Fakta Unik: 5 dari 11 Daerah Kini Mandiri Kelola Angkutan! Kemenhub Ungkap Keberhasilan Program BTS Kemenhub
Lima dari 11 daerah di Indonesia telah mandiri mengelola Program BTS Kemenhub, menandakan keberhasilan skema pembelian layanan angkutan perkotaan ini. Bagaimana dampaknya?

Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mengumumkan bahwa lima dari 11 daerah di Indonesia kini telah mandiri dalam menjalankan program angkutan perkotaanBuy The Service (BTS). Ini merupakan langkah signifikan dalam pengembangan transportasi publik yang berkelanjutan di Tanah Air. Program ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas layanan angkutan umum dan mengurangi ketergantungan masyarakat pada kendaraan pribadi.
Sekretaris Direktorat Jenderal Perhubungan Darat Kemenhub, Ahmad Yani, menyampaikan informasi penting ini pada Senin (15/9) di Jakarta. Lima kota yang telah mengambil alih pengelolaan program tersebut adalah Denpasar, Banjarmasin, Medan, Bandung, dan Solo. Keberhasilan ini menunjukkan komitmen kuat pemerintah daerah dalam mendukung inisiatif transportasi publik.
Skema BTS adalah inisiatif Kemenhub untuk membeli layanan transportasi dari operator guna menyediakan angkutan umum yang lebih baik. Dana mandiri untuk program ini, seperti di Bali dan Banjarmasin, bersumber dari dana opsen pajak kendaraan. Hal ini memungkinkan daerah untuk lebih fleksibel dalam pengelolaan dan pengembangan layanan transportasi.
Peralihan Mandiri dan Sumber Pendanaan Inovatif
Ahmad Yani menjelaskan bahwa lima kota yang telah mengambil alih pengelolaan program BTS adalah Denpasar, Banjarmasin, Medan, Bandung, dan Solo. Peralihan ini menunjukkan kesiapan pemerintah daerah dalam mengelola angkutan perkotaan secara mandiri. Ini menjadi contoh positif bagi daerah lain untuk mengikuti jejak serupa dalam pengembangan transportasi.
Pendanaan mandiri untuk program ini di beberapa daerah, seperti Bali, bersumber dari dana opsen pajak kendaraan. Pemerintah provinsi dan kabupaten/kota di Bali bahkan “patungan” untuk membiayai angkutan umum tersebut. Konsep “saweran” dana opsen ini juga diterapkan di Banjarmasin dan Bandung, Jawa Barat, untuk mendukung keberlanjutan layanan.
Penggunaan dana opsen dari pajak kendaraan bermotor ini menjadi solusi inovatif untuk keberlanjutan program BTS. Dengan demikian, beban anggaran pusat dapat berkurang dan dialihkan untuk pengembangan di wilayah lain. Ini juga memperkuat otonomi daerah dalam pengelolaan dan peningkatan kualitas transportasi publik.
Meningkatkan Kualitas Angkutan Umum Ala TransJakarta
Program BTS dirancang untuk menciptakan angkutan umum perkotaan yang berkualitas, serupa dengan model TransJakarta. Tujuannya adalah menstimulus daerah agar memiliki sistem transportasi publik yang lebih baik dan terintegrasi. Ini diharapkan dapat menarik lebih banyak masyarakat untuk beralih dari kendaraan pribadi.
Skema pembelian layanan ini memungkinkan pemerintah untuk memastikan standar kualitas layanan yang tinggi dari operator. Hal ini mencakup aspek kenyamanan, keamanan, dan ketepatan waktu bagi penumpang. Dengan demikian, masyarakat dapat merasakan manfaat langsung dari peningkatan fasilitas transportasi umum.
Keberhasilan program ini dalam menstimulus daerah untuk mengambil alih pengelolaan menunjukkan dampak positifnya. “BTS beberapa daerah alhamdulillah sudah mengambil alih BTS yang tadinya kita memang hanya melakukan program ini untuk menstimulus bagaimana meng-create angkutan umum yang lebih baik atau yang hampir sama dengan Transjakarta,” ucap Yani. Ini adalah langkah maju dalam modernisasi transportasi perkotaan di Indonesia.
Ekspansi Program dan Harapan ke Depan
Pada tahun 2024, program BTS melayani 11 kota dengan total anggaran mencapai Rp437,89 miliar. Kota-kota tersebut meliputi Palembang, Medan, Denpasar, Surakarta, Yogyakarta, Makassar, Banyumas, Banjarmasin, Bandung, Surabaya, dan Balikpapan. Cakupan yang luas ini menunjukkan komitmen pemerintah dalam pemerataan akses transportasi publik.
Dengan penyerahan pengelolaan kepada pemerintah daerah, Kemenhub berharap alokasi subsidi dapat dialihkan ke wilayah lain. Lima lokasi lanjutan yang akan diprioritaskan adalah Banyumas, Manado, Balikpapan, Bekasi, dan Depok. Untuk tahun depan, subsidi layanan angkutan perkotaan BTS tahun anggaran 2026 telah disiapkan senilai Rp82,67 miliar.
Melalui program ini, terjadi pergeseran penggunaan transportasi dari kendaraan roda dua ke angkutan umum BTS. Pergeseran ini diharapkan dapat mengurangi kemacetan, polusi udara, dan meningkatkan efisiensi mobilitas perkotaan. Ini adalah indikator keberhasilan program dalam mengubah perilaku transportasi masyarakat secara positif.
Sumber: AntaraNews


























:strip_icc()/kly-media-production/medias/5523436/original/088155600_1772816651-1001064690.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5523431/original/011866200_1772816106-260254.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5211473/original/020366100_1746581539-hansi.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5519603/original/021723700_1772587901-AP26062748359237.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5343404/original/006730000_1757415749-14689.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5523402/original/083790500_1772811975-IMG_2172.jpeg)


















