Adab Safar yang Perlu Diperhatikan Muslim saat Mudik Lebaran
Simak adab safar atau perjalanan mudik Lebaran bagi Muslim, mulai dari persiapan sebelum berangkat hingga doa.

MudikLebaran merupakan tradisi tahunan yang dinantikan jutaan umat Muslim di Indonesia. Tak hanya soal perjalanan fisik, namun juga perjalanan spiritual. Persiapan matang baik materiil maupun spiritual sangat penting untuk memastikan perjalanan mudik yang aman, nyaman, dan penuh keberkahan.
Artikel ini akan membahas adab safar (perjalanan) yang dianjurkan dalam Islam, memberikan panduan lengkap bagi Anda yang hendak mudik Lebaran.Persiapan sebelum perjalanan mudik sangat krusial. Tidak hanya mengecek kondisi kendaraan dan merencanakan rute, namun juga mempersiapkan diri secara spiritual.
Sebelum Perjalanan: Mempersiapkan Diri Secara Holistik
Sebelum memulai perjalanan mudik, ada beberapa hal penting yang perlu diperhatikan. Pastikan semua urusan duniawi telah diselesaikan seperti membayar utang dan mengembalikan barang titipan.
Berpamitan kepada keluarga, kerabat, dan tetangga juga merupakan bagian penting dari adab safar, sebagai bentuk penghormatan dan kepedulian.
Selain itu, luangkan waktu untuk bertaubat kepada Allah SWT atas segala dosa dan kesalahan yang telah diperbuat. Momen mudik merupakan waktu yang tepat untuk membersihkan diri secara spiritual.
Terakhir, mintalah doa restu dari orang tua, guru, dan orang-orang yang dihormati. Doa restu mereka sangatlah bernilai dan akan memberikan keberkahan selama perjalanan.
Selama Perjalanan: Menjaga Akhlak dan Keselamatan
Selama perjalanan mudik, perbanyaklah berdoa. Doa orang yang sedang dalam perjalanan adalah doa yang mustajab. Bacalah doa-doa perjalanan yang diajarkan dalam Islam untuk memohon perlindungan dan keselamatan.
Hindari bepergian sendirian; bepergian bersama lebih aman dan saling mengingatkan dalam kebaikan. Jaga akhlak dan perilaku selama perjalanan. Hindari perbuatan yang tidak baik, seperti berkata kasar, bertengkar, atau mengganggu orang lain.
Menjaga kesucian diri juga penting, hindari perbuatan yang dapat menodai kesucian, seperti mendengarkan musik yang tidak Islami atau membawa anjing (kecuali anjing penjaga yang memang dibutuhkan).
Berhati-hatilah dalam berkendara dan patuhi peraturan lalu lintas. Istirahatlah secara berkala untuk menghindari kelelahan dan kecelakaan. Shalat dapat diqashar (dipendekkan) selama safar.
Doa dan Amalan Selama Perjalanan
Membaca doa perjalanan jauh dan doa naik kendaraan sangat dianjurkan. Salah satu doa yang bisa dibaca adalah "Bismillah," sebagai permulaan dan permohonan perlindungan Allah SWT.
Selain itu, membaca ayat kursi dan doa perlindungan seperti 'A'udzu billahi minasy-syaithanir-rajim' juga memberikan perlindungan dari bahaya. Memperbanyak dzikir seperti 'Subhanallah', 'Alhamdulillah', 'Allahu Akbar', atau 'La ilaha illallah' memberikan ketenangan hati dan keberkahan.
Menjaga kesehatan juga penting, dengan istirahat cukup, makanan bergizi, dan cukup minum. Pemudik boleh tidak berpuasa saat perjalanan, dengan syarat tertentu.
Setelah sampai di tujuan, bersyukurlah kepada Allah SWT atas keselamatan dan kelancaran perjalanan. Mudik lebaran bukan hanya sekadar perjalanan pulang kampung, tetapi juga momen untuk mempererat silaturahmi dengan keluarga dan sanak saudara.





















:strip_icc()/kly-media-production/medias/5382314/original/023006700_1760577182-WhatsApp_Image_2025-10-15_at_23.02.34.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5476329/original/098209100_1768728369-IMG_4903.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5469235/original/018631400_1768099529-WhatsApp_Image_2026-01-11_at_09.32.24__1_.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5475865/original/031467900_1768665486-MU.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5476142/original/031022700_1768713983-WhatsApp_Image_2026-01-18_at_12.09.03.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5476114/original/032726800_1768713048-1000742504.jpg)



















