Pemerintah Percepat Pembangunan Huntara bagi Korban Bencana Aceh dan Sumatera Jelang Puasa
Pemerintah mempercepat pembangunan hunian sementara di Aceh dan Sumatera untuk memberikan kenyamanan bagi warga dalam menjalankan ibadah selama bulan Ramadan.

Pemerintah mempercepat pembangunan hunian sementara (huntara) bagi warga yang kehilangan rumah akibat bencana di sejumlah daerah di Sumatra, termasuk Aceh. Menjelang Ramadan, pembangunan huntara dikebut agar warga bisa menjalankan ibadah puasa dengan lebih nyaman meski masih dalam masa pemulihan pascabencana.
Sejumlah prajurit Tentara Nasional Indonesia (TNI) dikerahkan untuk membantu proses pembangunan di lapangan. Berdasarkan pengamatan pada Senin (16/2/2026), anggota TNI terlihat aktif membangun huntara di Desa Aih Selah, Kecamatan Pantan Cuaca, Kabupaten Gayo Lues, Aceh. Beberapa bangunan huntara di lokasi tersebut telah dilengkapi dengan tembok dari papan kayu dan atap seng. Sementara itu, beberapa personel terlihat sedang memotong baja ringan untuk keperluan rangka bangunan.
Pembangunan serupa juga berlangsung di Desa Agusen, Kecamatan Blangkejeren, Kabupaten Gayo Lues. Di wilayah ini, sebagian huntara telah memiliki dinding dan atap, sementara yang lainnya masih dalam tahap rangka baja. Pemerintah menargetkan bahwa pembangunan dapat diselesaikan secara bertahap sebelum Ramadan, sehingga warga yang terdampak dapat segera menempati hunian sementara yang lebih layak.
Fasilitas Sesuai Arahan Presiden

Setiap unit hunian sementara (huntara) akan dilengkapi dengan berbagai fasilitas dasar, termasuk akses air bersih, listrik, kamar tidur, dan kamar mandi. Fasilitas-fasilitas ini disiapkan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari masyarakat selama proses pemulihan setelah bencana.
Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo, sebelumnya menyatakan bahwa percepatan pembangunan huntara bertujuan untuk memberikan kenyamanan bagi masyarakat yang terdampak, sesuai dengan instruksi Presiden Prabowo Subianto.
“Itu sudah menjadi arah Bapak Presiden. Kita memberikan dukungan penuh kepada masyarakat, khususnya di Aceh dan Sumatera Barat yang mayoritas Muslim, agar saat Ramadan mereka bisa beribadah dengan lebih tenang, meski dalam kondisi pascabencana,” ujar Dody dalam keterangan tertulis, Senin (16/2/2026).
Ia menekankan bahwa pemerintah berkomitmen untuk terus hadir dalam proses pemulihan wilayah yang terkena dampak bencana, baik melalui penyediaan hunian sementara maupun program rehabilitasi jangka panjang. Dengan adanya kerja sama antara pemerintah pusat, daerah, dan TNI, diharapkan pembangunan huntara dapat selesai tepat waktu dan benar-benar memberikan bantuan kepada warga untuk bangkit dari dampak bencana.



























:strip_icc()/kly-media-production/medias/5523436/original/088155600_1772816651-1001064690.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5523431/original/011866200_1772816106-260254.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5211473/original/020366100_1746581539-hansi.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5519603/original/021723700_1772587901-AP26062748359237.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5343404/original/006730000_1757415749-14689.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5523402/original/083790500_1772811975-IMG_2172.jpeg)























