SPPG Angsau Dua Terapkan Skrining Berlapis Jamin Keamanan Makanan MBG
Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Angsau Dua di Pelaihari menerapkan skrining berlapis ketat untuk memastikan keamanan makanan program Makan Bergizi Gratis (MBG) bagi ribuan penerima manfaat, demi kualitas terbaik.

Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Angsau Dua di Pelaihari kini menerapkan sistem skrining berlapis. Langkah ini diambil untuk memastikan keamanan makanan program Makan Bergizi Gratis (MBG). Program ini dikelola oleh Yayasan Kemala Bhayangkari Polres Tanah Laut.
Skrining ketat tersebut bertujuan menjaga kualitas dan gizi makanan yang didistribusikan. Setiap hari, ribuan porsi makanan diperiksa dengan cermat sebelum sampai ke penerima manfaat. Ini adalah bagian dari komitmen menjaga kesehatan masyarakat.
Proses pemeriksaan melibatkan ahli gizi dan tim Dokkes Polri. Mereka memastikan makanan bebas zat berbahaya dan memiliki gizi seimbang. Pengawasan melekat juga dilakukan oleh tim Propam Polres Tanah Laut.
Proses Skrining Ketat untuk Keamanan Makanan MBG
Muhammad Alif Lazuardi, Kepala SPPG Angsau Dua, menjelaskan detail proses skrining. Setelah diperiksa ahli gizi, makanan akan dicek ulang oleh tim Dokkes Polri. Ini untuk memastikan tidak ada zat berbahaya dan gizi seimbang terpenuhi.
Alif menegaskan bahwa makanan yang tidak lolos uji pangan tidak akan didistribusikan. Produk tersebut akan segera dimusnahkan demi menjaga keamanan pangan. Prosedur ini adalah bagian tak terpisahkan dari standar operasional mereka.
Seluruh tahapan produksi dan pemeriksaan keamanan makanan MBG diawasi ketat. Tim Propam Polres Tanah Laut secara melekat memantau setiap proses. Pengawasan ini menjamin integritas dan kualitas makanan yang dihasilkan.
Langkah-langkah ini diambil untuk menjamin 3.570 penerima manfaat. Mereka harus mendapatkan MBG yang terjamin mutu dan kualitasnya. Ini sesuai arahan Kapolres Tanah Laut AKBP Ricky Boy Sialagan.
Komitmen Kualitas dan Kearifan Lokal SPPG Angsau Dua
Selain fokus pada keamanan pangan, SPPG Angsau Dua juga memiliki komitmen lain. Mereka hanya memproduksi masakan khas nusantara. Ini merupakan upaya melestarikan kekayaan kuliner Indonesia.
SPPG Angsau Dua juga menjunjung tinggi kearifan lokal dalam produksinya. Mereka menyisipkan bahan baku asli hasil bumi Kabupaten Tanah Laut. Hal ini mendukung petani lokal dan memperkenalkan produk daerah.
SPPG Angsau Dua telah diakui memenuhi standar keamanan pangan. Tim dari Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Universitas Lambung Mangkurat (FKIK ULM) telah melakukan pengecekan langsung. Mereka memastikan penerapan standar operasional prosedur (SOP) yang ketat.
Menjadi Percontohan Nasional dalam Program MBG
Prof. Husaini, Pakar Kesehatan Masyarakat FKIK ULM, memberikan apresiasi. Beliau menyatakan SPPG milik Polri di Kalimantan Selatan ini layak menjadi percontohan. Ini berlaku bagi SPPG lain yang dikelola swasta.
Tujuannya adalah mencegah kasus keracunan MBG terulang kembali. Dengan standar tinggi yang diterapkan, risiko dapat diminimalisir. Ini menunjukkan pentingnya prosedur keamanan makanan MBG yang ketat.
Keberhasilan SPPG Angsau Dua dalam menjaga keamanan makanan MBG menjadi tolok ukur. Diharapkan SPPG lain dapat mengadopsi praktik terbaik ini. Hal ini demi kesejahteraan dan kesehatan penerima manfaat di seluruh Indonesia.
Sumber: AntaraNews





















:strip_icc()/kly-media-production/medias/5482938/original/081714600_1769299677-Hogi_dan_Arsita.webp)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5482937/original/067040800_1769297894-Bendera_PDIP_berkibar_di_depan_kantor_PPP_Tuban.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5482936/original/079259800_1769297387-Wakil_Menteri_Perlindungan_Pekerja_Migran_Indonesia__P2MI___Dzulfikar_Ahmad_Tawalla.png)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5482934/original/022637500_1769296527-Motor_terduga_pelaku_perampokan_di_Lampung.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/1953505/original/071520100_1519978843-1.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5482933/original/040680200_1769295761-Pelajar_tewas_tenggelam_di_Sungai_Oya_Gunungkidul.jpg)










