Tahukah Anda? Gerkatin Gelar Pelatihan Bahasa Isyarat Gorontalo untuk Teman Tuli, Tingkatkan Literasi Inklusi
Gerkatin Gorontalo sukses menyelenggarakan pelatihan bahasa isyarat bagi Teman Tuli dan Dengar. Inisiatif ini meningkatkan literasi inklusi di Gorontalo, membuka wawasan baru tentang komunikasi.

Organisasi Gerakan Untuk Kesejahteraan Tunarungu Indonesia (Gerkatin) Gorontalo baru-baru ini sukses menggelar program literasi inklusi. Kegiatan ini berupa pelatihan bahasa isyarat yang ditujukan khusus bagi penyandang disabilitas tunarungu atau Teman Tuli di Provinsi Gorontalo. Acara ini menjadi momentum penting dalam memperingati Hari Bahasa Isyarat Internasional.
Pelatihan ini tidak hanya melibatkan Teman Tuli, tetapi juga Teman Dengar, menciptakan ruang interaksi yang inklusif. Ketua Panitia Pelaksana, Ferlan S. Ibrahim, menyatakan bahwa kegiatan ini memberikan kesempatan berharga bagi semua peserta untuk belajar dan memahami bahasa isyarat secara mendalam. Inisiatif ini bertujuan untuk memperluas pemahaman masyarakat tentang berbagai bentuk komunikasi.
Diselenggarakan sejak pagi hingga sore hari, kegiatan ini berlangsung pada Minggu, 28 September, di Gorontalo. Antusiasme peserta sangat tinggi, menunjukkan kebutuhan akan program semacam ini. Gerkatin Gorontalo berharap program ini dapat menjadi langkah awal menuju masa depan yang lebih inklusif bagi seluruh lapisan masyarakat.
Meningkatkan Literasi Inklusi Melalui Bahasa Isyarat
Gerkatin Gorontalo berupaya keras untuk meningkatkan literasi inklusi melalui pelatihan bahasa isyarat ini. Kegiatan tersebut tidak hanya fokus pada pengajaran teknis bahasa isyarat, tetapi juga edukasi mengenai pentingnya inklusivitas dalam berkomunikasi. Ini adalah langkah konkret untuk menjembatani kesenjangan komunikasi antara Teman Tuli dan Teman Dengar.
Menurut Ferlan S. Ibrahim, pelatihan bahasa isyarat Gorontalo merupakan edukasi kepada masyarakat umum bahwa literasi tidak hanya sebatas pada lisan. Literasi juga terdapat pada gerakan tangan yang memiliki makna bahasa isyarat, memperkaya cara kita memahami dan berinteraksi. Pemahaman ini krusial untuk membangun masyarakat yang lebih toleran dan saling menghargai.
Kehadiran pelatihan bahasa isyarat Gorontalo ini menjadi bukti nyata komitmen Gerkatin dalam memperjuangkan hak-hak Teman Tuli. Mereka ingin memastikan bahwa setiap individu memiliki akses yang sama terhadap informasi dan komunikasi. Program ini diharapkan dapat menjadi model bagi daerah lain dalam mengembangkan inisiatif serupa.
Narasumber Kompeten dan Budaya Tuli yang Indah
Pelatihan bahasa isyarat ini menghadirkan narasumber yang sangat berkompeten di bidangnya. Muh Al Urwatul Wutsqa Yasrullah memaparkan materi terkait inklusi dan literasi bahasa isyarat, memberikan landasan teoritis yang kuat bagi peserta. Penjelasan ini membantu peserta memahami konteks sosial dan budaya di balik penggunaan bahasa isyarat.
Selain itu, Abd Kadir Umar turut hadir menjelaskan tentang bagaimana menyelami indahnya budaya Tuli. Sesi ini sangat penting untuk menghilangkan stigma dan meningkatkan apresiasi terhadap komunitas Tuli. Peserta diajak untuk melihat bahasa isyarat bukan hanya sebagai alat komunikasi, tetapi juga sebagai bagian integral dari identitas dan budaya yang kaya.
Partisipasi aktif dari narasumber ini memastikan kualitas materi yang disampaikan kepada peserta. Mereka tidak hanya mengajarkan gerakan, tetapi juga filosofi di baliknya. Ini adalah pendekatan holistik dalam pelatihan bahasa isyarat Gorontalo yang bertujuan untuk menciptakan pemahaman yang mendalam.
Peran Gerkatin Gorontalo dan Harapan Masa Depan
Gerkatin Gorontalo memiliki peran vital sebagai organisasi nirlaba yang bergerak untuk memperjuangkan hak-hak penyandang disabilitas tunarungu. Mereka berfokus pada peningkatan kesetaraan dan kesejahteraan Teman Tuli di Indonesia, khususnya di wilayah Gorontalo. Organisasi ini menjadi garda terdepan dalam advokasi dan pemberdayaan komunitas Tuli.
Keberhasilan Gerkatin Gorontalo dalam lolos seleksi komunitas literasi dan mendapatkan pendanaan dari Badan Bahasa menunjukkan pengakuan atas dedikasi mereka. Pendanaan ini memungkinkan Gerkatin untuk terus mengembangkan program-program inovatif seperti pelatihan bahasa isyarat ini. Ini adalah dukungan penting untuk keberlanjutan misi mereka.
"Kami berharap kehadiran program ini menjadi inklusif di masa depan," kata Ferlan. Harapan ini mencerminkan visi Gerkatin untuk menciptakan masyarakat yang sepenuhnya menerima dan mendukung Teman Tuli. Pelatihan bahasa isyarat Gorontalo ini adalah salah satu langkah menuju terwujudnya masyarakat yang lebih adil dan setara bagi semua.
Sumber: AntaraNews

























:strip_icc()/kly-media-production/medias/2976158/original/070337400_1574578011-Ilustrasi_Aparatur_Sipil_Negara.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5568944/original/059485100_1777397365-WhatsApp_Image_2026-04-29_at_00.24.46.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5568943/original/099986000_1777397212-IMG_20260428_234148.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5568925/original/005864300_1777392439-IMG_4111.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5568872/original/074765900_1777384329-1001960552.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5568892/original/012409900_1777388072-WhatsApp_Image_2026-04-28_at_21.32.20.jpeg)










