Anak Driver Ojol Dapat Beasiswa Pendidikan Teknologi, Belajar Coding HIngga Matematika
Kegiatan ini memberikan kesempatan bagi anak-anak untuk mencoba tiga kelas unggulan, Coding, Bahasa Inggris, dan Matematika.

Timedoor Academy Sentul City menggelar kegiatan sosial untuk memberdayakan masyarakat melalui pendidikan teknologi. Melalui program bertajuk 'Kelas Gratis untuk Anak Ojol', akademi ini mengajak lebih dari 25 anak dari komunitas driver ojek online (Gojek) untuk mengikuti kelas percobaan secara cuma-cuma.
Kegiatan ini memberikan kesempatan bagi anak-anak untuk mencoba tiga kelas unggulan, Coding, Bahasa Inggris, dan Matematika. Tidak hanya sekadar mencoba, anak-anak juga diajak merasakan pengalaman belajar interaktif dan menyenangkan bersama mentor profesional di bidangnya.
Sebagai bentuk apresiasi atas semangat belajar para peserta, Timedoor Academy memberikan beasiswa penuh selama 3 bulan kepada 3 anak terpilih. Mereka dinilai memiliki motivasi, antusiasme, dan potensi yang tinggi selama mengikuti kelas gratis.
"Kami percaya bahwa setiap anak, tanpa melihat latar belakang orang tuanya, berhak mendapatkan akses pendidikan berkualitas. Program ini adalah langkah awal kami untuk menjangkau lebih banyak anak Indonesia yang ingin belajar teknologi dan bahasa sejak dini," ujar perwakilan dari Timedoor Academy Sentul.
Antusiasme peserta sangat tinggi. Para orang tua pun menyambut baik kegiatan ini sebagai bentuk kepedulian nyata terhadap masa depan pendidikan anak-anak mereka.
"Anak saya sangat senang bisa ikut kelas coding. Katanya seru dan pengajarnya baik," ujar salah satu orang tua peserta, yang sehari-harinya bekerja sebagai driver Gojek di wilayah Sentul.
Beasiswa Pelaut
PT Pertamina International Shipping (PIS) bersama Pertamina Foundation memberi beasiswa Crew Talent Scouting (CTS) kepada 20 orang penerima untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) pelaut Indonesia.
"Sebanyak 20 talenta pelaut ini akan kami bina terus-menerus agar menjadi future-ready maritime leaders yang mampu mendukung peran strategis PIS dan Indonesia di dunia maritim," ujar Direktur Amada PIS, M Irfan Zainul Fikri dikutip dari Antara, Minggu (10/8).
Beasiswa yang diterima mencakup biaya pendidikan, pelatihan maupun sertifikasi, asuransi kesehatan, biaya wisuda, biaya hidup, serta uang saku.
Selain memberikan pendidikan gratis, mereka juga akan mendapatkan pengalaman berkontrak dan bekerja sebagai kru di kapal-kapal PIS.
Para penerima beasiswa terpilih telah melalui serangkaian seleksi ketat, mulai dari seleksi administrasi untuk menilai prestasi akademik dan nonakademik.
Kemudian, lima tahapan seleksi lanjutan, yakni Tes Potensi Akademik (TPA), Tes Kemampuan Bahasa Inggris (TOEIC), psikotes, medical check-up, dan wawancara psikologi.
"Pertamina Foundation menerima kepercayaan dari PIS untuk memastikan bahwa setiap tahapan seleksi dilakukan secara objektif, akuntabel, dan berorientasi pada kualitas," tutur Direktur Operasi Pertamina Foundation Gusman Adiwardhana.





















:strip_icc()/kly-media-production/medias/5480126/original/052038900_1769043330-PHOTO-2026-01-21-23-03-35.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5480091/original/039488600_1769035304-IMG_5560.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5480103/original/031715700_1769041871-IMG_5557.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/thumbnails/5480102/original/000777200_1769041088-pulang-dari-inggris-prabowo-kantongi-komitmen-investasi-rp90-triliun-3fab93.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5480101/original/078910000_1769040935-WhatsApp_Image_2026-01-22_at_07.13.03.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5382314/original/023006700_1760577182-WhatsApp_Image_2025-10-15_at_23.02.34.jpeg)
















