Bursa Saham
Berita Utama
- bursa sahamInformasi Kepemilikan Saham Perusahaan di Atas 1 Persen Bisa Diakses Masyarakat Mulai Hari Ini




- berita updateTernyata Ini Tujuan Lain di Balik Aturan OJK Buka Data Pemegang Saham di Atas 1 Persen untuk Publik


- berita updateTak Hanya Kemudahan Transaksi, Keamanan Jadi Fondasi Penting dalam Menabung Digital Berbasis Pasar Modal




Berita Terbaru
Berita Populer
Ancaman Trump Langsung Dibalas Terpilihnya Mojtaba Khamenei Jadi Pemimpin Tertinggi Iran yang Baru
Jiwa Patriotisme, Warga Iran Berbondong-bondong Pulang Kampung dari Turki Bela Tanah Air di Tengah Agresi AS–Israel
Garda Revolusi Iran Tegaskan Dukung Pemerintahan Mojtaba Khamenei Usai Gantikan Ayatollah Khamenei
Profil Singkat Mojtaba Khamenei, Pemimpin Tertinggi Baru Iran Pengganti Ayatollah Ali Khamenei
Mojtaba Khamenei Resmi Ditunjuk Jadi Pemimpin Tertinggi Baru Iran
Berita Utama Lainnya

Kantor Perwakilan BEI Denpasar aktif 'jemput bola' untuk BEI Bali Dorong Perusahaan Lokal Go Public, menawarkan pendampingan agar bisnis lebih berkelanjutan.

PT Bursa Efek Indonesia (BEI) mengumumkan lima perusahaan besar siap IPO, menambah daftar panjang antrean emiten baru di pasar modal Indonesia yang terus berkembang pesat.

Tercermin dari indeks harga saham gabungan (IHSG) pada akhir Oktober 2025 yang ditutup di level 8.163, atau naik 1,28 persen secara bulanan.

Langkah ini akan diikuti oleh listing di bursa nasional utama Asia Tenggara dan bursa global top 5 pada November mendatang.

Nyoman membocorkan, tiga lighthouse IPO susulan bakal dilakukan oleh perusahaan-perusahaan yang datang dari lintas sektor.

Direktur Utama BEI, Iman Rachman menyampaikan, hingga 24 Oktober 2025 telah masuk 23 emiten baru di tahun ini, dan 13 lainnya masih dalam antrean (pipeline).

Direktur Utama BEI, Iman Rachman mengatakan, RNTH saat ini sebenarnya sudah mencapai Rp16,46 triliun. Naik 28 persen dari data per Desember 2024 lalu.

Direktur Utama BEI Iman Rachman mengatakan, pihaknya tentu saja berharap pergerakan indeks saham terus melaju naik.

Purbaya menyatakan, proyeksinya itu bukan hanya perhitungan asal, melainkan mengacu pada tren historis dalam 25 tahun terakhir.

Perolehan tersebut memperlihatkan produk derivatif kripto semakin diterima masyarakat dan telah menjadi salah satu pilihan instrumen investasi.



















