WN Rusia Tewas Gantung Diri di Bali Tinggalkan Surat Wasiat: Putin Telah Mengambil Segalanya dari Saya
Saat ditemukan, posisi korban tergantung di area garasi rumah. Kondisi tubuh korban juga telah menunjukkan tanda-tanda lebam mayat.

Seorang perempuan Warga Negara Asing (WNA) asal Rusia berinisial VG (50) ditemukan meninggal dunia dengan cara gantung diri di rumah tempat tinggalnya di Jalan Muding Indah, Kerobokan Kaja, Kecamatan Kuta Utara, Kabupaten Badung, Bali.
Peristiwa tragis tersebut terjadi pada Kamis (1/1) sekitar pukul 10.45 WITA. Informasi itu disampaikan oleh Pejabat Sementara (PS) Kasubsipenmas Sihumas Polres Badung, Aiptu Ni Nyoman Ayu Inastuti.
"Pada pukul 12.50 WITA, korban telah dievakuasi menuju RSUP Prof Ngoerah, Denpasar, untuk dilakukan penitipan jenazah," kata Aiptu Ayu, Jumat (2/1) siang.
Kronologi Penemuan Jenazah
Kejadian itu pertama kali diketahui oleh saksi berinisial NWL, yang bekerja di rumah atau tempat tinggal korban. Menurut keterangannya, sekitar pukul 10.00 WITA ia tengah memberi makan kucing di depan rumah korban dan melihat lampu garasi masih menyala.
Saat saksi hendak mematikan lampu tersebut, ia justru mendapati korban sudah dalam posisi tergantung. Saksi yang ketakutan kemudian berlari ke rumahnya dan memanggil suaminya, saksi berinisial INK, untuk memastikan kondisi korban.
"Karena korban dilihat sudah dalam posisi tergantung saksi kemudian menghubungi pemilik rumah dan Bhabinkamtibmas Kerobokan Kaja dan menghubungi Polsek Kuta Utara," imbuhnya.
Depresi Perang Rusia-Ukraina

Sementara itu, saksi berinisial MN selaku pemilik rumah yang disewa korban mengungkapkan bahwa korban diketahui pernah mengalami depresi akibat Rusia dan Ukraina. Bahkan, korban sempat dibawa oleh saksi ke Rumah Sakit Garba Med dan dari hasil pemeriksaan dokter dinyatakan mengalami depresi.
"Dari keterangan saksi 3 bahwa korban hampir tidak pernah keluar rumah," jelasnya.
Dari lokasi kejadian, petugas mengamankan sejumlah barang milik korban berupa uang tunai dengan rincian Rp60 juta, USD 5, SGD 2 (dolar Singapura), serta 4.400 bath Thailand.
Ada Surat Wasiat Menyinggung Presiden Putin
Berdasarkan hasil pemeriksaan tim identifikasi Polres Badung, korban dipastikan meninggal dunia akibat bunuh diri dengan cara gantung diri. Dugaan tersebut diperkuat dengan keterangan para saksi serta ditemukannya surat wasiat yang ditinggalkan korban di ruang tamu.
"Meminta pihak pemilik tempat menginap untuk menghubungi keluarga atau kerabat korban, untuk melakukan pelaporan resmi ke Polres Badung untuk dapat memproses pemulangan jenazah korban," ujarnya.
Dalam surat wasiat tersebut, korban menuliskan pesan yang cukup panjang. Ia juga menyinggung Presiden Rusia Vladimir Putin dan perang di negaranya, yang membuatnya berhenti bekerja hingga kehabisan uang.
“Saya tidak punya uang lagi untuk bertahan hidup. Dulu saya berhenti bekerja karena hati nurani saya tidak mengizinkan saya membayar pajak kepada Rusia fasis untuk perang ini. Putin telah mengambil segalanya dari saya. Tidak ada hal baik di depan, jadi tidak ada alasan dan kekuatan untuk melanjutkan," tulisnya.
Minta Kucing Peliharaannya Dirawat dan Rela Donorkan Organ Tubuh
Selain itu, korban juga meminta agar kucing peliharaannya bernama Kisa dirawat dengan baik. Ia turut menyatakan kesediaannya untuk mendonorkan organ tubuhnya.
"Saya secara resmi memberikan izin untuk mendonorkan organ saya jika hal tersebut legal di Indonesia. Ada beberapa pakaian yang masih layak di dalam koper untuk disumbangkan kepada orang yang membutuhkan. Mungkin ke panti asuhan," tulisnya.
"Silakan gunakan semua barang saya yang lain (perabot, peralatan rumah tangga, peralatan dapur, dll.) sesuai kebijaksanaan kamu," lanjutnya.
Minta Jenazahnya Dikremasi lalu Abunya Disebar di Laut
Korban juga meninggalkan pesan terkait prosesi pemakamannya. Ia meminta agar jenazahnya dikremasi dan abunya ditebarkan di laut. Untuk keperluan tersebut, korban menyebut telah meninggalkan uang sebesar Rp60 juta. Selain itu, ia juga meminta agar kabar kematiannya disampaikan kepada saudaranya berinisial TG.
"Tolong kremasi tubuh saya atau apapun yang tersisa setelah kemungkinan donor organ di sini di Bali. Saya ingin abu saya ditebarkan di laut, saya telah meninggalkan Rp60 juta untuk kremasi. Saya yakin jumlah itu cukup, tidak perlu upacara, lakukan dengan cepat dan tenang," tulisnya.
"Pakaian untuk prosedur jika diperlukan ada di atas tempat tidur. Tolong beri tahu saudara saya, T.G. Terima kasih, saya minta maaf atas semua kesulitan yang telah saya timbulkan,".





















:strip_icc()/kly-media-production/medias/5475773/original/014572800_1768649118-Pesawat_ATR_42-500.png)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5475771/original/088967700_1768649021-WhatsApp_Image_2026-01-17_at_18.10.18.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5475762/original/037504600_1768647454-112529.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5475758/original/042359500_1768646932-Pencarian_pesawat_ATR_hilang_kontak_di_Maros.png)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5475744/original/094296200_1768646383-WhatsApp_Image_2026-01-17_at_16.55.59.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4732017/original/005456000_1706775183-000_347D8B7.jpg)





















