Terkuak! Mengapa Pasokan BBM Bengkulu Tetap Aman Meski Isu Pendangkalan Mengemuka?
Pertamina Patra Niaga memastikan pasokan BBM Bengkulu dalam kondisi aman dan cukup, menepis isu pendangkalan pelabuhan. Cari tahu langkah Pertamina atasi antrean panjang!

Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel memberikan kepastian mengenai ketersediaan pasokan bahan bakar minyak (BBM) di wilayah Bengkulu. Kondisi stok BBM diyakini cukup dan aman, menepis berbagai isu yang beredar di masyarakat.
Kepastian ini disampaikan langsung oleh Eksekutif General Manager (GM) Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel, Erwin Dwiyanto, kepada Gubernur Bengkulu Helmi Hasan. Pertemuan ini bertujuan mengklarifikasi informasi yang simpang siur, terutama di media sosial.
Meskipun terjadi antrean panjang di beberapa Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Kota Bengkulu, Pertamina menegaskan bahwa hal tersebut bukan karena kelangkaan pasokan. Sejumlah langkah strategis telah disiapkan untuk mengatasi situasi ini.
Isu Pendangkalan Pelabuhan dan Realitas Pasokan BBM
Isu mengenai terminal BBM Pertamina di Pulau Baai yang tidak dapat menerima kargo BBM akibat pendangkalan alur pelabuhan telah menyebar luas. Namun, Erwin Dwiyanto dengan tegas membantah informasi tersebut, memastikan bahwa Fuel Terminal Pulau Baai tetap beroperasi.
"Informasi tersebut tidak benar (kapal kargo Pertamina tak bisa masuk pelabuhan)," kata Erwin Dwiyanto. Ia menjelaskan bahwa Fuel Terminal Pulau Baai masih mampu menerima kargo BBM melalui kapal, meskipun ada batasan draft kapal sesuai ketentuan KSOP.
Distribusi BBM ke SPBU di Bengkulu juga sebagian besar masih didukung oleh pasokan dari Fuel Terminal (FT) Lubuklinggau dan Integrated Terminal (IT) Teluk Kabung. Porsi pasokan dari kedua terminal ini mencapai sekitar 50-60 persen dari total kebutuhan wilayah Bengkulu.
Penyebab Antrean Panjang dan Langkah Antisipasi Pertamina
Erwin Dwiyanto mengakui adanya antrean panjang kendaraan roda empat di lima SPBU di Kota Bengkulu, yaitu SPBU Bumi Ayu, Km 6,5, Kandang, Pagar Dewa, dan Km 8. Namun, ia menekankan bahwa stok Pertalite di SPBU Kota Bengkulu sebenarnya relatif cukup.
"Stok Pertalite di SPBU Kota Bengkulu relatif cukup. Namun, peningkatan permintaan dan isu yang beredar di media sosial memicu sebagian konsumen melakukan pembelian berlebih," ujar Erwin. Fenomena ini dikenal sebagai panic buying, yang memperparah kondisi antrean.
Untuk mengatasi antrean dan memastikan kelancaran distribusi, Pertamina telah mengambil sejumlah langkah proaktif. Kargo Pertalite sebanyak 1.200 KL dijadwalkan masuk ke Bengkulu pada 7 September, diikuti kargo Pertamax 500 KL pada 9 September.
Berikut adalah langkah-langkah konkret yang diambil Pertamina:
- Menambah pasokan Pertalite ke SPBU yang stoknya menipis secara prioritas.
- Mengoperasikan beberapa SPBU selama 24 jam hingga antrean berkurang signifikan.
- Berkoordinasi erat dengan pemerintah daerah di Bengkulu untuk menjaga stabilitas pasokan.
- Bekerja sama dengan aparat penegak hukum (APH), termasuk Ditreskrimsus dan Ditpolairud Polda Bengkulu, untuk mengantisipasi penyebab antrean dan potensi penyimpangan distribusi BBM.
Dengan berbagai upaya ini, Pertamina berharap situasi antrean di SPBU Kota Bengkulu dapat kembali normal dalam waktu dekat. "InsyaAllah mulai besok (Senin 8/9) antrean di SPBU Kota Bengkulu kembali normal," pungkas Erwin.
Sumber: AntaraNews





















:strip_icc()/kly-media-production/medias/5475865/original/031467900_1768665486-MU.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5476142/original/031022700_1768713983-WhatsApp_Image_2026-01-18_at_12.09.03.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5476114/original/032726800_1768713048-1000742504.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5476072/original/065129500_1768710117-WhatsApp_Image_2026-01-18_at_11.02.55.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4781409/original/067008100_1711104260-IMG-20240322-WA0035.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5476010/original/040103700_1768705613-IMG_20260118_091900.jpg)


















