Penerbangan Jember-Jakarta Kembali Hadir dengan Tarif Lebih Terjangkau
Konektivitas udara antara Jember dan Jakarta kembali pulih setelah maskapai Fly Jaya mengoperasikan kembali rute ini dengan penawaran tarif penerbangan Jember-Jakarta yang lebih terjangkau, membuka akses baru bagi masyarakat dan ekonomi lokal.

Jember, Jawa Timur, 13 Januari 2026 – Penerbangan komersial rute Jember-Jakarta kini kembali beroperasi dengan tarif yang lebih terjangkau di Bandara Notohadinegoro, Kabupaten Jember, Jawa Timur. Kembalinya layanan ini menandai babak baru dalam upaya meningkatkan konektivitas udaraantara Jember dan ibu kota, setelah sempat terhenti beberapa waktu lalu.
Maskapai Fly Jaya menjadi operator yang melayani rute vital ini, dengan jadwal keberangkatan yang telah ditetapkan secara reguler. Kehadiran kembali penerbangan ini diharapkan dapat mempermudah mobilitas masyarakat serta mendukung pertumbuhan ekonomi dan pariwisata di wilayah Jember dan sekitarnya.
Inisiatif pengoperasian kembali rute ini merupakan hasil sinergi antara Pemerintah Kabupaten Jember dan Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI). Kolaborasi ini berhasil mengatasi kendala logistik, termasuk ketersediaan fasilitas pengisian bahan bakar pesawat yang kini tersedia langsung di Bandara Notohadinegoro.
Fly Jaya Layani Rute Jember-Jakarta dengan Jadwal Reguler
Maskapai Fly Jaya telah menetapkan jadwal penerbangan reguler untuk rute Jember-Jakarta, beroperasi setiap hari Selasa dan Kamis. Pesawat akan berangkat dari Bandara Halim Perdanakusuma Jakarta pada pukul 11.30 WIB, kemudian melanjutkan perjalanan dari Bandara Notohadinegoro Jember pada pukul 14.15 WIB.
Kepala Dinas Perhubungan Jember, Gatot Triyono, menyatakan kegembiraannya atas kembalinya layanan ini. Menurutnya, jadwal yang tetap akan memudahkan masyarakat dalam merencanakan perjalanan mereka. Pada penerbangan perdana dari Jember, tingkat keterisian penumpang mencapai 100 persen dengan total 70 penumpang, sementara dari Jakarta tercatat 18 penumpang.
Keberhasilan ini tidak lepas dari dukungan Pemerintah Kabupaten Jember dan DPR RI. Sinergi ini memungkinkan Pertamina Patra Niaga untuk melakukan pengisian bahan bakar (refueling) langsung di Bandara Notohadinegoro. Fasilitas ini krusial karena sebelumnya kapasitas angkut pesawat dibatasi hanya 50 penumpang, kini dapat dimaksimalkan hingga 70 penumpang.
Efisiensi Biaya dan Dampak Positif Ekonomi
Ketersediaan fasilitas pengisian bahan bakar di Bandara Notohadinegoro secara langsung berdampak pada efisiensi operasional dan harga tiket penerbangan. Dengan kapasitas penumpang yang maksimal, harga tiket untuk rute Jember-Jakarta kini dibanderol mulai dari Rp1,4 jutaan, sedangkan rute Jakarta-Jember mulai dari Rp1,5 jutaan.
Harga ini jauh lebih murah dibandingkan tarif sebelumnya yang sempat mencapai Rp2,1 juta hingga Rp2,2 juta setelah masa promo berakhir. Penurunan harga tiket ini diharapkan dapat menarik lebih banyak pengguna jasa transportasi udara, tidak hanya dari Jember tetapi juga dari daerah sekitar seperti Bondowoso dan Situbondo, baik untuk tujuan Jakarta maupun melanjutkan perjalanan ke destinasi lain seperti Bali.
Pemerintah Kabupaten Jember berharap kembalinya penerbangan ini akan memperkuat mobilitas masyarakat, mendukung kegiatan ekonomi lokal, serta membuka peluang investasi dan pariwisata yang lebih luas di wilayah tersebut. Peningkatan aksesibilitas udara adalah kunci untuk pertumbuhan regional yang berkelanjutan.
Kendala Teknis Awal dan Harapan ke Depan
Meskipun demikian, penerbangan perdana maskapai Fly Jaya dari Bandara Notohadinegoro sempat mengalami keterlambatan sekitar dua jam lebih karena adanya gangguan teknis. Pesawat yang seharusnya lepas landas pukul 14.15 WIB baru bisa terbang sekitar pukul 16.35 WIB.
Insiden ini menjadi catatan awal bagi operator dan pengelola bandara untuk terus meningkatkan kualitas layanan dan kesiapan teknis. Meskipun ada kendala, antusiasme penumpang menunjukkan tingginya kebutuhan akan rute ini.
Dengan beroperasinya kembali rute Jember-Jakarta, diharapkan akan tercipta dampak domino positif bagi sektor ekonomi dan pariwisata Jember. Kemudahan akses transportasi udara ini menjadi jembatan penting dalam menghubungkan potensi daerah dengan pusat-pusat ekonomi nasional.
Sumber: AntaraNews





















:strip_icc()/kly-media-production/medias/5482441/original/024948900_1769210307-1001544126.png)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5482440/original/041593200_1769209602-154379.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5482439/original/097662000_1769208475-IMG-20260124-WA0005.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5482423/original/007306000_1769187020-1000017452.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5481427/original/032187300_1769130251-WhatsApp_Image_2026-01-23_at_08.01.58.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5482422/original/066428100_1769187014-IMG-20260123-WA0194.jpg)









