Nahdlatul Ulama
Berita Utama
Berita Terbaru

- amerika serang iran Kapal Perang Iran Ditenggelamkan Kapal Selam AS saat Perjalanan Pulang dari India, 80 Pelaut Tewas

- ahy Antisipasi Blokade Selat Hormuz, Presiden Prabowo Instruksikan Menteri Amankan Energi dan Pangan

- ahy Soal Indonesia Didesak Keluar dari Board of Peace, AHY Sebut Keputusan Sepenuhnya Ada di Presiden Prabowo

- ayatollah ali khamenei Ali Khamenei Wafat, Menlu Sugiono Serahkan Surat Duka Cita Resmi kepada Dubes Iran

Berita Populer
KPK Ungkap Korupsi Outsourcing Fadia Arafiq: Perusahaan Keluarga Kantongi Rp46 M
KPK Duga Fadia Arafiq Ganti Direksi PT RNB sebagai Kedok Korupsi Outsourcing
DPC Golkar Pekalongan Mengaku Kaget Bupati Pekalongan Fadia Arafiq Diciduk KPK
Tak Hanya Kantor, KPK Ikut Segel Salon BigBoss Milik Bupati Pekalongan
Usai OTT, Polres Pekalongan Fasilitasi Dua Ruang Khusus untuk Periksa Saksi
Berita Utama Lainnya

Pj Ketum PBNU KH Zulfa Mustofa langsung tancap gas di hari pertama kerja, melakukan konsolidasi daring dan kunjungan untuk menegaskan NU telah normal kembali. Simak agenda lengkapnya!

Nahdlatul Ulama (NU) memperkenalkan Diplomasi MiND Model sebagai kerangka baru untuk solusi global, memperkuat peran organisasi keagamaan dalam relasi antar bangsa.

Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) secara tegas menyatakan bahwa **Rapat Pleno PBNU tidak sah** karena bertentangan dengan AD/ART serta mengabaikan arahan para kiai sepuh, memicu pertanyaan tentang legitimasi keputusan tersebut.

Menteri Agama Nasaruddin Umar menaruh harapan besar pada hasil Pleno PBNU untuk meredakan ketegangan internal. Keputusan penting ini diharapkan membawa keutuhan bagi organisasi Islam terbesar di Indonesia.

Penjabat (Pj) Ketua Umum PBNU Zulfa Mustofa menegaskan komitmennya untuk melakukan normalisasi dan konsolidasi internal organisasi, menjawab perbedaan pandangan demi soliditas jamiyah.

K.H. Zulfa Mustofa resmi ditetapkan sebagai Pj Ketum PBNU dalam Rapat Pleno Syuriyah, akan memimpin hingga Muktamar 2026. Siapa sosok pengganti Yahya Staquf ini?

Menurut Gus Nadir, NU sejak awal berdiri adalah jam’iyyah ulama, arah dan marwah organisasi seharusnya tetap berada di tangan Syuriah yang dipimpin Rais Aam.

Kiai Imam Jazuli menekankan bahwa NU sejak awal dirancang sebagai jam’iyah ulama yang menjunjung kepemimpinan keilmuan, bukan sekadar struktur administrasi.

Pondok Pesantren Krapyak Yogyakarta menegaskan **dukungan Ponpes Krapyak PBNU** terhadap kepemimpinan KH Miftachul Akhyar dan Yahya Cholil Staquf, menolak upaya penggantian pimpinan yang tidak sesuai AD/ART.

Pondok Pesantren Ali Maksum Krapyak DIY menyatakan dukungan penuh terhadap pleno PBNU pada 9-10 Desember 2025 untuk membahas pergantian Ketua Umum, demi menjaga stabilitas organisasi dan kemaslahatan Nahdliyin.
























