Tragis Pengantin Baru di Solok, Tewas Keracunan saat Berbulan Madu
Seorang pengantin baru di Kabupaten Solok, Sumatera Barat, diduga keracunan saat berbulan madu di area wisata glamping Alahan Panjang.

Momen bulan madu bagi sepasang pengantin baru di kawasan wisata glamping Alahan Panjang, Kabupaten Solok, Sumatera Barat, berakhir dengan tragedi. Istri dari pasangan tersebut ditemukan telah meninggal dunia, sedangkan suaminya dalam kondisi kritis akibat diduga keracunan gas dari alat pemanas air yang ada di kamar mandi.
Kapolsek Lembah Gumanti, AKP Barata Rahmat Sukarsih, mengungkapkan bahwa pasangan tersebut diketahui menginap di salah satu penginapan glamping di Alahan Panjang sejak Rabu (8/10).
Mereka datang untuk berlibur setelah melangsungkan pernikahan, namun kejadian tragis ini terjadi saat mereka seharusnya menikmati waktu bersama.
Peristiwa menyedihkan ini terungkap ketika seorang pelayan di penginapan merasa curiga karena pasangan tersebut tidak kunjung keluar dari kamar hingga menjelang siang pada Kamis (9/10).
Setelah beberapa kali dipanggil tanpa ada jawaban, pelayan bersama pengelola memutuskan untuk membuka pintu kamar dan menemukan keduanya dalam keadaan tidak sadarkan diri di dalam kamar mandi.
"Korban perempuan dibawa ke puskesmas dan sesampainya di sana dinyatakan sudah tidak bernyawa, sementara suaminya ditemukan masih bernafas lemah dan segera dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan," jelas Barata pada Jumat (11/10).
Kejadian ini tentunya menjadi peringatan bagi semua orang untuk lebih berhati-hati dalam menggunakan alat pemanas di tempat umum.
Sumber Racun

Setelah melakukan pemeriksaan awal, pihak kepolisian tidak menemukan indikasi adanya kekerasan pada tubuh korban. Dugaan sementara menunjukkan bahwa korban mungkin telah keracunan gas karbon monoksida (CO) yang bersumber dari alat pemanas air (water heater) dan tabung gas elpiji di kamar mandi yang memiliki ventilasi yang tidak memadai.
"Untuk penyebab pastinya kami masih menunggu hasil pemeriksaan medis. Sementara dari hasil visum luar, tidak ada tanda kekerasan pada tubuh korban," ungkapnya. Keluarga korban menolak untuk dilakukan autopsi. Saat ini, polisi masih melanjutkan penyelidikan guna memastikan penyebab pasti dari insiden yang terjadi.





















:strip_icc()/kly-media-production/medias/5475865/original/031467900_1768665486-MU.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5476142/original/031022700_1768713983-WhatsApp_Image_2026-01-18_at_12.09.03.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5476114/original/032726800_1768713048-1000742504.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5476072/original/065129500_1768710117-WhatsApp_Image_2026-01-18_at_11.02.55.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4781409/original/067008100_1711104260-IMG-20240322-WA0035.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5476010/original/040103700_1768705613-IMG_20260118_091900.jpg)


















