9 Makanan Ini Tampak Sehat Tapi Berbahaya, Simak Daftarnya
Berbagai jenis makanan yang terlihat sehat bisa menyebabkan peningkatan kadar gula darah.

Bagi penderita diabetes, menjaga kestabilan kadar gula darah bukan hanya sekadar mengurangi konsumsi gula pasir dalam makanan atau minuman. Banyak jenis makanan yang tampaknya sehat sebenarnya dapat menyebabkan lonjakan gula darah tanpa disadari. Contohnya, roti putih, yogurt berperisa, dan jus buah kemasan. Semua ini bisa menjadi jebakan yang mengganggu upaya pengendalian diabetes.
Meskipun produk-produk tersebut sering diberi label 'rendah lemak', 'multigrain', atau 'alami', bukan berarti mereka aman untuk kadar gula darah. Banyak makanan yang terlihat menyehatkan justru mengandung karbohidrat olahan, gula tambahan, dan lemak jenuh yang dapat memperburuk resistensi insulin.
Oleh karena itu, berikut adalah sembilan jenis makanan sehari-hari yang sebaiknya dihindari oleh penderita diabetes, bahkan ketika orang lain di sekitar masih menikmatinya tanpa rasa khawatir.
1. Roti Putih dan Olahan Tepung Terigu
Roti putih, pizza, dan roti lembut yang terbuat dari tepung terigu olahan mengandung karbohidrat yang cepat dicerna, sehingga dapat menyebabkan peningkatan kadar gula darah yang signifikan setelah dikonsumsi. Sebagai alternatif, pilihlah roti gandum utuh atau multigrain untuk menjaga kestabilan gula darah dan membuat perut terasa kenyang lebih lama.
2. Yogurt Berperisa
Yogurt dengan rasa buah atau 'fruit on the bottom' sering kali mengandung lebih banyak gula tambahan dibandingkan dengan makanan penutup. Untuk pilihan yang lebih sehat, sebaiknya gunakan yogurt tawar (plain Greek yogurt) dan tambahkan buah segar atau sedikit kayu manis sebagai pemanis alami.
Minuman jus buah dan smoothie yang manis
Meskipun jus buah yang diiklankan sebagai '100% alami' terlihat menyehatkan, sebenarnya ia mengandung kadar gula yang tinggi karena proses pemerasan menghilangkan serat alaminya. Smoothie yang ditambahkan susu kental manis, madu, atau pisang dalam jumlah banyak juga dapat meningkatkan kadar gula darah. Oleh karena itu, lebih baik untuk mengonsumsi buah utuh yang masih kaya akan serat alami.
4. Sereal Sarapan Instan
Banyak sereal yang mengklaim 'tinggi serat' di pasaran ternyata mengandung banyak gula dan biji-bijian yang telah diolah. Oleh karena itu, sebaiknya batasi konsumsi Cornflakes, granola dengan madu, atau sereal kering yang mengandung buah kering. Sebagai alternatif, pilihlah oatmeal polos, bubur gandum, atau makanan tradisional seperti poha dan upma yang lebih kaya serat.
5. Makanan Gorengan dan Camilan Cepat Saji
Makanan seperti samosa, keripik, atau makanan beku siap saji memang menggugah selera, tetapi mereka kaya akan karbohidrat, minyak jenuh, dan garam. Kombinasi tersebut dapat menyebabkan lonjakan kadar gula darah dan memperburuk masalah resistensi insulin. Sebagai pilihan yang lebih sehat, cobalah camilan yang dipanggang, menggunakan air fryer, atau kacang panggang tanpa tambahan garam.
Makanan dan biskuit tanpa gula
Label 'bebas gula' Perlu Diperhatikan
Label 'bebas gula' tidak selalu menjamin keamanan produk. Banyak dari produk ini mengandung pemanis buatan seperti maltitol atau sorbitol yang tetap dapat mempengaruhi kadar gula darah dan bahkan berpotensi menyebabkan kembung. Sebagai alternatif, pilihlah pemanis alami seperti kurma, kacang, atau camilan buatan sendiri yang memiliki indeks glikemik rendah.
7. Produk Susu Full Fat
Produk susu seperti susu murni, keju, atau hidangan yang menggunakan saus krim memiliki kandungan lemak jenuh yang tinggi, yang bisa memperburuk kondisi resistensi insulin. Sebaiknya pilih susu rendah lemak, gunakan paneer yang lebih ringan, dan batasi konsumsi makanan berbasis krim hanya pada kesempatan tertentu.
8. Nasi Putih
Nasi putih merupakan makanan dengan indeks glikemik yang tinggi, sehingga cepat meningkatkan kadar gula darah, terutama jika dikonsumsi tanpa lauk yang mengandung serat. Anda bisa mencoba mengganti sebagian nasi putih dengan beras merah, quinoa, atau millet seperti bajra dan jowar yang lebih baik untuk penderita diabetes.
9. Kue dan Makanan Panggang Manis
Kue, muffin, dan donat memang sangat menggoda, tetapi kombinasi antara gula, tepung putih, dan lemak trans dalam makanan tersebut dapat memperburuk lonjakan kadar gula darah. Sebagai pilihan yang lebih sehat, Anda bisa memilih cokelat hitam, kue buatan sendiri yang terbuat dari tepung almond, atau camilan yang berbasis buah segar.
Mengelola diabetes tidak berarti harus menjauh dari semua makanan yang lezat. Kuncinya adalah memahami bahan-bahan yang terkandung dalam makanan, membaca label gizi dengan teliti, dan memilih porsi yang tepat. Makanan sehat tidak selalu terlihat 'sehat' hanya dari kemasannya. Dengan mengganti bahan-bahan tertentu, mengontrol porsi, serta memilih makanan yang kaya serat dan protein, penderita diabetes masih bisa menikmati makanan tanpa khawatir akan lonjakan kadar gula darah.





















:strip_icc()/kly-media-production/medias/5462366/original/095961900_1767572953-5.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5475849/original/036253300_1768664192-20260117_192835.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5475854/original/014289600_1768664377-114456.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5475845/original/086013600_1768663765-114070.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5475789/original/083728200_1768652285-113192.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5475773/original/014572800_1768649118-Pesawat_ATR_42-500.png)

















