Perkuat Kerja Sama Indonesia Turki, Menlu dan Menhan RI Temui Presiden Erdogan
Menteri Luar Negeri dan Menteri Pertahanan RI melakukan kunjungan kehormatan kepada Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan di Istanbul, memperkuat komitmen **Kerja Sama Indonesia Turki** di berbagai sektor strategis.

Menteri Luar Negeri (Menlu) RI Sugiono dan Menteri Pertahanan (Menhan) RI Sjafrie Sjamsoeddin melaksanakan kunjungan kehormatan kepada Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan di Istanbul, Turki, pada Sabtu (10/1). Pertemuan penting ini bertujuan untuk mempererat hubungan bilateral setelah Dialog 2+2 antara kedua negara yang berlangsung sehari sebelumnya di Ankara. Kunjungan ini menegaskan kembali komitmen Indonesia dan Turki dalam meningkatkan kemitraan strategis di berbagai bidang.
Pertemuan tersebut diselenggarakan di Istana Dolmabahce pada pukul 16:00 waktu setempat, atau pukul 20:00 WIB, dan berlangsung selama hampir satu jam. Presiden Erdogan secara langsung menyambut Menlu Sugiono dan Menhan Sjafrie, menjabat tangan kedua menteri Kabinet Merah Putih tersebut saat tiba di ruang pertemuan. Mereka didampingi oleh Menlu Turki Hakan Fidan dan Menhan Turki Yaşar Güler selama agenda penting ini.
Sebelum memulai perbincangan tertutup, Menlu Sugiono dan Menhan Sjafrie berkesempatan berfoto bersama Presiden Erdogan. Sesi foto kemudian dilanjutkan dengan keikutsertaan Menlu Fidan dan Menhan Güler, menandai suasana hangat dan kolaboratif dalam pertemuan tersebut. Dialog 2+2 di Ankara sebelumnya telah membahas upaya peningkatan kerja sama strategis bilateral di sektor keamanan, perdagangan, ekonomi, pembangunan, dan energi.
Perkuat Kerja Sama Strategis Bilateral
Indonesia dan Turki menunjukkan komitmen kuat untuk memperdalam **Kerja Sama Indonesia Turki** di berbagai sektor strategis. Kedua negara mengakui pentingnya menyelesaikan kesepakatan preferensial terbatas sebagai langkah awal. Ini menjadi pijakan menuju kemitraan ekonomi strategis komprehensif yang diharapkan dapat membuka potensi ekonomi serta manfaat ekonomi yang lebih besar bagi kedua belah pihak.
Fokus kerja sama mencakup bidang keamanan, perdagangan, ekonomi, pembangunan, dan energi, yang merupakan pilar utama hubungan bilateral. Peningkatan kerja sama ini diharapkan dapat menciptakan sinergi positif. Hal ini juga akan mendorong pertumbuhan ekonomi dan stabilitas regional.
Kesepakatan preferensial terbatas akan menjadi fondasi untuk negosiasi lebih lanjut. Tujuannya adalah untuk mencapai perjanjian yang lebih luas. Perjanjian ini akan mencakup berbagai aspek perdagangan dan investasi. Langkah ini menunjukkan keseriusan kedua negara dalam membangun kemitraan jangka panjang.
Dorong Sektor Energi dan Industri Pertahanan
Dalam konteks **Kerja Sama Indonesia Turki**, kedua negara sepakat untuk meningkatkan kolaborasi di bidang energi baru dan terbarukan (EBT). Ini termasuk pengembangan ekosistem produksi baterai kendaraan listrik (EV), yang krusial untuk masa depan energi bersih. Selain itu, kerja sama juga akan diperluas ke industri petrokimia, serta sektor pertambangan dan energi yang lebih luas.
Dialog 2+2 juga menegaskan komitmen untuk memperkuat kerja sama pertahanan. Fokus utamanya adalah penguatan sumber daya militer dan teknologi pertahanan. Langkah ini bertujuan untuk mencapai kemandirian industri pertahanan di kedua negara, mengurangi ketergantungan pada pihak eksternal. Inisiatif ini sangat penting untuk kedaulatan dan keamanan nasional.
Pengembangan industri pertahanan mandiri akan melibatkan transfer teknologi dan investasi bersama. Ini akan menciptakan lapangan kerja dan mendorong inovasi. Upaya bersama ini akan memastikan bahwa kedua negara memiliki kemampuan pertahanan yang kuat. Kemampuan ini juga akan mendukung stabilitas di kawasan masing-masing.
Dukungan RI untuk Kemitraan ASEAN-Turki
Indonesia turut menyampaikan dukungan penuh kepada Turki untuk meningkatkan kerja sama dengan ASEAN. Dukungan ini bertujuan agar Turki dapat menjadi mitra wicara (dialogue partner) penuh, dari posisinya saat ini sebagai mitra wicara sektoral (sectoral dialogue partner). Inisiatif ini menunjukkan peran aktif Indonesia dalam diplomasi regional dan global.
Peningkatan status Turki sebagai mitra wicara penuh ASEAN akan membuka peluang lebih besar untuk kolaborasi. Ini akan mencakup berbagai bidang seperti ekonomi, sosial, dan budaya. Hal ini juga akan memperkuat hubungan antara Asia Tenggara dan Eropa.
Dukungan Indonesia ini mencerminkan visi strategis untuk memperluas jaringan kemitraan ASEAN. Ini juga akan memperkaya dialog dan kerja sama di kawasan. Kemitraan yang lebih erat dengan Turki akan membawa manfaat timbal balik bagi semua pihak.
Sumber: AntaraNews





















:strip_icc()/kly-media-production/medias/5473406/original/018329500_1768441757-Real_Madrid_vs_Albacete_debut_Arbeloa-1.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5475371/original/033901300_1768585843-IMG_2590.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5474672/original/039878600_1768528837-WhatsApp_Image_2026-01-16_at_08.49.17.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/2982506/original/051530500_1575123274-BORGOL-Ridlo.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5357651/original/076578000_1758536150-616b3847-bf9b-4f66-9950-991a1c466855.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5475249/original/075022200_1768559374-Jenazah_warga_Pati_dibawa_menggunakan_perahu_menuju_pemakaman.png)





















