Fakta Keamanan Baking Soda untuk Mengempukkan Daging
Mengempukkan daging dengan baking soda aman jika digunakan benar. Simak fakta, cara pakai, dan alternatif alaminya di sini.

Menjelang perayaan Idul Adha, aroma masakan berbahan dasar daging mulai menguar dari berbagai penjuru dapur. Daging sapi menjadi bintang utama dalam banyak hidangan khas hari raya, mulai dari rendang, semur, hingga sate. Namun, tidak semua orang memiliki waktu atau keterampilan untuk mengolah daging hingga benar-benar empuk. Karena itu, tak heran jika banyak orang mencari cara praktis untuk mempercepat proses memasak, salah satunya dengan menggunakan baking soda untuk mengempukkan daging.
Di kalangan masyarakat, penggunaan baking soda sebagai bahan bantu pengempuk daging cukup populer. Meski begitu, masih banyak yang bertanya-tanya: apakah aman menggunakan bahan kimia dapur ini untuk makanan? Apakah penggunaannya berdampak pada rasa atau kesehatan?
Untuk menjawab pertanyaan ini, kita akan mengupas tuntas fakta-fakta ilmiah dan praktis mengenai keamanan baking soda, cara penggunaannya yang tepat, serta alternatif alami yang bisa menjadi pilihan sehat untuk mengolah daging menjadi lebih empuk dan nikmat.
Baking Soda: Aman, Asal Tahu Takarannya
Menurut Firman Muhammad Basar, Dosen Program Studi Manajemen Industri Jasa Makanan dan Gizi, Sekolah Vokasi IPB University, penggunaan baking soda untuk mengempukkan daging tergolong aman, dengan satu syarat penting: takaran harus tepat.
“Tergolong aman karena salah satu fungsi baking soda adalah mengempukkan daging. Tapi kalau terlalu banyak dapat mengakibatkan rasa pahit pada daging,” jelas Firman.
Secara kimia, baking soda atau natrium bikarbonat bersifat basa. Ketika digunakan pada daging, senyawa ini meningkatkan pH permukaan daging, sehingga protein pada serat daging menjadi lebih longgar dan empuk. Proses ini membuat tekstur daging lebih mudah dikunyah dan tidak alot setelah dimasak.
Namun, perlu dicatat bahwa penggunaan yang berlebihan justru bisa merusak cita rasa. Rasa daging bisa berubah menjadi pahit atau getir, dan warna permukaan bisa terlihat pucat. Inilah mengapa penting untuk mematuhi ukuran yang direkomendasikan oleh para ahli.
Dua Cara Aman Menggunakan Baking Soda

Ada dua metode umum dalam menggunakan baking soda untuk mengempukkan daging, yaitu metode dibilas dan direndam. Keduanya efektif jika dilakukan dengan benar dan tetap memperhatikan takaran.
1. Metode Dibilas
Metode pertama adalah dengan cara melumuri daging dengan baking soda yang telah dicampur dengan garam.
“Baking soda dicampur dengan garam lalu dilumuri pada daging. Diamkan satu jam di kulkas. Setelah itu keluarkan, kemudian bilas dengan air hingga bersih, baru lanjut ke proses pengolahan selanjutnya,” terang Firman dalam video YouTube IPB TV.
Takarannya jelas dan mudah diingat: Untuk 500 gram daging sapi, gunakan 1 sendok teh baking soda dan 1 sendok teh garam. Setelah didiamkan selama satu jam di kulkas, daging harus dibilas hingga bersih agar sisa baking soda tidak merusak rasa atau menyebabkan ketidaknyamanan saat dikonsumsi.
2. Metode Direndam
Cara kedua adalah dengan merendam daging dalam air yang dicampur baking soda dan garam. Proses ini lebih singkat, cukup 30 menit perendaman.
Setelah itu, bilas kembali daging hingga bersih sebelum dimasak. Metode ini cocok digunakan untuk potongan daging kecil atau tipis yang akan dimasak dalam waktu singkat, seperti untuk tumisan atau sate.
Kedua metode ini dinilai aman secara ilmiah selama tidak melebihi takaran. Selain menghemat waktu, teknik ini juga membantu menghasilkan daging dengan tekstur yang lembut dan meresap bumbu lebih baik.
Alternatif Alami: Daun Pepaya dan Nanas

Jika Anda ingin menghindari penggunaan bahan kimia dapur seperti baking soda, tersedia juga alternatif alami yang bisa dimanfaatkan. Dua di antaranya adalah parutan nanas dan daun pepaya, bahan-bahan yang lazim ditemukan di dapur masyarakat Indonesia.
Parutan Nanas
Nanas mengandung enzim bromelin, senyawa aktif yang dapat memecah struktur protein pada daging. Enzim ini bekerja dengan cepat, sehingga harus digunakan hati-hati agar daging tidak menjadi terlalu lunak hingga hancur.
Cara pakai:
- Parut atau haluskan buah nanas secukupnya.
- Balurkan pada permukaan daging.
- Simpan di dalam kulkas selama 30 menit hingga 2 jam.
- Setelah itu, bilas hingga bersih sebelum diolah.
Penggunaan nanas sangat cocok untuk daging sapi atau kambing yang berlemak dan seratnya kasar. Enzim bromelin bekerja efektif mempercepat proses pelunakan tanpa mengubah rasa secara signifikan.
Daun Pepaya
Daun pepaya dikenal karena kandungan enzim papain yang juga berfungsi memecah protein. Cara penggunaannya relatif sederhana dan tradisional.
Cara pakai:
- Remas-remas daun pepaya hingga agak layu.
- Bungkus daging dengan daun tersebut.
- Diamkan selama 1 hingga 2 jam.
- Bilas daging sebelum dimasak.
Meskipun metode ini memerlukan waktu sedikit lebih lama, hasilnya cukup efektif. Daun pepaya juga dipercaya memiliki manfaat tambahan seperti mengurangi bau amis dan membantu melunakkan jaringan lemak.
Pentingnya Mengolah Daging Secara Aman dan Sehat
Mengolah daging bukan hanya soal rasa, tetapi juga soal kesehatan dan keamanan konsumsi. Baik baking soda maupun bahan alami seperti nanas dan daun pepaya dapat digunakan, asalkan penggunaannya dilakukan dengan tepat dan bijak.
Beberapa hal yang perlu diingat saat mengolah daging:
- Jangan merendam daging terlalu lama dengan bahan pelunak.
- Selalu bilas hingga bersih sebelum dimasak untuk menghindari rasa aneh atau efek samping.
- Gunakan bahan segar dan perhatikan kebersihan dapur serta peralatan.
Jika Anda memiliki kondisi medis tertentu atau alergi, konsultasikan terlebih dahulu dengan ahli gizi atau tenaga kesehatan sebelum menggunakan bahan tambahan apa pun dalam masakan Anda.
Menggunakan baking soda untuk mengempukkan daging adalah praktik yang aman selama dilakukan dengan takaran dan metode yang tepat. Bahan ini membantu meningkatkan pH daging dan memecah protein sehingga teksturnya menjadi lebih lunak.
Namun, jika Anda menginginkan cara yang lebih alami, nanas dan daun pepaya bisa menjadi pilihan yang tak kalah efektif. Kuncinya adalah memahami cara kerja masing-masing bahan dan menyesuaikannya dengan jenis masakan yang ingin disajikan.
Dengan pemahaman yang benar, Anda tidak hanya akan menghasilkan hidangan daging yang empuk dan lezat, tetapi juga aman dan sehat untuk dinikmati seluruh keluarga.





















:strip_icc()/kly-media-production/medias/5382314/original/023006700_1760577182-WhatsApp_Image_2025-10-15_at_23.02.34.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5476329/original/098209100_1768728369-IMG_4903.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5469235/original/018631400_1768099529-WhatsApp_Image_2026-01-11_at_09.32.24__1_.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5476365/original/034456100_1768732998-WhatsApp_Image_2026-01-17_at_15.59.35.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5475865/original/031467900_1768665486-MU.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5476142/original/031022700_1768713983-WhatsApp_Image_2026-01-18_at_12.09.03.jpeg)


















