Jenderal ini Larang Einstein Ikut Campur Proyek Bom Atom
Jenderal ini menolak dengan tegas keikutsertaan Einstein dalam proyek Bom Atom Manhattan.

86 tahun yang lalu, tepatnya Agustus 1939, Albert Einstein mengirim sepucuk surat kepada Presiden AS Franklin D. Roosevelt. Surat tersebut ditandatangani dan ditulis oleh rekannya Leo Szilard.
Lalu apa isinya?
Ia memberitahukan bahwa Nazi Jerman sedang mengembangkan senjata nuklir yang mematikan. Pesan itu jelas bahwa Einstein meminta AS segera meneliti teknologi itu sebelum didahului Hitler.
Surat inilah yang memicu pendanaan awal riset nuklir AS, yang kemudian berkembang menjadi Proyek Manhattan. Usaha besar-besaran rahasia untuk membangun bom atom.
Ironisnya, ketika proyek ini benar-benar berjalan, dirinya tak diizinkan terlibat. Dikutip dari American Museum of Natural History, The Manhattan Project, Kamis (3/7), Leslie Groves, jenderal Angkatan Darat AS yang memimpin Proyek Manhattan, secara tegas menolak memberikan Einstein akses ke program tersebut.
Apa alasannya? Masalah keamanan nasional, katanya. Einstein bagi militer AS dan FBI, bukan sekadar sosok ilmuwan yang jenius.
Dia adalah aktivis perdamaian, penandatangan petisi anti-perang, pendukung serikat buruh, dan penganjur hak-hak sipil. Intinya, dia terlalu vokal. Sampai-sampai FBI mengawasi gerak-gerik Einstein bertahun-tahun.
Dalam penilaian pihak militer, Einstein memiliki terlalu banyak kontak dengan organisasi yang dianggap “front komunis.” Meski tidak pernah terbukti sebagai simpatisan Soviet, ia dicurigai tidak akan mau tunduk pada sensor ketat proyek rahasia.
Leslie Groves menilai bahwa Einstein adalah risiko keamanan. Seseorang yang bisa saja tanpa sengaja membocorkan rahasia strategis. Tak hanya dilarang bekerja di laboratorium proyek, Einstein juga dicegah untuk berkonsultasi dengan para ilmuwan Manhattan.
Para fisikawan seperti Oppenheimer dan Szilard diizinkan bekerja dengan akses penuh. Sementara Einstein sama sekali diblokir. Yang menyakitkannya adalah teori relativitas Einstein E=mc² adalah salah satu dasar ilmiah pengembangan senjata nuklir.
Setelah bom atom dijatuhkan di Hiroshima dan Nagasaki, Jepang, pada Agustus 1945, Einstein terkejut dan kecewa. Ia menyesal mendorong riset nuklir lewat surat 1939 itu.
Andai dia tahu Jerman akan kalah tanpa bom atom, ia enggan menulis surat itu. Pasca tragedi tersebut, dia kemudian menjadi salah satu kritikus nuklir paling vokal di dunia.





















:strip_icc()/kly-media-production/medias/5382314/original/023006700_1760577182-WhatsApp_Image_2025-10-15_at_23.02.34.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5476329/original/098209100_1768728369-IMG_4903.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5469235/original/018631400_1768099529-WhatsApp_Image_2026-01-11_at_09.32.24__1_.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5475865/original/031467900_1768665486-MU.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5476142/original/031022700_1768713983-WhatsApp_Image_2026-01-18_at_12.09.03.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5476114/original/032726800_1768713048-1000742504.jpg)





















