Pemprov Kepri Perkuat Pasokan Beras Melalui Pertemuan Bisnis Strategis
Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) mengambil langkah strategis untuk memperkuat pasokan beras dan menjaga stabilitas harga pangan pokok melalui pertemuan bisnis yang difasilitasi Badan Pangan Nasional.

Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau (Pemprov Kepri) terus berupaya keras untuk memastikan ketersediaan pasokan beras yang stabil bagi sekitar dua juta penduduknya. Upaya ini juga ditujukan untuk menjaga stabilitas harga komoditas pangan utama tersebut. Untuk mencapai tujuan ini, Pemprov Kepri telah memfasilitasi sebuah pertemuan bisnis atau business matching yang diselenggarakan oleh Badan Pangan Nasional (Bapanas).
Wakil Gubernur Kepri, Nyanyang Haris Pratamura, menjelaskan bahwa pertemuan bisnis ini mempertemukan para pelaku usaha perberasan dari wilayah-wilayah pemasok potensial dengan pelaku usaha di Kepri. Tujuannya adalah membangun kerja sama yang berkelanjutan dan saling menguntungkan. Langkah ini diharapkan dapat menjadi solusi konkret untuk tantangan pasokan dan harga beras di wilayah kepulauan.
Nyanyang menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan langkah strategis Pemprov Kepri untuk menjamin ketersediaan beras sekaligus menjaga stabilitas harga pangan pokok. Hal ini sangat penting mengingat kebutuhan masyarakat dan dampaknya terhadap ketahanan ekonomi daerah. Ketersediaan pasokan beras dan stabilitas harga bahan pokok menjadi perhatian bersama yang harus ditangani secara serius.
Karakteristik Wilayah dan Tantangan Pasokan Beras Kepri
Provinsi Kepulauan Riau memiliki karakteristik geografis yang unik, dengan sekitar 98 persen wilayahnya berupa laut dan hanya dua persen daratan. Kondisi ini menjadikan Kepri bukan daerah penghasil beras, sehingga sangat bergantung pada pasokan dari wilayah lain. Pasokan beras utama berasal dari sentra produksi nasional seperti Jawa Barat, Jawa Timur, dan daerah penghasil beras lainnya di Indonesia.
Ketergantungan pada pasokan luar ini menimbulkan tantangan tersendiri dalam menjaga ketersediaan dan harga beras. Upaya menjaga pasokan dan harga beras harus dilakukan secara berkelanjutan melalui koordinasi lintas sektor. Ini melibatkan pemerintah pusat, pemerintah daerah, pelaku usaha, serta para pemangku kepentingan lainnya.
Selain itu, kedekatan geografis Kepri dengan negara tetangga seperti Malaysia dan Singapura menjadikan kawasan ini destinasi wisata internasional. Lalu lintas orang yang sangat tinggi di wilayah ini turut memengaruhi konsumsi beras. Oleh karena itu, kebutuhan beras di Kepri tidak hanya memperhitungkan penduduk lokal yang mencapai sekitar dua juta jiwa, tetapi juga kunjungan wisatawan mancanegara yang hampir dua juta orang, ditambah wisatawan nusantara.
Kebutuhan Beras dan Urgensi Stabilitas Harga
Kebutuhan beras di Kepri tercatat mencapai sekitar 202 ribu ton per tahun, mencakup kebutuhan rumah tangga maupun non-rumah tangga. Kebutuhan ini didominasi oleh beras jenis premium. Angka ini menunjukkan betapa vitalnya pasokan beras bagi keberlangsungan hidup masyarakat dan sektor pariwisata di Kepri.
Wakil Gubernur Nyanyang berharap semua pemangku kepentingan dapat menjalin kerja sama bisnis to business yang berkesinambungan dan didukung oleh berbagai pihak. Tujuannya adalah agar stabilitas pasokan dan harga beras di Kepri dapat terjaga dengan baik. Kelancaran jalur distribusi antarwilayah juga menjadi kunci utama.
Sebagai wilayah kepulauan, distribusi utama sangat bergantung pada transportasi laut, sehingga hambatan distribusi harus diantisipasi dan diatasi secara bersama. Pertemuan bisnis ini diharapkan dapat menghasilkan solusi konkret bagi stabilitas pasokan dan harga pangan, khususnya beras. Ini sangat relevan menjelang perayaan besar seperti Imlek, Ramadhan, dan Idul Fitri, di mana kebutuhan pangan diperkirakan akan meningkat signifikan.
Sinergi Lintas Sektor untuk Ketahanan Pangan
Pertemuan bisnis strategis ini dihadiri oleh berbagai perwakilan lembaga penting. Turut hadir perwakilan dari Kementerian Koordinator Bidang Pangan, Kementerian PPN/Bappenas, Badan Pangan Nasional, serta unsur TNI dan Polri.
Selain itu, hadir pula Wali Kota Batam/Kepala BP Batam Amsakar Ahmad, Wakil Wali Kota Batam/Wakil Kepala BP Batam Li Claudia Chandra, Perum Bulog, dan Persatuan Pengusaha Penggilingan Padi dan Beras Indonesia (Perpadi). Kehadiran BP Bintan serta para asosiasi dan pengusaha beras dari berbagai daerah di tanah air menunjukkan komitmen bersama dalam mengatasi isu pasokan pangan di Kepri.
Sinergi lintas sektor ini diharapkan dapat menciptakan ekosistem pangan yang lebih kuat dan resilien di Kepulauan Riau. Dengan kerja sama yang solid antara pemerintah, pelaku usaha, dan lembaga terkait, ketahanan pangan di Kepri dapat terjamin. Hal ini akan berdampak positif pada kesejahteraan masyarakat dan stabilitas ekonomi daerah secara keseluruhan.
Sumber: AntaraNews





















:strip_icc()/kly-media-production/medias/5475693/original/008495600_1768641306-IMG_6770.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5473406/original/018329500_1768441757-Real_Madrid_vs_Albacete_debut_Arbeloa-1.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5475371/original/033901300_1768585843-IMG_2590.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5474672/original/039878600_1768528837-WhatsApp_Image_2026-01-16_at_08.49.17.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/2982506/original/051530500_1575123274-BORGOL-Ridlo.jpg)















