menuju_pemakaman.png)





















