Mahasiswa Geruduk DPRD Jabar, Gambar Pejabat Ditempel di Gerbang Kawat Berduri
Massa yang datang mayoritas berasal dari sejumlah organisasi mahasiswa berbagai kampus.

Gelombang unjuk rasa kembali mendatangi kantor DPRD Jabar, di Jalan Diponegoro, Bandung, pada Senin (1/9). Massa yang datang mayoritas berasal dari sejumlah organisasi mahasiswa berbagai kampus.
Tiba di titik aksi sekitar pukul 14.00 WIB, mereka datang membawa sejumlah spanduk dan bendera.
Spanduk-spanduk itu kemudian mereka bentangkan di pelataran di gerbang kantor DPRD Jabar, juga mereka pampang di pagar gerbang yang tempeli kawat berduri itu.
Tak hanya spanduk berisikan ungkapan protes, mereka juga menempel gambar sejumlah figur pejabat negara mulai presiden Prabowo, ketua DPR RI Puan Maharani, hingga pimpinan partai politik, seperti Surya Paloh.
Muhammad Rafli, perwakilan dari massa aksi, mengungkapkan bahwa aksi ini merupakan bentuk kekecewaan atas kinerja pemerintah yang dinilai belum optimal dalam mengurusi masalah rakyat.
Khususnya, dalam merespons gelombang protes dalam beberapa hari belakangan.
“Seperti apa yang kita sudah dengar semua di media-media yang sudah terpampang nyata, bahwasannya Presiden Prabowo sampai saat ini malah menambahkan tingkat pengamanan yang lebih. Ini menandakan bahwasannya, pemerintah saat ini masih tidak mampu untuk menyelesaikan hal-hal tersebut,” katanya di titik aksi.
Ia pun menyinggung, pengusutan hukum terkait insiden dialami Affan, driver ojol, yang tewas terlindas kendaraan taktis di Jakarta, dan sistem yang dinilai masih korup.
“Kita mulai menyalakan api kembali. Dari Bandung kita mulai pergerakan itu kembali,” kata dia.
4 Tuntutan

Dalam aksi ini, ia pun menyampaikan sejumlah tuntutan yang dibawa massa. Mulai dari terkait reformasi Polri, Pengesahan Rancangan Undang-Undang Perampasan Aset Koruptor, tentang pendidikan, juga pencopotan Kapolri.
“Itu saja mungkin 4 yang kita garisbawahi,” imbuh dia.
Dia mengatakan bila sejumlah tuntutan yang dibawa tak kunjung dapat respons, unjuk rasa dengan eskalasi massa lebih banyak.
Di sisi lain, ia menilai hal tersebut merupakan bentuk ketidak sanggupan wakil rakyat dalam menampung aspirasi masyarakat.
“Kalau DPRD tidak mau menghadiri kita, ya berarti mereka ketidaksanggupan untuk menerima aspirasi dari masyarakat itu tersendiri,” kata dia
Kini, di depan kantor DPRD Jabar, massa membentuk lingkaran. Mereka membakar sejumlah barang di tengah lingkaran itu, asap hitam membumbung.
Dan beberapa dari mereka bergantian mengekspresikan tuntutan dalam bentuk orasi.



























:strip_icc()/kly-media-production/medias/5523436/original/088155600_1772816651-1001064690.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5523431/original/011866200_1772816106-260254.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5211473/original/020366100_1746581539-hansi.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5519603/original/021723700_1772587901-AP26062748359237.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5343404/original/006730000_1757415749-14689.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5523402/original/083790500_1772811975-IMG_2172.jpeg)























