Wamenkeu: Menabung Bukan Sekadar Simpan Uang, tapi Dorong Pertumbuhan Ekonomi
Dia mengajak anak-anak untuk membiasakan diri menyisihkan uang sejak dini. Menurutnya, kebiasaan ini akan menjadi modal besar dalam mewujudkan cita-cita.

Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu), Thomas Djiwandono menekankan pentingnya kebiasaan menabung bagi generasi muda. Menurutnya, menabung tidak hanya bermanfaat untuk diri sendiri, tetapi juga dapat membantu orang tua dan memberi dampak positif bagi perekonomian.
"Nah itu (menabung) membantu pekerjaan. Membantu pekerjaan menumbuhkan ekonomi. Jadi, tabunglah terus supaya kalian bisa membangun negeri, membantu orang tua dan membangun nusa bangsa," kata Thomas dalam acara LIKE IT! di Bumi Perkemahan dan Graha Wisata (Buperta) Pramuka Cibubur, Jakarta Timur, Kamis (14/8).
Pria yang akrab disapa Tommy ini menjelaskan, membangun rumah bukan hanya soal kepentingan keluarga, tetapi juga memberikan pekerjaan bagi banyak orang. Mulai dari kontraktor, pembuat atap, hingga pemasok bahan bangunan. Aktivitas ini, kata dia, akan mendorong perputaran ekonomi di berbagai sektor.
"Yang sudah menabung bayangkan kalau kalian (anak-anak) menabung terus, suatu saat nanti bisa membantu orang tua, mungkin bantu bikin rumah. Kalau kalian bikin rumah buat bapak dan ibu itu membantu pekerjaan orang lain, yang bangun rumahnya ada kontraktor, yang bikin atap, dan sebagainya," jelasnya.
Dia mengajak anak-anak untuk membiasakan diri menyisihkan uang sejak dini. Menurutnya, kebiasaan ini akan menjadi modal besar dalam mewujudkan cita-cita serta berkontribusi bagi pembangunan negeri.
Tommy menegaskan, menabung merupakan salah satu bentuk kontribusi nyata dari masyarakat terhadap kemajuan ekonomi nasional.
Menurutnya, dengan masyarakat yang rajin menabung, dana yang terhimpun di lembaga keuangan dapat dioptimalkan untuk pembiayaan pembangunan di berbagai sektor.
Literasi Keuangan Jadi Fondasi Pembangunan Bangsa
Selain menabung, Tommy juga menyoroti pentingnya literasi keuangan bagi masyarakat. Menurutnya, literasi adalah fondasi bagi hal-hal besar, termasuk pembangunan ekonomi nasional.
Dia mengapresiasi peran Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), dan Bank Indonesia dalam mengedukasi masyarakat.
"Literasi itu mungkin fondasi dari hal-hal yang lebih besar. Karena dengan pengetahuan keuangan, dengan literasi tersebut, kita tentunya ingin bahwa ini menjadi fondasi untuk pembangunan bangsa yang lebih besar. Tapi makna hari ini saya rasa sangat-sangat spesial. Dan untuk itu saya angkat topi ke OJK khususnya bu Kiki. Karena ini tahun pertama Disable," ujarnya.
Pentingnya Edukasi Bagi Anak-anak untuk Menabung
Tommy menilai kegiatan literasi keuangan seperti yang digelar hari ini memiliki makna istimewa, terutama karena melibatkan anak-anak penyandang disabilitas.
Dia terkesan mendengar semangat dan cerita dari para peserta disabilitas yang sudah mulai menabung. Menurutnya, hal ini menjadi bukti bahwa kesadaran finansial dapat tumbuh di semua kalangan.
"Tadi saya mendengarkan pertanyaan-pertanyaan dari mereka. Mereka menjelaskan bahwa mereka juga sudah menabung. Itu kan suatu fondasi yang kokoh. Apa sesuatu yang sebetulnya berarti juga untuk kami di pemangku kebijakan," pungkasnya.





















:strip_icc()/kly-media-production/medias/5482423/original/007306000_1769187020-1000017452.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5481427/original/032187300_1769130251-WhatsApp_Image_2026-01-23_at_08.01.58.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5482422/original/066428100_1769187014-IMG-20260123-WA0194.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5482402/original/054602000_1769182507-lula_lahfah.png)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/4750795/original/017104800_1708660528-lulalahfah_1708488000_3307090680726527786_199618161.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5482389/original/022761000_1769179406-153888.jpg)



















