Memasuki abad kedua, Nahdlatul Ulama dihadapkan pada tantangan besar. Transformasi mental Nahdliyin dari pola pikir tradisional ke saintifik-profesional menjadi kunci relevansi di era global yang dinamis.
Gubernur BI Perry Warjiyo menegaskan bahwa transformasi digital QRIS semakin berkembang, bahkan kini mencakup kerja sama internasional dengan Jepang dan China.