Fakta Menarik: 5 Provinsi Ini Jadi Sasaran Utama Program Kampung Internet, Apa Saja Manfaatnya?
Program Kampung Internet telah menjangkau lima provinsi di Indonesia, dengan Sumatera Utara sebagai penerima manfaat terbanyak. Ingin tahu dampak positifnya bagi ekonomi desa?

Menteri Komunikasi dan Digital (Komdigi) Meutya Hafid secara resmi meluncurkan program Kampung Internet 2025. Acara peresmian ini dipusatkan di Desa Kramat Gajah, Kecamatan Galang, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara. Program ini bertujuan untuk mempercepat pemerataan akses internet di pedesaan.
Inisiatif strategis ini akan menjangkau lima provinsi di Indonesia, termasuk Sumatera Utara, Banten, Jawa Barat, Nusa Tenggara Barat, dan Lampung. Secara keseluruhan, program ini akan menyediakan 1.194 titik akses internet yang tersebar di 20 desa. Sumatera Utara menjadi provinsi dengan jumlah penerima manfaat terbanyak.
Meutya Hafid menjelaskan bahwa program Kampung Internet ini dirancang untuk mengoptimalkan realisasi fixed broadband nasional. Targetnya adalah mencapai 50 persen cakupan sesuai Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025-2029. Selain itu, program ini diharapkan dapat menjadi motor penggerak ekonomi masyarakat desa.
Jangkauan Luas Kampung Internet di Lima Provinsi
Menteri Komdigi Meutya Hafid mengungkapkan bahwa program Kampung Internet 2025 akan memberikan manfaat signifikan bagi lima provinsi. Provinsi-provinsi tersebut meliputi Sumatera Utara, Banten, Jawa Barat, Nusa Tenggara Barat, dan Lampung. Total ada 1.194 titik akses internet yang tersebar di 20 desa dalam lingkup program ini.
Sumatera Utara menjadi provinsi dengan penerima manfaat terbanyak dari program Kampung Internet ini. Sebanyak 307 titik akses internet akan dibangun di dua kabupaten di Sumut, yaitu Deli Serdang dan Serdang Bedagai. Peluncuran program ini dipusatkan di Desa Kramat Gajah, Kabupaten Deli Serdang, menegaskan fokus pemerintah pada pemerataan akses.
Kehadiran Kampung Internet di wilayah-wilayah ini diharapkan dapat mengurangi kesenjangan digital. Dengan akses internet yang lebih merata, masyarakat di desa-desa tersebut memiliki kesempatan yang sama. Ini juga menjadi langkah konkret pemerintah dalam mewujudkan konektivitas digital yang inklusif.
Target dan Manfaat Ekonomi Program Kampung Internet
Meutya Hafid menjelaskan bahwa salah satu tujuan utama Kampung Internet adalah mengoptimalkan realisasi fixed broadband nasional. Saat ini, cakupan fixed broadband baru mencapai 21 persen. Melalui program ini, pemerintah menargetkan peningkatan menjadi 50 persen sesuai RPJMN 2025-2029.
Lebih dari sekadar infrastruktur, program ini juga diharapkan dapat mendorong akses ekonomi masyarakat di desa. Akses internet yang memadai diharapkan menjadi motor penggerak bagi perkembangan ekonomi lokal. Hal ini membuka peluang baru bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di pedesaan.
Namun, Meutya Hafid juga memberikan peringatan penting terkait penggunaan fasilitas ini. Ia menegaskan agar akses internet bantuan pemerintah tidak disalahgunakan untuk aktivitas negatif. "Jangan dibuat untuk judi online, atau menipu-nipu secara digital," ujarnya, menekankan pentingnya pemanfaatan yang produktif.
Pengembangan Sumber Daya Manusia Digital dan Kolaborasi
Selain membangun infrastruktur jaringan, pemerintah juga fokus pada pengembangan sumber daya manusia (SDM) berbasis digital. Inisiatif ini bertujuan untuk memastikan masyarakat memiliki keterampilan yang relevan di era digital. Peningkatan SDM digital menjadi kunci keberlanjutan program Kampung Internet.
Menteri Komdigi mengharapkan adanya kolaborasi erat antara pelaku usaha digital dan institusi pendidikan. Kolaborasi ini penting untuk menyiapkan SDM yang andal dan siap pakai. Contoh konkretnya adalah pelatihan bagi siswa jurusan teknik jaringan di SMK Negeri 1 Lubukpakam.
Pelatihan tersebut akan membekali siswa dengan kemampuan perbaikan dan pemeliharaan jaringan. Dengan demikian, jika ada kendala teknis, tidak akan sulit mencari SDM yang kompeten di daerah tersebut. Ini merupakan investasi jangka panjang untuk kemandirian digital di tingkat lokal.
Dukungan Pemerintah Daerah dan Harapan Masa Depan
Wakil Gubernur (Wagub) Sumut Surya menyambut baik program Komdigi ini, menyatakan bahwa program ini selaras dengan Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) Provinsi Sumut. PHTC sendiri memiliki visi digitalisasi pelayanan publik Cerdas, yang berarti Cepat, Responsif, Handal, dan Solutif.
Program digitalisasi pelayanan publik Cerdas di Sumut ditargetkan terealisasi pada Januari 2026. Program ini diharapkan menjangkau 33 kabupaten/kota di Sumatera Utara. Tujuannya adalah meningkatkan efisiensi dan transparansi pemerintahan, serta mempermudah akses pelayanan publik.
Untuk menyukseskan semua program ini, Wagub Surya menekankan pentingnya kolaborasi dari semua pihak. Ini mencakup pemerintah pusat, provinsi, kabupaten/kota, dan pihak swasta. Ia juga mengajak masyarakat untuk menggunakan fasilitas internet secara bijak dan produktif, guna menghilangkan kesenjangan digital.
Sumber: AntaraNews



























:strip_icc()/kly-media-production/medias/5523436/original/088155600_1772816651-1001064690.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5523431/original/011866200_1772816106-260254.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5211473/original/020366100_1746581539-hansi.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5519603/original/021723700_1772587901-AP26062748359237.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5343404/original/006730000_1757415749-14689.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5523402/original/083790500_1772811975-IMG_2172.jpeg)
















