Menkeu Purbaya: Magang Nasional Harus Sasar Lulusan SMK, Dorong Pertumbuhan Ekonomi
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengusulkan agar program Magang Nasional diperluas untuk lulusan SMK. Hal ini dinilai krusial demi peningkatan serapan tenaga kerja dan pertumbuhan ekonomi nasional.

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa secara tegas mengusulkan perluasan cakupan program Magang Nasional. Usulan ini menyasar agar lulusan sekolah menengah kejuruan (SMK) turut menjadi bagian dari program strategis tersebut. Pernyataan ini disampaikan Purbaya dalam Rapat Kerja dengan Komisi XI DPR RI di Jakarta pada hari Kamis, 27 November.
Langkah ini diambil sebagai upaya nyata untuk mengatasi kesenjangan perhatian terhadap serapan tenaga kerja. Selama ini, fokus program magang lebih condong pada lulusan vokasi atau perguruan tinggi. Purbaya menekankan pentingnya pemerataan kesempatan bagi seluruh jenjang pendidikan.
Menurutnya, penciptaan lapangan kerja yang memadai bagi lulusan SMK menjadi prioritas utama. Perhatian tidak hanya pada sisi suplai tenaga kerja, melainkan juga pada peningkatan permintaan. Hal ini diharapkan dapat mempercepat penyerapan tenaga kerja di berbagai sektor industri.
Pentingnya Perhatian Lebih untuk Lulusan SMK dalam Magang Nasional
Purbaya menyoroti bahwa lulusan SMK merupakan sumber suplai tenaga kerja yang signifikan. Ia merasa perlu ada perhatian khusus terhadap kelompok ini dalam program Magang Nasional. Usulan ini akan disampaikan kepada Kementerian Ketenagakerjaan untuk dikaji lebih lanjut.
Fokus kebijakan saat ini dinilai lebih banyak mengarah pada lulusan vokasi atau perguruan tinggi. Padahal, lulusan SMK memiliki potensi besar untuk mengisi berbagai posisi strategis. Integrasi mereka ke dalam program magang akan memperkaya pengalaman praktis.
Lebih mendasar lagi, Purbaya menekankan pentingnya penciptaan lapangan kerja bagi lulusan SMK. Ini berarti perhatian tidak hanya pada ketersediaan tenaga kerja, tetapi juga pada peningkatan permintaan dari pasar. Keseimbangan ini krusial untuk penyerapan optimal.
Peran Pertumbuhan Ekonomi dalam Penyerapan Tenaga Kerja
Purbaya menjelaskan bahwa perbaikan dari sisi permintaan tenaga kerja harus didukung oleh kinerja perekonomian yang kuat. Ia menolak anggapan bahwa pertumbuhan ekonomi 5 persen sudah optimal bagi Indonesia. Angka tersebut dianggap belum cukup untuk menyerap seluruh tenaga kerja.
Untuk dapat menyerap tenaga kerja yang memasuki usia produktif secara optimal, pertumbuhan ekonomi harus dijaga pada level 6-7 persen. Jika target ini tercapai, Purbaya yakin lulusan SMK akan lebih mudah mendapatkan pekerjaan. Ini akan menciptakan ekosistem ketenagakerjaan yang lebih sehat.
Oleh karena itu, Purbaya menaruh harapan besar pada berbagai program yang dijalankan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Program-program ini diharapkan dapat mendorong pertumbuhan ekonomi ke level yang diinginkan. Optimalisasi investasi dan belanja pemerintah menjadi kunci utama.
"Kami harap dengan program-program yang dijalankan oleh Presiden Prabowo dalam perbaikan investasi dan optimalisasi belanja pemerintah, optimalisasi manajemen fiskal dan moneter, harusnya kita bisa lebih baik lagi," ujar Purbaya. Pernyataan ini menunjukkan optimisme terhadap kebijakan ekonomi mendatang.
Program Magang Nasional 2025 sendiri menargetkan 100.000 peserta dari lulusan perguruan tinggi. Kementerian Ketenagakerjaan telah membuka pelaksanaan Magang Nasional tahap III. Sebelumnya, sekitar 80 ribu lulusan telah terserap pada tahap I dan II.
Pembukaan Magang Nasional tahap III melalui platform MagangHub ditargetkan pada 15 Desember 2025. Perusahaan dan instansi pemerintah sudah dapat mengajukan lowongan yang dibuka.
Sumber: AntaraNews





















:strip_icc()/kly-media-production/medias/5473406/original/018329500_1768441757-Real_Madrid_vs_Albacete_debut_Arbeloa-1.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5475371/original/033901300_1768585843-IMG_2590.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5474672/original/039878600_1768528837-WhatsApp_Image_2026-01-16_at_08.49.17.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/2982506/original/051530500_1575123274-BORGOL-Ridlo.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5357651/original/076578000_1758536150-616b3847-bf9b-4f66-9950-991a1c466855.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5475249/original/075022200_1768559374-Jenazah_warga_Pati_dibawa_menggunakan_perahu_menuju_pemakaman.png)























