Kondisi Pelaku Ledakan di SMAN 72 Jakarta Masih Lemas dan Pusing
Diduga, pelaku ledakan merupakan seorang anak yang cenderung menyendiri, jarang bersosialisasi, dan tertarik pada konten-konten ekstrem.

Pelaku ledakan di SMAN 72 Jakarta masih menjalani perawatan meskipun kondisinya sudah jauh lebih baik. Namun, anak yang berhadapan dengan hukum tersebut belum dapat dimintai keterangan.
Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto, menyatakan bahwa pelaku masih merasakan lemas dan pusing setelah alat selang makanan dilepas. Oleh karena itu, pemeriksaan belum dapat dilakukan.
"Penyidik masih berkoordinasi dengan dokter yang menangani karena kondisinya masih lemas dan pusing pasca dilepas alat selang makanan," ungkapnya kepada wartawan pada Senin (17/11/2025).
Budi juga menambahkan bahwa sebelum pelaku dapat dimintai keterangan, penyidik harus memastikan bahwa kondisi medisnya benar-benar memungkinkan untuk diperiksa. Selain itu, pemeriksaan juga akan melibatkan sejumlah lembaga pendamping sesuai dengan prosedur untuk Anak Berhadapan dengan Hukum.
"Harus berkoordinasi dengan KPAI, Bapas, APSIFOR, dan P3A dalam proses meminta keterangan," tegasnya.
Sebanyak 20 orang masih mendapatkan perawatan
Per tanggal 13 November 2025, terdapat 20 individu yang masih mendapatkan perawatan medis. Mereka yang menjadi korban tersebar di tiga rumah sakit yang berbeda. Di RS Islam Jakarta, terdapat 13 pasien, sementara RS Yarsi merawat 6 pasien, dan RS Polri Kramat Jati menangani 1 pasien.
Data ini menunjukkan bahwa upaya penanganan terhadap korban terus dilakukan dengan serius. Setiap rumah sakit berperan penting dalam memberikan perawatan yang dibutuhkan oleh para pasien untuk pemulihan mereka.
Banyak siswa ingin pindah sekolah

Insiden ledakan di SMAN 72 Jakarta telah mempengaruhi kegiatan belajar-mengajar di sekolah tersebut. Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menyatakan bahwa banyak siswa yang mengajukan permohonan untuk pindah sekolah karena merasa tidak nyaman untuk melanjutkan pembelajaran di tempat kejadian. Pernyataan ini disampaikan Pramono setelah melakukan diskusi dengan Kepala SMAN 72 beberapa waktu lalu.
"Ternyata dampaknya juga di luar dugaan saya, banyak siswa yang kemudian minta pindah sekolah," ujarnya di Gedung A Lantai 3 Kompleks Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Jakarta Pusat, pada Minggu (16/11/2025).
Pramono menekankan pentingnya melakukan langkah-langkah penyelamatan psikologis agar siswa tidak mengalami tekanan lebih lanjut setelah insiden tersebut.
"Inilah yang juga menjadi pikiran. Saya sudah minta kepada sekolah dan termasuk Ibu Kepala Dinas, ini dirumuskan secara baik. Karena saya enggak mau kemudian dampaknya sampai panjang," katanya. Hal ini menunjukkan perhatian serius dari pemerintah daerah terhadap kesejahteraan mental siswa pasca-tragedi yang terjadi.





















:strip_icc()/kly-media-production/medias/5475834/original/083576600_1768661175-Menteri_Kelautan_dan_Perikanan__KKP__Sakti_Wahyu_Trenggono_.png)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5475814/original/055011200_1768657229-AP26017454587181.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5475809/original/032406400_1768655848-IMG_20260117_083259.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5475808/original/013591300_1768655186-1001517114.png)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5475805/original/035346900_1768654776-215663.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5475804/original/020764700_1768654307-IMG_6777.jpg)























