Omzet Kerajinan Bambu Lebak Meroket: Perajin Raup Jutaan Rupiah Selama Libur Nataru 2026
Para perajin kerajinan bambu di Lebak, Banten, mengalami peningkatan omzet signifikan hingga jutaan rupiah berkat tingginya permintaan konsumen selama periode Natal dan Tahun Baru 2026.

Omzet Kerajinan Bambu Lebak Meroket: Perajin Raup Jutaan Rupiah Selama Libur Nataru 2026
Kabupaten Lebak, Banten, kembali menunjukkan potensi ekonomi kreatifnya. Para pelaku usaha kerajinan bambu di wilayah ini mencatat peningkatan omzet yang signifikan selama musim libur Natal dan Tahun Baru 2026. Lonjakan permintaan dari konsumen menjadi pendorong utama di balik kesuksesan ini, membawa angin segar bagi perekonomian lokal.
Peningkatan omzet ini dirasakan langsung oleh perajin seperti Kholil (40) dan Yusuf (35), warga Curugbitung, Lebak. Mereka berhasil meraup pendapatan hingga jutaan rupiah hanya dalam sepekan terakhir. Kondisi ini jauh melampaui pendapatan mereka pada hari-hari biasa, menandakan daya tarik kuat produk kerajinan bambu Lebak di pasaran.
Fenomena ini tidak hanya menunjukkan geliat ekonomi di tingkat perajin, tetapi juga menyoroti peran penting kerajinan bambu sebagai tulang punggung ekonomi masyarakat setempat. Dukungan dari pemerintah daerah melalui berbagai program pembinaan turut berkontribusi dalam mengembangkan kemandirian dan inovasi para pelaku ekonomi kreatif ini.
Peningkatan Permintaan Dorong Omzet Perajin Bambu
Kholil, seorang perajin bambu dari Curugbitung, mengungkapkan bahwa omzet penjualannya melonjak drastis. Sejak sepekan terakhir, pendapatan Kholil mencapai Rp8 juta, meningkat tajam dari rata-rata Rp1 juta pada hari-hari biasa. Peningkatan omzet ini didorong oleh banyaknya permintaan konsumen yang mencari produk kerajinan bambu unik.
Hal serupa dialami oleh Yusuf, perajin bambu lainnya yang juga difabel. Ia mengaku omzetnya meningkat hingga Rp7,5 juta selama periode Natal dan Tahun Baru, dari sebelumnya sekitar Rp1 juta. Peningkatan pendapatan ini sangat membantu ekonomi keluarganya, terutama setelah ia mengalami kecacatan pada kaki kiri akibat kecelakaan.
Kedua perajin ini telah menggeluti usaha kerajinan bambu selama bertahun-tahun, dengan Kholil selama empat tahun dan Yusuf sekitar lima tahun. Mereka berdua telah membuktikan bahwa dengan ketekunan dan inovasi, kerajinan bambu dapat menjadi sumber penghidupan yang menjanjikan.
Aneka Produk Kerajinan Bambu Lebak yang Diminati
Produk kerajinan bambu dari Lebak sangat beragam dan inovatif, menarik minat banyak pembeli. Kholil menyebutkan beberapa produk unggulannya, antara lain baki atau tampan untuk tempat buah, makanan, minuman air mineral, tisu, kipas angin, tempat nasi, keranjang parcel, boboko, lampion, asbak rokok, hingga miniatur perahu pinisi, miniatur sepeda motor moge, dan miniatur gudang leuit.
Semua produk ini dibuat menggunakan bahan baku bambu yang melimpah di daerah tersebut. Kualitas produk dijaga dengan baik karena proses pembuatannya masih mengandalkan peralatan tradisional. Hal ini memberikan nilai tambah tersendiri bagi kerajinan bambu Lebak.
Harga jual produk kerajinan bambu ini bervariasi, tergantung pada mutu dan kualitas barangnya. Konsumen dapat menemukan produk mulai dari Rp15 ribu hingga Rp450 ribu, menawarkan pilihan yang luas sesuai dengan kebutuhan dan anggaran.
Peran Pemerintah dalam Mengembangkan Ekonomi Kreatif Bambu
Pemerintah Kabupaten Lebak tidak tinggal diam melihat potensi ekonomi kreatif bambu ini. Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Lebak, Imam Suangsa, menyatakan bahwa pemerintah daerah secara rutin menyelenggarakan pelatihan aneka kerajinan bambu.
Pelatihan ini bertujuan untuk membekali masyarakat dengan keterampilan, mendorong kemandirian hidup, dan mewujudkan ekonomi kreatif. Dengan demikian, diharapkan dapat membantu mengendalikan tingkat kemiskinan di wilayah tersebut.
Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Lebak berkomitmen untuk mengoptimalkan pembinaan dan pelatihan ekonomi kreatif. Tujuannya adalah agar masyarakat dapat terus memproduksi aneka kerajinan bambu dan membangkitkan ekonomi lokal secara berkelanjutan.
Sumber: AntaraNews





















:strip_icc()/kly-media-production/medias/5474567/original/045852200_1768486517-1000651852.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5474537/original/056082100_1768484276-PHOTO-2026-01-15-14-38-24.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5474561/original/035946000_1768485082-IMG_6630.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5474506/original/057058400_1768480771-WhatsApp_Image_2026-01-15_at_19.36.12.jpeg)
:strip_icc():watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,573,20,0)/kly-media-production/medias/4989902/original/056698400_1730703092-3282768f-65a3-45c6-8d68-08e86fa380b1__1_.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5472059/original/075252200_1768308782-Tangkapan_layar__Guru_SD_di_Lampung_Marah_Gara-Gara_Menu_MBG_Basi_Diduga_Bikin_Siswa_Keracunan.jpg)










