Protes Serangan AS, Iran Resmi Setop Kerja Sama Nuklir dengan IAEA
Sejak pecahnya perang pada 13 Juni lalu, pemerintah Iran secara terbuka melontarkan kritik tajam terhadap IAEA.

Badan pengawas undang-undang tertinggi Iran, Dewan Garda secara resmi menyetujui rancangan undang-undang yang bertujuan untuk menangguhkan seluruh kerja sama dengan Badan Tenaga Atom Internasional (IAEA). Persetujuan ini diumumkan pada Kamis, sebagai bentuk protes atas serangkaian serangan yang dilancarkan Amerika Serikat dan Israel terhadap fasilitas nuklir Iran.
Melansir dari South China Morning Post, sebelumnya, parlemen Iran telah menyetujui RUU tersebut dalam pemungutan suara yang dilakukan sehari setelah dimulainya gencatan senjata dengan Israel.
Gencatan senjata tersebut mengakhiri konflik bersenjata selama 12 hari yang ditandai dengan gelombang serangan Israel dan AS terhadap instalasi militer dan nuklir Iran.
Sejak pecahnya perang pada 13 Juni lalu, pemerintah Iran secara terbuka melontarkan kritik tajam terhadap IAEA. Mereka menuduh badan pengawas nuklir PBB itu gagal mengambil sikap atas agresi militer terhadap Iran.
Ketegangan semakin memuncak setelah IAEA mengeluarkan resolusi pada 12 Juni yang menuduh Teheran tidak mematuhi kewajiban dalam perjanjian nuklir internasional.
Pihak berwenang Iran menuding resolusi tersebut sebagai salah satu pemicu utama di balik serangan yang dilakukan Israel dan Amerika Serikat terhadap fasilitas nuklir mereka.
"Pemerintah diminta untuk menangguhkan semua bentuk kerja sama dengan IAEA guna menjamin penghormatan terhadap kedaulatan nasional dan integritas wilayah Republik Islam Iran," kata juru bicara Dewan Garda, Hadi Tahan Nazif.
Langkah Iran Dapat Peringatan
Nazif menambahkan, keputusan ini merupakan respons langsung terhadap serangan terang-terangan yang dilakukan oleh rezim Zionis dan Amerika Serikat terhadap program nuklir damai Iran.
Dia juga menegaskan undang-undang tersebut memberi jalan bagi Iran untuk memanfaatkan hak-haknya sepenuhnya berdasarkan Perjanjian Non-Proliferasi Nuklir, termasuk hak atas pengayaan uranium.
Meski demikian, langkah Iran ini mendapat peringatan dari sekutu terdekatnya, Rusia. Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov menyatakan keprihatinannya atas rencana penghentian kerja sama Iran dengan IAEA.
"Kami berkepentingan agar kerja sama itu tetap berlanjut, karena kami menghormati pernyataan berulang Iran bahwa mereka tidak memiliki dan tidak akan mengembangkan senjata nuklir,” ujar Lavrov.
Sementara itu, Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf menyatakan dalam unggahan di platform X bahwa kerja sama dengan pengawas nuklir internasional tidak mungkin dilakukan dalam kondisi saat ini.
Syarat Iran Kerja Sama Dilanjutkan
Dia menekankan kerja sama hanya bisa dilanjutkan apabila keamanan fasilitas nuklir Iran benar-benar terjamin. Konflik terbaru dimulai ketika Israel melancarkan kampanye serangan udara besar-besaran pada 13 Juni yang menargetkan sejumlah fasilitas nuklir dan militer Iran.
Serangan tersebut menewaskan sejumlah ilmuwan dan komandan militer penting Iran. Menyusul serangan itu, pada hari Minggu, Amerika Serikat turut meluncurkan serangan yang belum pernah terjadi sebelumnya terhadap situs-situs nuklir utama Iran di Fordow, Isfahan, dan Natanz.
Ketegangan yang sempat memuncak akhirnya mereda setelah kesepakatan gencatan senjata antara Iran dan Israel mulai berlaku pada Selasa. Namun, situasi masih rentan, terutama setelah keputusan Iran untuk membatasi pengawasan internasional terhadap program nuklirnya.





















:strip_icc()/kly-media-production/medias/5482115/original/006639700_1769160494-1000071416.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/3404433/original/036356200_1616041786-ilustrasi-mayat-ilustrasi-jenazah-ilustrasi-orang-mati_20180416_074120.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/thumbnails/5482114/original/082670100_1769160378-20260123-kejutan-di-wef-2026-prabowo-klaim-indonesia-memiliki-ini-dan-siap-mengejutkan-dunia-7c09ec.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5482100/original/068329100_1769159654-151700.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5453883/original/093774800_1766533915-Hamza-Abdelkarim-1.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5470545/original/072741600_1768209882-jem2.jpg)

















