Polres Cianjur Tidak Rekomendasikan Jalur Puncak II untuk Libur Nataru 2025/2026
Kepolisian Resor Cianjur tidak merekomendasikan Jalur Puncak II sebagai alternatif saat libur Nataru 2025/2026 karena rawan bencana dan kondisi jalan yang belum memadai. Simak detail alasannya!

Kepolisian Resor Cianjur mengeluarkan imbauan penting terkait penggunaan jalur alternatif saat libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025/2026. Mereka secara tegas tidak merekomendasikan Jalur Puncak II untuk dilalui kendaraan umum. Keputusan ini diambil setelah serangkaian survei mendalam di lapangan.
Kasatlantas Polres Cianjur, AKP Hardian Andrianto, menyatakan bahwa jalur tersebut memiliki banyak kendala serius. Survei dilakukan bersama Dinas Perhubungan, BPBD, dan Satpol PP Cianjur. Hal ini bertujuan untuk memastikan keselamatan dan kelancaran arus lalu lintas selama periode liburan.
Penolakan rekomendasi ini didasarkan pada berbagai faktor risiko yang ditemukan di sepanjang Jalur Puncak II. Kondisi jalan yang belum memadai menjadi perhatian utama pihak kepolisian. Masyarakat diminta untuk memperhatikan imbauan ini demi keamanan bersama.
Kondisi Rawan Bencana dan Infrastruktur Jalur Puncak II
AKP Hardian Andrianto menjelaskan bahwa hasil survei menunjukkan banyak titik rawan longsor di Jalur Puncak II yang belum tertangani. Tebing-tebing di sepanjang jalur masih berpotensi menimbulkan longsor susulan, terutama saat hujan deras. Kondisi ini sangat membahayakan pengendara yang melintas.
Selain ancaman longsor, jalur alternatif ini juga memiliki beberapa ruas jalan yang menyempit dan berlubang. Kerusakan infrastruktur ini dapat menyulitkan pengendara, terutama bagi mereka yang belum familiar dengan medan. Minimnya penerangan jalan umum juga menjadi sorotan serius.
Meskipun sudah ada pemasangan lampu penerangan jalan umum (PJU) setelah masukan dari Operasi Ketupat 2025, jumlahnya masih sangat terbatas. "Untuk penerangan jalan sudah ada setelah kami memberikan masukan pada survei awal tahun atau tepatnya saat Operasi Ketupat 2025, namun jumlah minim sekitar sampai 3 unit di setiap 2 kilometer," kata AKP Hardian. Kondisi ini meningkatkan risiko kecelakaan, terutama saat malam hari.
Pihak kepolisian menegaskan bahwa keselamatan pengendara adalah prioritas utama. Oleh karena itu, dengan berbagai kondisi tersebut, Jalur Puncak II dianggap belum layak dan aman untuk digunakan sebagai jalur alternatif libur Nataru. Pengendara diimbau untuk mencari rute lain yang lebih aman.
Rekomendasi Jalur Alternatif dan Peringatan di Jalur Utama
Sebagai alternatif, Polres Cianjur merekomendasikan Jalur Jonggol untuk dilalui saat terjadi antrean panjang di jalur utama Puncak. Jalur Jonggol dinilai lebih layak dan aman bagi kendaraan yang hendak kembali ke kota asal. Namun, pengendara tetap diminta untuk berhati-hati dan waspada, terutama saat kondisi hujan deras.
AKP Hardian Andrianto juga mengingatkan pengendara untuk selalu berhati-hati saat melintas di sepanjang jalur utama Puncak-Cianjur. Jalur ini dikenal rawan terjadi bencana alam seperti longsor dan pohon tumbang. Area rawan meliputi kawasan Puncak, Cipanas, Cugenang, hingga Haurwangi yang berbatasan dengan Bandung Barat.
Tidak hanya jalur utara, jalur selatan Cianjur juga memiliki potensi bencana serupa. "Termasuk jalur selatan Cianjur rawan terjadi bencana alam longsor mulai dari Jalan Raya Cibeber sampai Naringgul perbatasan Cianjur-Bandung dan Agrabinta perbatasan Cianjur-Sukabumi," tambahnya. Kewaspadaan ekstra diperlukan di seluruh wilayah ini.
Pihak kepolisian mengimbau masyarakat untuk selalu memantau informasi terkini mengenai kondisi jalur lalu lintas dan cuaca. Persiapan yang matang sebelum melakukan perjalanan sangat penting. Hal ini termasuk memastikan kondisi kendaraan prima dan membawa perlengkapan darurat.
Sumber: AntaraNews





















:strip_icc()/kly-media-production/medias/5473406/original/018329500_1768441757-Real_Madrid_vs_Albacete_debut_Arbeloa-1.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5475371/original/033901300_1768585843-IMG_2590.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5474672/original/039878600_1768528837-WhatsApp_Image_2026-01-16_at_08.49.17.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/2982506/original/051530500_1575123274-BORGOL-Ridlo.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5357651/original/076578000_1758536150-616b3847-bf9b-4f66-9950-991a1c466855.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5475249/original/075022200_1768559374-Jenazah_warga_Pati_dibawa_menggunakan_perahu_menuju_pemakaman.png)




















