Menelusuri Anting Mewah Kuno Milik Cleopatra yang Masih Jadi Misteri
Anting-anting Cleopatra yang hilang masih menjadi misteri, namun penemuan arkeologi memberikan gambaran kemewahan perhiasan di masanya.

Cleopatra VII Philopator, ratu terakhir Mesir Ptolemaic, dikenal luas karena kecantikannya dan kecerdasannya. Namun, meskipun banyak yang telah diteliti tentang kehidupannya, lokasi anting-anting kuno miliknya masih menjadi misteri. Berbagai penemuan arkeologi terkait Cleopatra terus dilakukan, namun anting-anting tersebut belum ditemukan atau diidentifikasi secara pasti.
Sumber-sumber arkeologi yang ada saat ini lebih banyak membahas penemuan patung, terowongan misterius di makamnya, dan upaya untuk merekonstruksi wajahnya.
Namun, tidak ada informasi mengenai keberadaan anting-anting yang mungkin pernah dikenakan oleh Cleopatra. Hal ini menimbulkan rasa penasaran, di mana sebenarnya artefak berharga tersebut berada?
Sejak penemuan arkeologi di situs-situs yang berhubungan dengan Cleopatra, banyak informasi baru yang terungkap mengenai kehidupannya. Penemuan ini sering kali memicu perdebatan dan interpretasi yang berbeda di kalangan para ahli sejarah dan arkeolog.
Anting-Anting Cleopatra: Kecantikan yang Hilang
Cleopatra dikenal dengan perhiasan mewah yang mencerminkan status dan kekuasaannya. Sayangnya, hingga saat ini, anting-anting pribadi miliknya belum ditemukan. Penelitian yang dilakukan menunjukkan bahwa perhiasan di masa itu sangat beragam dan kaya akan desain.
Beberapa penemuan perhiasan dari periode yang sama, meskipun tidak secara langsung terkait dengan Cleopatra, memberikan gambaran tentang gaya dan kemewahan perhiasan yang ada pada masanya. Perhiasan ini sering kali terbuat dari emas dan dihiasi dengan batu permata yang indah.
Penemuan Arkeologi yang Menjanjikan
Salah satu penemuan penting adalah kota pelabuhan kuno Thonis-Heracleion yang ditemukan kembali pada tahun 2000 setelah tenggelam selama lebih dari 1.000 tahun. Penggalian di situs ini mengungkapkan berbagai artefak, termasuk perhiasan emas seperti anting-anting dan cincin, yang mencerminkan kemewahan perhiasan pada masa Cleopatra.
Selain itu, pada tahun 2022, tim arkeolog yang dipimpin oleh Kathleen Martinez menemukan terowongan misterius di bawah kuil di kota kuno Taposiris Magna, dekat Alexandria, Mesir. Meskipun terowongan ini belum mengarah langsung ke makam Cleopatra, penemuan ini menambah harapan untuk menemukan artefak pribadi sang ratu di masa depan.
Dr Martinez telah mencari makam Cleopatra selama hampir 20 tahun, dan menjelaskan dalam presentasinya bahwa ke-14 firaun Ptolemeus, mulai dari Alexander hingga Cleopatra, masih belum ditemukan.
Semua ahli Mesir setuju bahwa mereka semua dimakamkan di kota Alexandria kuno, yang sekarang terendam di Laut Mediterania.Dalam penelitiannya, Dr Martinez telah mempersempit pilihan lokasi makam Cleopatra, dan menyimpulkan bahwa kemungkinan besar makam tersebut berada di kuil Taposiris Magna, yang berarti 'makam agung Osiris'.
Peneliti telah mencari sesuatu untuk mendukung gagasan mereka bahwa selama lima abad, kuil tersebut telah didedikasikan untuk dewi Isis, tempat Cleopatra menyatakan dirinya sebagai reinkarnasi.
Salah satu artefak yang dimaksud adalah "lempengan pondasi", yang merupakan tablet batu sebesar 15 cm yang diletakkan di bawah batu-batu struktural utama. Artefak ini akan memberikan informasi penting tentang kapan dan mengapa kuil itu dibangun.





















:strip_icc()/kly-media-production/medias/5475928/original/032653900_1768693499-IMG-20260117-WA0238.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5475924/original/031054700_1768690698-IMG-20260117-WA0172.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5475812/original/099904100_1768657086-Serpihan.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5432495/original/005614800_1764809441-000_86ZV73K.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5462366/original/095961900_1767572953-5.jpg)























