Megawati Serukan Geopolitik Anak Muda: Ternyata KAA Ubah Sejarah Dunia!
Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri menyerukan pentingnya pemahaman **geopolitik anak muda** demi kemanusiaan dan kesetaraan. Mengapa ini krusial?

Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri, secara tegas menyerukan pentingnya pemahaman geopolitik bagi generasi muda Indonesia. Seruan ini disampaikan dalam peringatan 70 tahun Konferensi Asia-Afrika (KAA) di area makam Presiden Pertama RI Soekarno, Kota Blitar, Jawa Timur. Ia menekankan bahwa pemahaman ini krusial demi kemanusiaan dan kesetaraan global.
Sekretaris Jenderal DPP PDIP, Hasto Kristiyanto, menjelaskan bahwa pesan Megawati tersebut bertujuan agar anak-anak muda memahami spirit perjuangan para pemimpin bangsa. "Pesan ibu Megawati kepada anak-anak muda agar memahami geopolitik, memahami seluruh spirit perjuangan para pemimpin bangsa yang tidak mudah. Berjuang untuk nilai kemanusiaan, nilai keadilan dan kesetaraan," kata Hasto. Perjuangan tersebut berlandaskan nilai-nilai kemanusiaan, keadilan, serta kesetaraan, dengan Konferensi Asia-Afrika menjadi momentum penting yang diangkat dalam konteks ini.
Acara yang berlangsung pada Sabtu (01/11) ini menyoroti bagaimana KAA pada masanya menjadi wadah untuk mengabarkan visi misi internasional Bung Karno. Visi tersebut berfokus pada pembangunan tata dunia baru yang bebas dari imperialisme dan kolonialisme. Pemahaman sejarah ini diharapkan dapat membekali generasi muda menghadapi tantangan global.
Spirit KAA dan Visi Bung Karno
Megawati, yang menjadi keynote speaker dalam kegiatan tersebut, menjelaskan bahwa KAA dahulu merupakan manifestasi dari visi Bung Karno. Visi ini bertujuan membangun tata dunia baru yang berlandaskan nilai kemanusiaan. Pancasila diibaratkan sebagai life line dalam upaya menciptakan peradaban dunia yang adil dan setara.
Dari Konferensi Asia-Afrika inilah peradaban dunia mulai dibangun dengan peran besar Bung Karno. "Konferensi Asia Afrika dengan demikian merupakan program dekolonisasi yang pertama diikuti 29 negara dan mampu mengubah sejarah dunia, sehingga Indonesia bangga dengan ini," ujar Hasto. Indonesia bangga menjadi bagian dari sejarah penting ini, karena KAA terbukti mampu mengubah sejarah dunia secara signifikan.
Hasto Kristiyanto menambahkan, semangat Dasasila Bandung yang lahir dari KAA menjadi inspirasi. "Mengambil spirit dari Dasasila Bandung untuk kepemimpinan Indonesia bagi dunia," kata dia. Semangat ini diharapkan dapat menjadi pedoman bagi kepemimpinan Indonesia di kancah dunia, dan Megawati Institute juga memberikan dukungan penuh terhadap acara peringatan bersejarah ini.
Komitmen Indonesia untuk Perdamaian Global
Dalam kesempatan yang sama, PDIP juga mengapresiasi sikap pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Pemerintah Indonesia menegaskan komitmen kuatnya dalam mendukung proses perdamaian dunia, khususnya di kawasan Timur Tengah. Pernyataan ini disampaikan Presiden Prabowo usai menghadiri KTT Perdamaian Sharm El-Sheikh di Republik Arab Mesir.
Sejarah mencatat bahwa kemerdekaan Indonesia, dalam pemikiran pendiri bangsa seperti Bung Karno dan Bung Hatta, sangat jelas mengedepankan pembangunan persaudaraan dunia. "Maka falsafah kemanusiaan bukan hanya mengandung spirit anti penindasan tapi juga spirit membangun persaudaraan dunia," kata Hasto. Falsafah kemanusiaan tidak hanya mengandung spirit anti-penindasan, tetapi juga semangat untuk membangun persaudaraan global yang kokoh.
Hasto Kristiyanto menegaskan bahwa apa yang dilakukan Presiden Prabowo juga menggelorakan spirit tersebut. Sikap PDIP sangat tegas, sesuai komitmen yang terjalin dalam Konferensi Asia-Afrika, untuk memberikan dukungan penuh bagi kemerdekaan bangsa Palestina. Kegiatan di Blitar ini juga diisi dengan ziarah di makam Bung Karno, diikuti pengurus DPP PDIP dan jajaran.
Sumber: AntaraNews





















:strip_icc()/kly-media-production/medias/5474567/original/045852200_1768486517-1000651852.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5474537/original/056082100_1768484276-PHOTO-2026-01-15-14-38-24.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5474561/original/035946000_1768485082-IMG_6630.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5474506/original/057058400_1768480771-WhatsApp_Image_2026-01-15_at_19.36.12.jpeg)
:strip_icc():watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,573,20,0)/kly-media-production/medias/4989902/original/056698400_1730703092-3282768f-65a3-45c6-8d68-08e86fa380b1__1_.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5472059/original/075252200_1768308782-Tangkapan_layar__Guru_SD_di_Lampung_Marah_Gara-Gara_Menu_MBG_Basi_Diduga_Bikin_Siswa_Keracunan.jpg)















