Strategi Bank Indonesia Pertahankan Rupiah hingga Menguat 1,13 Persen
Nilai tukar rupiah tetap stabil dan cenderung menguat, didukung oleh kebijakan stabilisasi Bank Indonesia.

Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo menyampaikan bahwa nilai tukar rupiah tetap stabil dan cenderung menguat, seiring mulai meredanya tekanan di pasar keuangan global. Penguatan tersebut ditopang oleh berbagai kebijakan stabilisasi yang terus dijalankan oleh BI.
“Nilai tukar rupiah tetap stabil dan cenderung menguat, didukung oleh kebijakan stabilisasi Bank Indonesia serta ketidakpastian pasar keuangan global yang mulai mereda,” ujar Perry dalam konferensi pers hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI secara virtual, Rabu (21/5).
Berdasarkan data hingga 20 Mei 2025, rupiah menguat sebesar 1,13 persen secara point-to-point terhadap dolar AS dibandingkan posisi akhir April 2025.
Selain terhadap dolar AS, rupiah juga menunjukkan kinerja yang lebih baik dibandingkan dengan mata uang negara berkembang mitra dagang utama Indonesia, serta beberapa mata uang negara maju non-dolar AS.
“Rupiah cenderung menguat dibandingkan dengan kelompok mata uang negara berkembang dan negara maju non-dolar AS,” kata Perry.
Prospek Rupiah Masih Positif
Bank Indonesia memproyeksikan stabilitas rupiah akan tetap terjaga ke depan. Hal ini didukung oleh komitmen bank sentral dalam menjaga stabilitas, imbal hasil aset domestik yang kompetitif, inflasi yang rendah, dan prospek pertumbuhan ekonomi nasional yang positif.
“Ke depan, nilai tukar rupiah diperkirakan tetap stabil dengan dukungan komitmen BI dalam menjaga stabilitas, imbal hasil yang menarik, inflasi yang terkendali, dan prospek pertumbuhan ekonomi yang baik,” jelasnya.
Untuk memperkuat stabilitas nilai tukar, BI terus mengintensifkan intervensi secara terukur dan berkelanjutan di pasar non-delivery forward (NDF) luar negeri, termasuk di Hong Kong, Eropa, dan Amerika Serikat.
Selain itu, strategi travel intervention juga dilakukan di pasar spot domestik, pasar NDF dalam negeri, serta di pasar sekunder Surat Berharga Negara (SBN).
BI juga mengoptimalkan seluruh instrumen moneter, seperti Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI), Sekuritas Valas Bank Indonesia (SVBI), dan Sukuk Valas Bank Indonesia (SUVBI). Langkah ini bertujuan menarik aliran masuk investasi portofolio asing dan menjaga kestabilan rupiah secara menyeluruh.
“Seluruh instrumen moneter terus dioptimalkan, termasuk penguatan strategi operasi pasar uang yang pro-pasar,” pungkas Perry.



























:strip_icc()/kly-media-production/medias/5523436/original/088155600_1772816651-1001064690.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5523431/original/011866200_1772816106-260254.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5211473/original/020366100_1746581539-hansi.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5519603/original/021723700_1772587901-AP26062748359237.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5343404/original/006730000_1757415749-14689.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5523402/original/083790500_1772811975-IMG_2172.jpeg)

















