Fakta Unik Konsolidasi BUMN: Pertamina Siap Kaji Perampingan Bisnis Bersama Danantara
Wacana Konsolidasi BUMN oleh Danantara menjadi sorotan. Pertamina menyatakan kesiapan untuk mengkaji perampingan bisnis demi fokus pada core business. Apa dampaknya bagi BUMN?

Wacana besar konsolidasi Badan Usaha Milik Negara (BUMN) oleh Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) mulai mendapat tanggapan serius dari berbagai pihak. PT Pertamina (Persero) melalui Direktur Transformasi dan Keberlanjutan Bisnis, Agung Wicaksono, menyatakan kesiapan untuk melakukan kajian bersama. Langkah ini bertujuan merampingkan jumlah BUMN dan anak usahanya secara signifikan demi efisiensi.
Rencana perampingan ini diungkapkan oleh Chief Operating Officer (COO) Danantara Indonesia, Dony Oskaria, pada Juni 2025. Dari total lebih dari 800 perusahaan BUMN beserta anak usahanya, targetnya adalah menyusutkan menjadi sekitar 200 entitas saja. Tujuannya agar setiap BUMN dapat kembali fokus pada bisnis inti atau core business masing-masing.
Agung Wicaksono menegaskan bahwa Pertamina akan mengikuti arahan Danantara dalam strategi besar ini. Tiga pilar utama yang akan menjadi fokus adalah restructuring, business streamlining, dan business development. Inisiatif ini diharapkan dapat menjadikan perusahaan-perusahaan BUMN lebih sehat dan kuat di masa depan, serta meningkatkan kontribusi mereka terhadap perekonomian nasional.
Mendalami Strategi Perampingan Bisnis BUMN
Konsep Konsolidasi BUMN yang diusung Danantara bertujuan untuk meningkatkan efisiensi dan daya saing perusahaan negara. Dony Oskaria menekankan pentingnya setiap BUMN kembali ke core business mereka agar tidak terjadi diversifikasi bisnis yang terlalu luas dan tidak relevan. Ini akan membantu BUMN lebih fokus pada area keahlian utamanya.
Pertamina, misalnya, yang memiliki bisnis inti di sektor minyak dan gas, saat ini juga mengelola rumah sakit bahkan agen perjalanan. Agung Wicaksono mengakui bahwa upaya perampingan ini merupakan bagian dari transformasi yang tepat. Model bisnis lama yang mengharuskan pembentukan perusahaan baru untuk setiap eksplorasi lapangan minyak baru mungkin sudah tidak lagi relevan dengan kondisi saat ini.
Dengan fokus pada core business, diharapkan BUMN dapat mengalokasikan sumber daya lebih efektif dan efisien. Ini akan memperkuat posisi mereka di pasar dan meningkatkan kontribusi terhadap perekonomian nasional. Proses Konsolidasi BUMN ini diharapkan membawa dampak positif jangka panjang bagi kesehatan finansial dan operasional perusahaan.
Kajian Mendalam untuk Aset Non-Inti Pertamina
Terkait aset yang tidak masuk dalam core business Pertamina, seperti RS Pertamina, kajian mendalam sedang dilakukan. Agung Wicaksono menyebutkan bahwa pemegang saham dari holding PT Pertamina Bina Medika IHC dan Danantara sedang berdiskusi secara intensif. Mereka akan menentukan langkah selanjutnya untuk entitas-entitas ini agar sesuai dengan visi Danantara.
Diskusi ini mencakup evaluasi apakah aset-aset tersebut akan dialihkan, dijual, atau dikelola oleh pihak lain yang lebih sesuai. Tujuannya adalah memastikan bahwa setiap unit bisnis BUMN beroperasi secara optimal dan tidak membebani bisnis inti. Upaya Konsolidasi BUMN ini juga mencakup peninjauan ulang portofolio aset secara komprehensif.
Mantan Deputi Bidang Pendanaan dan Investasi Otoritas Ibu Kota Nusantara (OIKN) ini menekankan pentingnya sinergi dan analisis yang cermat dalam setiap keputusan. Keputusan yang diambil akan didasarkan pada data dan proyeksi yang akurat. Ini untuk mendukung visi Danantara dalam menciptakan BUMN yang lebih ramping dan fokus pada kompetensi utamanya.
Dampak dan Harapan dari Konsolidasi BUMN
Konsolidasi BUMN diharapkan membawa dampak signifikan terhadap kesehatan finansial perusahaan negara secara keseluruhan. Dengan menghilangkan unit bisnis non-inti, beban operasional dapat berkurang secara drastis. Hal ini memungkinkan BUMN untuk berinvestasi lebih banyak pada area yang menjadi keahlian utama mereka, mendorong inovasi dan pertumbuhan.
Selain itu, fokus pada core business akan meningkatkan kapabilitas dan inovasi BUMN di sektor masing-masing. BUMN akan lebih gesit dalam menghadapi tantangan pasar dan persaingan global yang semakin ketat. Ini juga berpotensi menarik lebih banyak investasi dari pihak swasta yang mencari mitra dengan portofolio yang jelas dan terarah.
Proses ini memang memerlukan waktu dan koordinasi yang kuat antara berbagai pihak, termasuk pemerintah, manajemen BUMN, dan Danantara. Namun, jika berhasil, restrukturisasi ini akan menciptakan ekosistem BUMN yang lebih efisien dan kompetitif. Harapannya, Konsolidasi BUMN akan menjadi tonggak penting dalam reformasi perusahaan negara di Indonesia.
Keberhasilan program Konsolidasi BUMN ini juga akan sangat bergantung pada implementasi yang transparan dan akuntabel. Komunikasi yang baik dengan seluruh pemangku kepentingan, termasuk karyawan, juga menjadi kunci utama. Dengan demikian, proses transformasi ini dapat berjalan lancar dan mencapai tujuan yang diharapkan, yaitu BUMN yang kuat dan berdaya saing global.
Sumber: AntaraNews





















:strip_icc()/kly-media-production/medias/5382314/original/023006700_1760577182-WhatsApp_Image_2025-10-15_at_23.02.34.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5476329/original/098209100_1768728369-IMG_4903.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5469235/original/018631400_1768099529-WhatsApp_Image_2026-01-11_at_09.32.24__1_.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5476365/original/034456100_1768732998-WhatsApp_Image_2026-01-17_at_15.59.35.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5475865/original/031467900_1768665486-MU.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5476142/original/031022700_1768713983-WhatsApp_Image_2026-01-18_at_12.09.03.jpeg)












