Trivia: Sumut Raih Predikat UHC Prioritas Lebih Cepat dari Target, BPJS Kesehatan Pastikan Layanan Optimal
Sumatera Utara berhasil meraih predikat UHC Prioritas lebih awal dari target, memastikan seluruh penduduk memiliki akses jaminan kesehatan. Bagaimana BPJS Kesehatan menjamin layanan optimal?

Provinsi Sumatera Utara (Sumut) mencatat capaian signifikan dalam sektor kesehatan dengan meraih predikat Universal Health Coverage (UHC) Prioritas per 1 September 2025. Pencapaian ini menjadi tonggak penting karena lebih cepat dua tahun dari target yang ditetapkan oleh Gubernur dan Wakil Gubernur Sumut. Predikat ini menegaskan komitmen daerah dalam memastikan akses jaminan kesehatan bagi seluruh warganya.
Deputi Direksi BPJS Kesehatan Kedeputian Wilayah I, Nuim Mubarak, menyampaikan kabar gembira ini di hadapan Gubernur Sumut Bobby Nasution di Medan. Menurutnya, percepatan ini sejalan dengan amanat Peraturan Presiden (Perpres) RI Nomor 12 tahun 2025 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional 2025-2029. Perpres tersebut menargetkan pencapaian UHC sebesar 98,6 persen dari jumlah penduduk dengan tingkat keaktifan 80 persen.
Dengan predikat UHC Prioritas ini, seluruh penduduk Sumatera Utara diharapkan telah memiliki perlindungan jaminan kesehatan yang memadai. BPJS Kesehatan juga berkomitmen penuh untuk mengoptimalkan layanan di fasilitas kesehatan dan rumah sakit. Hal ini dilakukan demi memastikan setiap warga mendapatkan pelayanan kesehatan yang layak dan prima tanpa terkecuali.
Capaian Gemilang UHC Prioritas Sumut dan Probis Sumut Berkah
Pencapaian UHC Prioritas di Sumatera Utara merupakan hasil kerja keras dan koordinasi lintas sektor yang intensif. Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sumut, Muhammad Faisal Hasrimy, menjelaskan bahwa kesehatan adalah salah satu program prioritas utama pasangan Gubernur Bobby Nasution dan Wakil Gubernur Surya. Fokus utama mereka adalah memperkuat sistem kesehatan nasional, khususnya melalui penguatan sistem Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).
Per 1 September 2025, kepesertaan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) di Provinsi Sumut telah melampaui indikator UHC Prioritas. Data menunjukkan angka kepesertaan mencapai 100,2 persen dengan tingkat keaktifan sebesar 80,27 persen. Angka ini menunjukkan bahwa hampir seluruh penduduk Sumut telah terdaftar dan aktif sebagai peserta JKN.
Sebagai tindak lanjut dari capaian ini, Pemerintah Provinsi Sumut akan meluncurkan program inovatif bernama Probis Sumut Berkah. Probis Sumut Berkah, atau Program Berobat Gratis Sumut Berkah, direncanakan akan diluncurkan pada akhir bulan ini. Program ini diharapkan semakin memudahkan masyarakat dalam mengakses layanan kesehatan tanpa beban biaya.
Optimalisasi Layanan BPJS Kesehatan dan Komitmen Fasilitas Kesehatan
BPJS Kesehatan menegaskan komitmennya untuk memastikan setiap pelayanan di fasilitas kesehatan dan rumah sakit terkoordinasi dengan baik. Nuim Mubarak secara tegas menyatakan bahwa tidak akan ada toleransi bagi rumah sakit yang tidak memberikan pelayanan kesehatan kepada warga yang terlindungi BPJS Kesehatan. Sanksi tegas akan diberikan, mulai dari teguran hingga pencabutan kerja sama.
“Layanan bisa diputus, jika tidak ada komitmen terhadap pelayanan masyarakat. Kalau ada yang membandel berulang-ulang, kami kasih teguran. Terburuknya putus kerja sama,” jelas Nuim. Pernyataan ini menunjukkan keseriusan BPJS Kesehatan dalam menjaga kualitas layanan dan memastikan hak-hak peserta terpenuhi. Masyarakat kini bisa lebih tenang karena ada jaminan pelayanan.
Gubernur Sumut Bobby Nasution juga meminta BPJS Kesehatan Kedeputian Wilayah I untuk terus mengoptimalkan layanan UHC. Tujuannya adalah agar seluruh masyarakat Sumatera Utara dapat terlayani dengan maksimal. Mulai 1 Oktober 2025, masyarakat yang memiliki Kartu Tanda Penduduk (KTP) di wilayah Sumut dapat dilayani di fasilitas kesehatan atau rumah sakit hanya dengan menunjukkan KTP mereka. Ini adalah langkah maju dalam mempermudah akses layanan kesehatan.
Arahan Gubernur Bobby Nasution dan Visi Asta Cita
UHC merupakan salah satu program prioritas utama Gubernur dan Wakil Gubernur Sumut. Program ini juga menjadi bagian dari tindak lanjut Asta Cita pemerintahan Bapak Prabowo-Gibran. Salah satu poin penting dalam Asta Cita adalah memperkuat pembangunan sumber daya manusia, yang mencakup sains, teknologi, pendidikan, kesehatan, prestasi olahraga, kesetaraan gender, dan lainnya.
Gubernur Bobby Nasution menginstruksikan seluruh perangkat daerah untuk memastikan dan berkoordinasi agar layanan UHC dapat dinikmati oleh masyarakat di seluruh kabupaten/kota di Provinsi Sumatera Utara. Arahan ini menunjukkan komitmen pemerintah daerah dalam menyukseskan program kesehatan nasional. Dengan demikian, jaminan kesehatan menjadi hak dasar yang dapat diakses oleh setiap individu di Sumut.
Program UHC Prioritas ini tidak hanya sekadar angka statistik, tetapi juga mencerminkan upaya nyata pemerintah dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Dengan adanya Probis Sumut Berkah dan kemudahan akses melalui KTP, diharapkan tidak ada lagi hambatan bagi masyarakat untuk mendapatkan penanganan medis yang diperlukan. Ini adalah investasi jangka panjang untuk kesehatan dan kesejahteraan warga Sumut.
Sumber: AntaraNews





















:strip_icc()/kly-media-production/medias/5456859/original/027443500_1766978470-Bahlil_Lahadalia.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/1869757/original/047902100_1517895575-20180206-Banjir-Jatinegara-AM1.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5481392/original/098945500_1769094739-IMG_8990.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5481384/original/056287400_1769093956-147763.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5478784/original/010546900_1768923115-14.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5481377/original/082871400_1769092776-Presiden_Prabowo_Subianto_di_WEF-5.png)














