Trivia: 44.917 Pelajar Sudah Terjangkau, Program Cek Kesehatan Gratis di Banyuwangi Terus Berlanjut
Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) di Banyuwangi telah menjangkau 44.917 pelajar. Deteksi dini penyakit dan upaya pencegahan terus digalakkan. Apa saja hasilnya?

Pemerintah Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, terus menunjukkan komitmennya dalam menjaga kesehatan generasi muda melalui Program Cek Kesehatan Gratis (CKG). Hingga saat ini, program yang menyasar pelajar jenjang SD hingga SMA ini telah berhasil menjangkau 44.917 siswa. Inisiatif kesehatan ini merupakan bagian integral dari upaya deteksi dini dan pencegahan penyakit yang dicanangkan oleh pemerintah daerah demi masa depan yang lebih sehat.
Program Cek Kesehatan Gratis ini telah dimulai secara bertahap sejak tanggal 14 Juli 2025 dan direncanakan akan terus bergulir secara masif. Target ambisius yang ingin dicapai adalah menjangkau total 184.771 pelajar di seluruh wilayah Banyuwangi. Pelaksanaan program ini mencakup berbagai jenis institusi pendidikan, mulai dari sekolah negeri, sekolah swasta, hingga sekolah keagamaan atau pesantren, menunjukkan cakupan yang sangat luas dan inklusif.
Inisiatif kesehatan komprehensif ini bertujuan utama untuk mengidentifikasi potensi masalah kesehatan pada anak dan remaja sejak usia dini. Dengan demikian, langkah-langkah intervensi medis dan perawatan yang tepat dapat segera dilakukan, memastikan setiap pelajar mendapatkan penanganan yang diperlukan untuk mencapai kesehatan optimal dan mendukung proses belajar mereka.
Manfaat dan Tujuan Program Cek Kesehatan Gratis yang Menyeluruh
Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, menjelaskan bahwa Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) ini berfungsi sebagai alat deteksi dini yang krusial bagi kesehatan pelajar. Hasil dari setiap pemeriksaan kesehatan yang dilakukan akan menjadi bahan evaluasi penting bagi seluruh fasilitas kesehatan setempat, termasuk puskesmas dan rumah sakit, untuk merencanakan tindakan lanjutan.
Sebagai ilustrasi konkret, jika dalam pemeriksaan ditemukan kasus karies gigi pada seorang anak, mereka akan langsung dirujuk ke puskesmas terdekat untuk mendapatkan perawatan gigi yang komprehensif. Hal serupa juga berlaku untuk identifikasi potensi penyakit lainnya, memastikan setiap masalah kesehatan dapat ditangani dengan cepat dan tepat sebelum berkembang menjadi lebih serius.
Menurut Bupati Ipuk, program CKG ini memiliki manfaat yang sangat besar dalam upaya pencegahan penyakit pada populasi pelajar. Selain deteksi dini, Pemerintah Kabupaten Banyuwangi juga secara rutin melakukan tindakan preventif lain yang saling melengkapi. Salah satunya adalah pemberian tablet tambah darah (TTD) kepada remaja putri, sebuah langkah penting untuk mencegah dan mengatasi masalah anemia yang umum terjadi pada kelompok usia ini.
Komitmen Pemkab Banyuwangi terhadap kesehatan pelajar sangat kuat, dengan penekanan pada pentingnya pemeriksaan kesehatan berkala. Program CKG ini tidak hanya berfokus pada pengobatan, tetapi juga pada edukasi dan promosi gaya hidup sehat di kalangan pelajar, membentuk kebiasaan baik sejak dini.
Capaian dan Temuan Awal Program CKG di Tiap Jenjang Pendidikan
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Banyuwangi, Amir Hidayat, mengungkapkan data capaian terkini program Cek Kesehatan Gratis hingga memasuki pekan keenam pelaksanaannya. Dari total 44.917 pelajar yang telah berhasil diperiksa, rinciannya menunjukkan distribusi yang merata di berbagai jenjang pendidikan.
Secara spesifik, program ini telah menjangkau 35.372 siswa dari jenjang Sekolah Dasar (SD), menunjukkan fokus yang kuat pada kesehatan anak usia dini. Selanjutnya, sebanyak 8.292 siswa dari jenjang Sekolah Menengah Pertama (SMP) juga telah mendapatkan pemeriksaan kesehatan. Sementara itu, 1.253 siswa dari jenjang Sekolah Menengah Atas (SMA) juga termasuk dalam cakupan program ini, memastikan kesehatan remaja juga terpantau.
Amir Hidayat menambahkan bahwa hasil pemeriksaan awal secara umum menunjukkan kondisi kesehatan yang baik pada mayoritas siswa. Mayoritas pelajar memiliki tekanan darah dan kadar gula darah yang dinyatakan normal, sebuah indikasi positif terhadap pola hidup sehat di kalangan mereka.
Meskipun demikian, program CKG juga berhasil menemukan beberapa kasus yang memerlukan perhatian lebih lanjut dan intervensi medis. Beberapa siswa teridentifikasi mengalami kondisi seperti hipertensi dan hiperglikemia. Penemuan ini semakin menegaskan pentingnya program deteksi dini ini untuk penanganan lebih lanjut dan pencegahan komplikasi kesehatan di masa mendatang.
Sumber: AntaraNews





















:strip_icc()/kly-media-production/medias/5473406/original/018329500_1768441757-Real_Madrid_vs_Albacete_debut_Arbeloa-1.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5475371/original/033901300_1768585843-IMG_2590.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5474672/original/039878600_1768528837-WhatsApp_Image_2026-01-16_at_08.49.17.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/2982506/original/051530500_1575123274-BORGOL-Ridlo.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5357651/original/076578000_1758536150-616b3847-bf9b-4f66-9950-991a1c466855.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5475249/original/075022200_1768559374-Jenazah_warga_Pati_dibawa_menggunakan_perahu_menuju_pemakaman.png)























