Potong Rambut Gratis di Posko PSI Padang, Sentuhan Kecil yang Menguatkan Warga
Beragam layanan, mulai dari pemenuhan kebutuhan dasar hingga dukungan psikososial, masih berjalan konsisten sejak hari pertama bencana.

Di tengah masa pemulihan pascabencana di Kota Padang, Posko PSI di Belimbing terus menjadi salah satu pusat bantuan yang aktif dan dipercaya warga. Beragam layanan, mulai dari pemenuhan kebutuhan dasar hingga dukungan psikososial, masih berjalan konsisten sejak hari pertama bencana.
Penanggung Jawab Posko PSI Belimbing, Feri Mukli, menjelaskan bahwa distribusi kebutuhan utama bagi warga tetap berlangsung. Selain memastikan ketersediaan air bersih, Posko PSI juga menyediakan layanan yang banyak diminati warga, salah satunya pangkas rambut gratis.
"Pangkas rambut keliling tetap berjalan hingga saat ini. Pangkas rambut gratis menjadi program yang banyak peminatnya dari anak-anak hingga orang tua. Yang jelas mereka menjadi lebih rapi dan tentunya terlihat lebih segar kembali," katanya saat dihubungi wartawan, Kamis (11/12).
Feri menambahkan, kepercayaan masyarakat terhadap Posko PSI semakin meningkat. Bantuan dari berbagai pihak terus mengalir.
"Posko masih menerima donasi dari masyarakat umum dan instansi pemerintah dari kementerian dan perantau. Syukur alhamdulillah posko utama dan dapur umum PSI menjadi tempat yang dipercaya sebagai penyalur donasi," ujarnya.
Tak hanya fokus pada warga yang mengungsi di posko utama, tim PSI juga menyalurkan bantuan ke sejumlah posko lain, termasuk dua posko baru di kawasan Pasar Lalang—wilayah yang kini dikategorikan rawan longsor.
"Posko juga melakukan bagi-bagi makanan ke posko lain, karena ada dua posko baru yang mana mereka merupakan warga yang tinggal di pinggir bukit Pasar Lalang yang mana merupakan daerah rawan longsor saat ini jika terjadi hujan lebat," jelasnya.
Menurut Feri, aktivitas posko beberapa hari terakhir cukup padat. Kegiatan yang dilakukan mencakup dapur umum, trauma healing, pangkas rambut gratis, serta distribusi bantuan mulai dari air bersih hingga makanan.
Jumlah Pengungsi Berangsur Berkurang
Jumlah warga yang mengungsi di Posko PSI perlahan berkurang seiring sebagian mulai tinggal sementara di rumah keluarga.
"Untuk saat ini sekitar 220 warga bernaung di Posko PSI, karena ada yang mulai ke rumah keluarga juga. Sebelumnya 313 warga," terang Feri.
Tantangan Selanjutnya Keberlanjutan Hunian
Meski kebutuhan dasar relatif terpenuhi, Feri menegaskan bahwa tantangan terbesar yang kini dihadapi adalah keberlanjutan hunian bagi para penyintas dalam beberapa bulan ke depan.
"Untuk saat ini makan sudah terpenuhi oleh dapur umum, kasur dan peralatan mandi tercukupi. Saat ini yang dibutuhkan solusi untuk mereka beberapa bulan ke depan, seperti hunian sementara (kontrakan)," tuturnya.





















:strip_icc()/kly-media-production/medias/5475809/original/032406400_1768655848-IMG_20260117_083259.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5475808/original/013591300_1768655186-1001517114.png)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5475805/original/035346900_1768654776-215663.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5475804/original/020764700_1768654307-IMG_6777.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5475801/original/084943600_1768652673-Banjir_Pemalang.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5475773/original/014572800_1768649118-Pesawat_ATR_42-500.png)

















