Tahukah Anda? Menlu Sugiono Ungkap Diplomasi Persahabatan Indonesia di PBB Jadi Sorotan Dunia
Menteri Luar Negeri Sugiono menegaskan Diplomasi Persahabatan Indonesia di PBB berhasil menarik perhatian global, bahkan Sekjen PBB pun mengapresiasi. Apa rahasianya?

Menteri Luar Negeri Indonesia, Sugiono, baru-baru ini menegaskan peran krusial Indonesia dalam kancah diplomasi global. Kehadiran delegasi Indonesia pada Pekan Tingkat Tinggi Sidang Majelis Umum ke-80 PBB di New York menjadi momentum penting untuk memperkuat diplomasi persahabatan.
Pernyataan ini disampaikan Sugiono dalam sebuah pengarahan media yang digelar di Markas Besar PBB, New York, pada Jumat (27/9). Momen tersebut berlangsung lima hari setelah dimulainya sesi tingkat tinggi, menandai komitmen Indonesia dalam membangun hubungan baik dengan semua negara.
Fokus utama dari pendekatan ini adalah menjadi sahabat bagi semua pihak, menghindari penciptaan musuh, terutama di antara negara-negara tetangga. Strategi ini diharapkan dapat menjadikan Indonesia sebagai jembatan perdamaian dan komunikator efektif di panggung internasional.
Respons Positif dan Posisi Strategis Indonesia
Dua hari setelah pidato perdana Presiden Prabowo di Debat Umum PBB, Menteri Luar Negeri Sugiono masih terus menerima berbagai ucapan selamat dari sejumlah menteri luar negeri negara lain. Hal ini menunjukkan dampak positif dan perhatian yang besar terhadap pesan yang disampaikan oleh Indonesia.
Menurut Sugiono, banyak negara juga secara aktif mengajak Indonesia untuk menjadi co-chair dalam berbagai pertemuan penting. Undangan ini merupakan indikasi kuat dari posisi strategis Indonesia yang semakin diakui dan diperhitungkan di mata dunia.
“Perhatian terhadap Indonesia meningkat. Ini adalah geliat baru,” ujar Sugiono, menyoroti peningkatan minat dan apresiasi internasional terhadap peran aktif Indonesia. Fenomena ini menggarisbawahi kebangkitan diplomasi Indonesia yang lebih proaktif dan berpengaruh.
Prinsip Diplomasi Persahabatan dan Arah Kebijakan
Sekretaris Jenderal PBB, Antonio Guterres, secara langsung menyampaikan kepada Presiden Prabowo bahwa kebijakan luar negeri Indonesia kini menunjukkan semangat baru. Apresiasi dari pemimpin organisasi global ini mengukuhkan keberhasilan pendekatan diplomasi yang dijalankan.
Berbagai respons positif yang diterima Indonesia dinilai Sugiono sebagai penguatan atas prinsip diplomasi yang telah dijalankan selama ini. Prinsip ini menekankan pada pembangunan jembatan, bukan tembok, dalam hubungan antarnegara.
“Kita akan terus menyelaraskan keterlibatan Indonesia di forum global, dengan fokus pada isu strategis yang memperjuangkan kepentingan nasional dan membangun jembatan antarnegara,” tambah Sugiono. Komitmen ini menegaskan bahwa Diplomasi Persahabatan Indonesia akan terus menjadi pilar utama dalam kebijakan luar negeri.
Sumber: AntaraNews





















:strip_icc()/kly-media-production/medias/5475773/original/014572800_1768649118-Pesawat_ATR_42-500.png)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5475771/original/088967700_1768649021-WhatsApp_Image_2026-01-17_at_18.10.18.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5475762/original/037504600_1768647454-112529.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5475758/original/042359500_1768646932-Pencarian_pesawat_ATR_hilang_kontak_di_Maros.png)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5475744/original/094296200_1768646383-WhatsApp_Image_2026-01-17_at_16.55.59.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4732017/original/005456000_1706775183-000_347D8B7.jpg)
















