Mahasiswa ITB Ungkap Dahsyatnya Ledakan Nuklir Iran Melebihi Ledakan Bom Atom Hiroshima
Berikut penjelasan mahasiswa ITB yang mengungkap dahsyatnya ledakan nuklir Iran jika terjadi.

Perang Israel-Iran berhasil menjadi sorotan dunia. Apalagi keduanya sama-sama memiliki fasilitas nuklir. Meskipun pemerintah Iran menyatakan bahwa tujuannya adalah untuk penggunaan sipil dan damai. Namun, AS dan Israel menuduh Iran mengembangkan senjata nuklir secara diam-diam.
Bahkan, Israel telah menewaskan ilmuwan nuklir terkemuka di Iran dalam serangannya pada Jumat (13/6). Terbaru, Amerika Serikat juga mengklaim telah melakukan serangan di tiga lokasi nuklir milik Iran.
Serangan dari Israel dan Amerika Serikat ini dapat menggambarkan bagaimana keduanya 'takut' akan fasilitas nuklir milik Iran. Padahal Badan Tenaga Atom Internasional (IAEA) beberapa waktu lalu menyatakan Iran tak menuju ke pembuatan senjata nuklir.
Lantas seberapa dahsyat nuklir milik Iran yang seolah menjadi 'momok menakutkan' sehingga dimusnahkan oleh Israel dan Amerika Serikat tersebut? Melansir dari akun TikTok aliftowew, Senin (23/6), simak ulasan informasinya berikut ini.
Mahasiswa ITB Ungkap Dasyatnya Ledakan Nuklir Iran Jika Terjadi

Seorang mahasiswa ITB tampak menyoroti perang Israel-Iran yang tengah memanas sejak Jumat (13/6) lalu. Alih-alih konflik, pemuda ini justru tertarik untuk membahas soal fasilitas nuklir yang dimiliki oleh Iran.
Terlebih sebelumnya Iran menjanjikan akan memberikan kejutan yang besar pada dunia. Melalui video singkat, pemuda ini lantas membongkar seberapa dahsyat sebenarnya nuklir Iran.
"Lihat ini, Presiden Iran menjanjikan bakal memberikan kejutan yang besar pada dunia dan bakal diingat selama berabad-abad. Kok aku curiganya ini bakal perang nuklir ya," jelasnya di awal video.
"Nah kita akan hitung sebenarnya seberapa besar energinya dan dampaknya seperti apa perang nuklir ini ya," tambahnya.
Nuklir Bisa Bereaksi Fisi 4%

Tidak tanggung-tanggung, pemuda ini membongkar energi nuklir menggunakan rumus yang paling terkenal. Ia juga menjelaskan bagaimana rumus itu dikerjakan.
"Jadi nuklir itu untuk menghitung energinya pakai rumus yang paling terkenal yaitu E = mc2. M di sini itu massa defect, makanya biasanya simbolnya Delta M. Jadi maksudnya apa massa de facto?," paparnya sembari memperlihatkan perhitungannya pada Tab miliknya.
"Jadi kalau misalnya Iran punya 50kg uranium 235, itu biasanya yang bereaksi fisi itu cuma 4%. By the way, waktu di Nagasaki Hiroshima itu cuma 1% an ya. Tapi karena ini makin modern, sekarang sudah bisa 4%," ungkapnya.
Reaksi Berantai

Belum berhenti di sana, pemuda yang bernama Alif ini kembali menjelaskan turunan dari rumus yang diberikan diawal. Di mana dikatakan bahwa nantinya ini akan menjadi reaksi berantai dan reaksi tersebut ada energinya.
"Artinya 50 dikali 4% itu 2 kilo uranium yang bereaksi fisi. 2 kilo itu gede banget. Ini ada segini atom nih 5 dikali 10 pangkat 24, nolnya ada 24. Miliiar itu nolnya ada sembilan, ini 24 atom yang membelah," paparnya.
"Nah reaksinya kayak gini nih, uranium ditembak dengan neutron dia tuh bakal menghasilkan Ba dan Kr dan ada 3 neutron. Nah makanya ini tiga neutron ini nanti bereaksi lagi dengan uranium. Makanya jadi reaksi berantai dan ada energinya," lanjutnya.
"Nah energi ini tuh ikat nuklir itu berasal dari massa juga, kata si Ansan tuh. Nah dan energi ini tuh yang massa cuma segini nih, cuma 0,091 yang diubah jadi energi tuh," tambah Alif.
Melebihi Ledakan Bom Atom di Hiroshima

Alif melanjutkan perhitungannya, hingga bertemu dengan angka yang fantastis. Dikatakan bahwa ledakan nuklir yang dicontohkannya itu akan setara dengan 39,2 kiloton TNT. Menariknya, angka tersebut melebihi ledakan bom atom di Hiroshima dan Nagasaki.
"Jadi dua kilo tadi dikali 0,091 cuma 1,82 gram yang menghasilkan energi ledak. Nah ini tinggal dikalikan dengan C kuadrat, kecepatan cahaya kuadrat. Jadi dapat segini nih energi nuklirnya 1,64 dikali 10 pangkat 14, ini nolnya ada 14 di belakang angka," jelasnya.
"Artinya sama kaya 39,2 kiloton TNT. Di Hiroshima itu cuma 15 kiloton TNT, Nagasaki cuma 21 kiloton TNT. (39,2 kiloton) segede apa? Kayak 100.000 mobil diledakin bebarengan," ungkapnya.
"Wah kalau misalnya ini di Monas, bakal sampai segini nih radiusnya, 19 kilo ini sampai loh ke Bandara Soekarno Hatta. Wow, jadi semoga dunia ini damai selalu ya," tutup Alif.
Jumlah Uranium Iran Menurut IAEA

Badan Energi Atom Internasional (IAEA) beberapa waktu lalu membeberkan data terbaru mengenai jumlah uranium yang dimiliki oleh Iran, pada Sabtu (31/5). Menurut data per 17 Mei seperti dilaporkan Associated Press, Iran telah memiliki jumlah stok uranium dengan kadar pemurnian 60% hingga 408,6 kilogram.
Jumlah tersebut bertambah sebanyak 133,8 kilogram dari laporan terakhir IAEA pada Februari 2025. Di mana pada Februari 2025, stok total uranium milik Iram sebanyak 274,8 kilogram.
Material uranium milik Iran ini sontak mendapat perhatian. Sebab, stok uranium tersebut diyakini selangkah lebih dekat dengan angka pemurnian 90%, level yang diperlukan untuk membuat bom nuklir.
"Iran adalah satu-satunya negara non-nuklir yang melakukan pengayaan uranium pada level itu," tegas Direktur Jenderal IAEA Rafael Mariano Grossi berulang kali.
Karena telah mendekati angka pemurnian, IAEA pun saat itu mendesak Teheran untuk mengubah kebijakannya. Selain itu, IAEA juga mendesak Teheran untuk patuh terhadap aturan main pengayaan uranium.





















:strip_icc()/kly-media-production/medias/5473406/original/018329500_1768441757-Real_Madrid_vs_Albacete_debut_Arbeloa-1.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5475371/original/033901300_1768585843-IMG_2590.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5474672/original/039878600_1768528837-WhatsApp_Image_2026-01-16_at_08.49.17.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/2982506/original/051530500_1575123274-BORGOL-Ridlo.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5357651/original/076578000_1758536150-616b3847-bf9b-4f66-9950-991a1c466855.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5475249/original/075022200_1768559374-Jenazah_warga_Pati_dibawa_menggunakan_perahu_menuju_pemakaman.png)




















