Siap-Siap! Pemerintah Bakal Salurkan Bantuan Beras Periode September-Desember, Anggaran Rp13,9 Triliun
Menurut Zulkifli, bantuan pangan ini akan diberikan mulai September hingga Desember 2025.

Pemerintah akan kembali menyalurkan bantuan pangan untuk empat bulan ke depan kepada masyarakat. Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan mengatakan, keputusan ini diambil menyusul perkiraan produksi pangan nasional yang akan menurun pada periode November hingga Desember.
"Kami juga barusan memutuskan karena masuk nanti di Oktober-November ini mulai produksi pangan kita. Kan November-Desember terutama itu produksi lebih kecil dari pada keperluan, sudah kita putuskan untuk 4 bulan bantuan pangan atas arahan bapak presiden," kata Zulkifli Hasan dalam konferensi pers di kantor Kemenko Bidang Pangan, Jakarta, Jumat (11/9/2025).
Menurut Zulkifli, bantuan pangan ini akan diberikan mulai September hingga Desember 2025. Setiap penerima manfaat akan mendapatkan 10 kilogram beras per bulan. Program ini menyasar 18,2 juta keluarga penerima manfaat yang tersebar di seluruh Indonesia.
“Nah, dari (kemenko) pangan akan memberikan bantuan pangan selama 4 bulan untuk 18,2 juta, jadi 10 kilo, 10 kilo, 4 kali,” ujarnya.
Dia menambahkan, penyaluran bantuan akan dilakukan dalam dua tahap untuk mempermudah distribusi.
"Mungkin dibagi 2 kali, 2 kali. Itu salah satu keputusannya," tambahnya.
Bapanas Pastikan Distribusi Lewat Bulog
Dalam kesempatan yang sama, Kepala Badan Pangan Nasional (NFA), Arief Prasetyo Adi menyampaikan apresiasi kepada Presiden Prabowo Subianto atas persetujuan penyaluran bantuan pangan tambahan ini. Menurutnya, kebijakan tersebut membuat total program stimulus pangan berlangsung selama enam bulan. Sebelumnya, bantuan hanya dijadwalkan dua bulan, kini ditambah empat bulan lagi.
Arief memastikan distribusi beras akan dilakukan oleh Perum Bulog. Untuk mempercepat penyaluran, dia menginstruksikan agar bantuan disalurkan dua kali, masing-masing mencakup dua bulan.
"Saya akan menugaskan kepada Pak Dirut Bulog Itu 2 kali saja. September-Oktober, November-Desember, sehingga bisa kita selesaikan dalam waktu secepatnya," ujarnya.
Anggaran Capai Rp13,9 Triliun
Untuk merealisasikan program bantuan pangan ini, kata Arief, Pemerintah menyiapkan anggaran sekitar Rp13,9 triliun. Dana tersebut mencakup biaya beras dan operasional distribusi yang dibutuhkan agar bantuan dapat menjangkau seluruh penerima manfaat.
Anggaran ini diperkirakan cukup untuk menyalurkan beras kepada 18,2 juta keluarga penerima manfaat. Dengan anggaran tersebut tidak hanya untuk pengadaan beras, tetapi juga mencakup biaya logistik, penyimpanan, dan distribusi.
"Anggarannya menyesuaikan ya yang jelas, kemungkinan sama operasional segala macam sekitar Rp13,9 triliun untuk 18,2 juta,” pungkasnya.





















:strip_icc()/kly-media-production/medias/5473406/original/018329500_1768441757-Real_Madrid_vs_Albacete_debut_Arbeloa-1.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5475371/original/033901300_1768585843-IMG_2590.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5474672/original/039878600_1768528837-WhatsApp_Image_2026-01-16_at_08.49.17.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/2982506/original/051530500_1575123274-BORGOL-Ridlo.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5357651/original/076578000_1758536150-616b3847-bf9b-4f66-9950-991a1c466855.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5475249/original/075022200_1768559374-Jenazah_warga_Pati_dibawa_menggunakan_perahu_menuju_pemakaman.png)























