Indonesia Optimistis Capai Target Wisman 2026 hingga 17,6 Juta Kunjungan
Pemerintah Indonesia optimistis dapat mencapai Target Wisman 2026 sebanyak 16 juta-17,6 juta kunjungan, didukung berbagai strategi penguatan sektor pariwisata.

Pemerintah Indonesia menunjukkan optimisme tinggi dalam mencapai target kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) pada tahun 2026. Target ambisius sebanyak 16 juta hingga 17,6 juta kunjungan wisman telah ditetapkan. Optimisme ini didasari oleh capaian positif sektor pariwisata di tahun sebelumnya.
Selain jumlah kunjungan, pemerintah juga membidik peningkatan signifikan pada pendapatan devisa. Target devisa ditetapkan antara Rp22 miliar sampai Rp24,7 miliar. Kontribusi sektor pariwisata terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) juga diharapkan naik menjadi 4,5 hingga 4,7 persen.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyampaikan keyakinan ini usai Rapat Koordinasi Kepariwisataan. Rapat tersebut berlangsung di Kantor Kementerian Pariwisata Jakarta pada hari Senin (12/1). Seluruh kementerian/lembaga terkait menyatakan kesiapan untuk mendukung pencapaian target.
Strategi Akselerasi Infrastruktur dan Konektivitas
Dalam rangka mencapai target kunjungan wisman yang ambisius, pemerintah telah menyepakati beberapa pilar utama. Salah satunya adalah akselerasi infrastruktur dan konektivitas di seluruh wilayah Indonesia. Langkah ini menjadi krusial untuk mempermudah akses wisatawan.
Upaya ini mencakup dorongan konektivitas antar bandara yang sudah ada dengan bandara-bandara baru yang dibuka. Selain itu, pemerintah pusat dan daerah akan bekerja sama. Program-program bersama akan difokuskan pada destinasi prioritas.
Peningkatan konektivitas diharapkan dapat membuka lebih banyak pintu masuk bagi wisman. Hal ini juga akan mendistribusikan kunjungan wisatawan secara lebih merata. Destinasi-destinasi unggulan akan semakin mudah dijangkau.
Penyederhanaan Akses Masuk dan Transformasi Tata Kelola
Pemerintah juga berencana menyederhanakan akses masuk bagi wisatawan mancanegara. Salah satu langkah konkret adalah mengevaluasi kebijakan Visa Kunjungan Wisman. Tujuannya adalah untuk menciptakan kemudahan bagi calon pengunjung.
Selain itu, transformasi tata kelola dan digitalisasi sektor pariwisata juga menjadi fokus utama. Perbaikan ekosistem penyelenggaraan kegiatan di berbagai daerah akan dilakukan. Ini termasuk penerapan perizinan terintegrasi yang lebih efisien.
Penguatan standar keselamatan melalui asuransi pariwisata juga menjadi perhatian. Langkah ini bertujuan untuk memberikan rasa aman dan nyaman bagi wisatawan. Kebijakan ini diharapkan meningkatkan kepercayaan wisman untuk berkunjung.
Peningkatan Kualitas SDM dan Pembiayaan Pariwisata
Peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) di sektor pariwisata menjadi prioritas. Program upskilling ditargetkan untuk 400 ribu orang per tahun. Ini bertujuan meningkatkan daya saing tenaga kerja pariwisata Indonesia.
Untuk menjamin keberlanjutan fiskal, pemerintah akan membentuk Indonesia Quality Tourism Fund (IQTF). Dana ini diharapkan dapat mendukung berbagai inisiatif pengembangan pariwisata. Keberadaan IQTF akan memastikan pendanaan yang stabil.
Pemerintah juga memberikan insentif pajak penghasilan ditanggung pemerintah (PPh DTP). Insentif ini diberikan kepada para tenaga kerja pariwisata. Kebijakan ini berlaku untuk tahun 2025-2026 sebagai bentuk dukungan.
Capaian dan Proyeksi Positif Sektor Pariwisata
Hingga kuartal III tahun 2025, kontribusi sektor pariwisata terhadap PDB telah mencapai 3,96 persen. Angka ini menunjukkan pertumbuhan yang stabil dan signifikan. Devisa pariwisata pada periode yang sama juga mencapai 13,82 miliar dolar AS.
Total penyerapan tenaga kerja di sektor pariwisata mencapai 25,91 juta orang. Ini mengindikasikan bahwa sektor ini menjadi penyedia lapangan kerja yang besar. Per November 2025, jumlah total kunjungan wisman mencapai 13,98 juta.
Rata-rata pengeluaran wisman per kedatangan (average spending per arrival) tercatat 1.259 dolar AS pada kuartal III-2025. Kunjungan wisman tertinggi berasal dari Malaysia (17,3%), Australia (11,3%), Singapura (10,5%), dan China (8,8%). Data ini menjadi dasar optimisme pemerintah.
Sumber: AntaraNews





















:strip_icc()/kly-media-production/medias/5473406/original/018329500_1768441757-Real_Madrid_vs_Albacete_debut_Arbeloa-1.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5475371/original/033901300_1768585843-IMG_2590.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5474672/original/039878600_1768528837-WhatsApp_Image_2026-01-16_at_08.49.17.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/2982506/original/051530500_1575123274-BORGOL-Ridlo.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5357651/original/076578000_1758536150-616b3847-bf9b-4f66-9950-991a1c466855.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5475249/original/075022200_1768559374-Jenazah_warga_Pati_dibawa_menggunakan_perahu_menuju_pemakaman.png)













