12 Persen ASN Dijabat Gen Z, Karakter dan Literasi Jadi Fondasi Hadapi Birokrasi Masa Depan
Karakter menjadi modal penting bagi para CPNS untuk mampu bekerja dengan integritas, empati, dan tanggung jawab.

Badan Kepegawaian Negara (BKN) merilis data terbaru mengenai jumlah Aparatur Sipil Negara (ASN) di Indonesia. Berdasarkan laporan per 1 September 2025, total ASN tercatat mencapai 5.359.209 orang. Data BKN mencatat ada sekitar 12 persen di antaranya adalah generasi Z, yang kini makin memperkuat wajah birokrasi.
Meski demikian, tantangan besar menghadang, reformasi birokrasi kini dituntut lebih adaptif seiring dengan digitalisasi layanan publik, sedangkan di sisi lain banyak ASN muda menghadapi kesenjangan kompetensi digital, adaptasi terhadap struktur birokrasi yang kaku, serta perbedaan etos kerja lintas generasi. Menyikapi tantangan tersebut, karakter menjadi fondasi utama bagi ASN dalam menjalankan perannya.
Direktur Pembelajaran Karakter dan Sosial Kultural di LAN, Deni Junanto pada Penutupan Pelatihan Dasar Calon Pegawai Negeri Sipil (Latsar CPNS) Angkatan 10, 11, 12, dan 13 Tahun 2025 menyampaikan, di tengah perubahan cepat dan ekspektasi masyarakat yang semakin tinggi, karakter menjadi modal penting bagi para CPNS untuk mampu bekerja dengan integritas, empati, dan tanggung jawab.
"Nilai dasar ASN BerAKHLAK harus menjadi pedoman dalam setiap tindakan. Nilai-nilai tersebut tidak sekadar jargon, tetapi prinsip kerja yang menentukan kualitas pelayanan publik. Setiap ASN harus memastikan nilai BerAKHLAK melekat dalam keseharian, karena dari sanalah kepercayaan publik dibangun," tegasnya.
Pada kesempatan tersebut, Deni menjelaskan terkait model pembelajaran Latsar yang kini menempatkan pembelajaran independen atau mandiri sebagai pendekatan utama. Namun, pendekatan ini juga membawa tantangan tersendiri, ia menyebutkan beberapa contoh tantangan tersebut, seperti kedisiplinan peserta dalam mengelola waktu belajar, kemampuan mengakses dan memahami modul digital secara mandiri, serta konsistensi dalam mengerjakan tugas berbasis pengalaman lapangan tanpa pengawasan langsung.
"Pembelajaran mandiri membutuhkan kemandirian berpikir, ketekunan, dan komitmen. Tantangan inilah yang harus dihadapi oleh para CPNS untuk mengasah kedewasaan profesional mereka. Sebagai generasi yang tumbuh dalam ekosistem digital, para CPNS memiliki tanggung jawab moral dalam menjaga kualitas ruang digital birokrasi, pentingnya pemahaman serta literasi digital yang baik agar ASN mampu bersikap selektif dan bijak dalam merespons perkembangan teknologi yang begitu cepat," ujarnya.
Tuntaskan Latsar
Ia berharap para CPNS yang telah menuntaskan Latsar dapat mengimplementasikan pembelajaran karakter, nilai dasar ASN, serta literasi digital dalam pelaksanaan tugas sehari-hari. Dengan demikian, generasi baru ASN dapat membawa wajah birokrasi yang lebih adaptif, berintegritas, dan berorientasi pada pelayanan masyarakat.
Sementara itu, dalam laporannya Analis Kebijakan Ahli Madya, Fani Heru Wismono,mengingatkan sekembali ke instansi masing-masing, setiap peserta harus menjadi agen perubahan yang tidak hanya melek teknologi, tetapi juga melek rasa, yang tidak hanya cepat bekerja, tetapi juga tepat melayani, yang tidak hanya pintar analisis, tetapi juga bijak bersikap.
Dalam kegiatan tersebut juga ,ditetapkan 3 peserta hasil terbaik serta predikat sangat memuaskan dari setiap angkatan dengan rincian sebagai berikut:
Rincian 3 Peserta Hasil Terbaik
Angkatan X Golongan II
Peringkat I : Putri Nilam Utami, A.Md. - ANRI
Peringkat II : Fahro Nur Fauzi, A.Md.Kom. - ANRI
Peringkat III : Cintantya Cahyanindita Hapsari, A.Md - ANRI
Angkatan X Golongan III
Peringkat I : Zhafira Koes Wahyuandari, S.Psi. - Kemenaker RI
Peringkat II : Shinta Milania Rohmany, S.I.P. - Kementerian PAN RB
Peringkat III : Alberta Yosintina Damayanti, S.H. - Kementerian PAN RB
Angkatan XI Golongan III
Peringkat I : Tri Purnamasari, S.Psi - ANRI
Peringkat II : Andre Ageng Wibowo, S.E - Kemenaker RI
Peringkat III : Salsa Anindya Restu, S.E. - ANRI
Angkatan XII Golongan III
Peringkat I : Helena Fauziah, S.Si. - Kemenaker RI
Peringkat II : Rian Firstanto, S.E - Kementerian PAN RB
Peringkat III : Veneza Rafa Aliyah, S.Stat - ANRI
Angkatan XIII Golongan III
Peringkat I : Arief Farhan Maulana, S.Stat. - Kementerian PAN RB
Peringkat II : Kiki Mandagi, S.T.- Kemenaker RI
Peringkat III : Annas Rofa'I Fadlan, S.T. - ANRI





















:strip_icc()/kly-media-production/medias/5474672/original/039878600_1768528837-WhatsApp_Image_2026-01-16_at_08.49.17.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/2982506/original/051530500_1575123274-BORGOL-Ridlo.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5357651/original/076578000_1758536150-616b3847-bf9b-4f66-9950-991a1c466855.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5475249/original/075022200_1768559374-Jenazah_warga_Pati_dibawa_menggunakan_perahu_menuju_pemakaman.png)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5158422/original/012721900_1741665141-kata-kata-untuk-stop-bullying.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5475190/original/073855700_1768554990-TPA_Benowo_mengubah_sampah_menjadi_energi_listrik.jpeg)

















