Menko Airlangga: Komitmen Pendanaan JETP Bagi RI Naik Jadi USD 21,4 Miliar
Tambahan dana tersebut menunjukkan konsistensi dan keyakinan komunitas internasional terhadap strategi transisi energi Indonesia.

Menko Airlangga: Komitmen Pendanaan JETP Bagi RI Naik Jadi USD 21,4 MiliarMenteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto menyebut bahwa komitmen pendanaan untuk program Just Energy Transition Partnership (JETP) bagi Indonesia resmi meningkat dari USD 20 miliar menjadi USD 21,4 miliar.
Kenaikan ini disampaikan dalam rapat koordinasi terbaru yang dipimpin Menko Airlangga yang dihadiri oleh oleh perwakilan dari duta besar negara-negara yang masuk dalam International Partner Group. Perwakilan Uni Eropa dari Glasgow Financial Alliance.
Kemudian dari ASEAN Development Bank, World Bank, dan Geisel Software International dan beberapa duta besar hadir dari EU, dari Inggris, kemudian juga dari Denmark.
"Kemudian perwakilan dari pimpinan Just Energy Transition Partnership, yaitu dari Jerman dan Jepang. Kemudian juga hadir dari Itali. Kemudian juga dari Perancis, dari Kanada. Dan dari UK tadi sudah. Nah kemudian tadi dibahas komitmen kembali JETP," kata Menko Airlangga dalam konferensi pers, di kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta, Jumat (5/12).
Lebih lanjut, Airlangga menyampaikan bahwa tambahan dana tersebut menunjukkan konsistensi dan keyakinan komunitas internasional terhadap strategi transisi energi Indonesia.
"Komitmennya USD 20 miliar dan sekarang sudah meningkat menjadi USD 21,4 miliar," ujarnya.
Airlangga menjelaskan, dari total komitmen USD 21,4 miluar tersebut, senilai USD 11 miliar berasal dari International Partner Group (IPG), sementara USD 10 miliar lainnya disalurkan melalui skema Defence.
Bukti Kepercayaan Dunia Internasional
Pembesaran komitmen pendanaan ini dinilai sebagai langkah penting dalam mempercepat agenda energi bersih, sekaligus menjadi sinyal positif bagi investor global.
Airlangga menegaskan bahwa peningkatan dana ini menandai kepercayaan internasional yang semakin kuat terhadap kapasitas Indonesia dalam mengembangkan proyek-proyek energi terbarukan.
"Ini menunjukkan kuatnya kepercayaan internasional terhadap proyek-proyek renewable di Indonesia," ujarnya.
Realisasi dan Pipeline Pembiayaan Mulai Menguat
Lebih lanjut, Airlangga menyampaikan, dari total dana yang telah dikomitmenkan, sebanyak USD 3,1 miliar telah masuk tahap mobilisasi melalui skema JETP.
Selain itu, sebesar USD 5,5 miliar saat ini sedang dalam proses negosiasi untuk mendukung proyek-proyek konkret di sektor energi bersih. Hal ini menunjukkan bahwa pendanaan JETP tidak hanya berhenti pada komitmen, tetapi telah bergerak menuju implementasi.
"Dan dana yang dari USD 20 miliar yang sudah dimobilisasi adalah USD 3,1 miliar. Dengan skema JETP dan USD 5,5 miliar lagi sedang dalam proses negosiasi untuk proyek-proyek konkret," pungkasnya.





















:strip_icc()/kly-media-production/medias/5482654/original/086495400_1769236414-IMG-20260120-WA0263.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5482729/original/023793800_1769243155-IMG_6069.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5482983/original/091728200_1769312614-WhatsApp_Image_2026-01-25_at_09.59.56.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5482402/original/054602000_1769182507-lula_lahfah.png)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5368344/original/032314400_1759374030-M7_World_Championship_01.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5331907/original/052529600_1756451385-sahroni.jpg)














