Ombudsman-Pertamina Uji Petik Pangkalan Tabung LPG 3 Kg, Begini Hasilnya
Pimpinan Ombudsman RI, Yeka Hendra Fatika menilai pelayanan dan pelaksanaan distribusi di pangkalan tersebut telah memenuhi SOP.

Ombudsman Republik Indonesia dan Pertamina Patra Niaga menguji petik terhadap salah satu pangkalan tabung LPG 3 Kg di Kelurahan Mentaos, Banjarbaru, Kalimantan Selatan. Langkah ini dilakukan agar distribusi tabung gas bersubsidi tersebut tepat sasaran dan sesuai ketentuan.
Pimpinan Ombudsman RI, Yeka Hendra Fatika menilai pelayanan dan pelaksanaan distribusi di pangkalan tersebut telah memenuhi standar operasional prosedur (SOP) dari sisi kualitas maupun sasaran.
"Kami senang melihat pangkalan ini karena SOP dilaksanakan dengan baik. Hasil pengecekan tabung menunjukkan konsistensi berat di angka 8 Kg, artinya sesuai standar dengan berat tabung kosong 5 Kg dan isi LPG 3 Kg,” ujar Yeka dikutip dari Antara, Jumat (1/7).
Dia juga menambahkan distribusi LPG dilakukan secara konsisten dengan segmentasi yang jelas antara rumah tangga dan pelaku usaha mikro yang mayoritas konsumen merupakan rumah tangga, menunjukkan subsidi menjangkau kelompok yang tepat.
Selain itu, harga jual LPG di pangkalan juga sesuai dengan harga eceran tertinggi (HET), yaitu Rp18.500 per tabung.
"Tidak ditemukan penjualan di atas harga tersebut, ini mencerminkan bahwa masyarakat mendapatkan pelayanan yang baik," ungkap Yeka.
Komitmen Pertamina
Saat kunjungan itu, Direktur Pemasaran Regional Pertamina Patra Niaga Eko Ricky Susanto menyatakan komitmen perusahaan dalam menjaga ketepatan sasaran distribusi melalui program Subsidi Tepat.
"Kami mengucapkan terima kasih kepada Ombudsman RI atas dukungan dan pengawasan terhadap tata kelola distribusi LPG 3 Kg. Ini menjadi penguat bagi kami untuk terus meningkatkan pelayanan," kata Eko.
Eko juga menuturkan Pertamina Patra Niaga telah menerapkan digitalisasi distribusi melalui Merchant Apps yang terintegrasi guna memastikan subsidi energi digunakan oleh konsumen sesuai kriteria seperti rumah tangga, usaha mikro, nelayan, dan petani sasaran.
"Kami terbuka terhadap masukan Ombudsman RI demi penyempurnaan sistem distribusi LPG bersubsidi. Ke depan, kami siap bersinergi dalam kunjungan bersama ke berbagai wilayah agar distribusi tidak hanya tepat sasaran, tetapi juga terjamin dari sisi stok dan pelayanan," tutupnya.
Langkah ini merupakan bagian dari komitmen Pertamina Patra Niaga dalam mendukung kebijakan pemerintah menyalurkan energi bersubsidi secara adil dan transparan.





















:strip_icc()/kly-media-production/medias/5483341/original/030961800_1769382685-Pembangunan_di_atas_danau_di_Depok.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/679846/original/ilustrasi-penganiayaan-140520-andri.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5483329/original/055706900_1769381070-Eks_Napiter_di_Lampung_berinisial_JMD.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5483328/original/072840600_1769380392-Direktur_Reskrimum_Polda_Sumut__Kombes_Pol_Ricko_Taruna_Mauruh.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5483288/original/073482700_1769357867-000_93XG7YK.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5483285/original/058893000_1769356791-Screenshot_20260125_221700_Instagram.jpg)
















