Wow, Ada 96.360 UMKM! Bupati Sebut Bantul Jadi Pusat Pertumbuhan UMKM Bantul di DIY
Bupati Bantul Abdul Halim Muslih menegaskan Kabupaten Bantul adalah pusat pertumbuhan UMKM di DIY, dengan 96.360 pelaku UMKM Bantul. Apa saja tantangan dan upaya pemerintah?

Bupati Bantul, Abdul Halim Muslih, secara tegas menyatakan bahwa Kabupaten Bantul telah menjelma menjadi salah satu pusat pertumbuhan utama bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Daerah Istimewa Yogyakarta. Pernyataan ini disampaikan dalam acara gelar wicara bertajuk "UMKM Lokal yang Mengglobal" yang berlangsung di Bantul pada Minggu, 14 September. Acara tersebut menjadi wadah diskusi penting mengenai potensi dan tantangan UMKM Bantul.
Halim Muslih mengungkapkan bahwa jumlah UMKM di Bantul menunjukkan peningkatan signifikan dari tahun ke tahun, menegaskan peran vital sektor ini bagi perekonomian lokal. Data terkini mencatat adanya 96.360 pelaku UMKM di wilayah Bantul hingga semester I tahun 2025. Angka ini menunjukkan potensi besar yang dimiliki oleh UMKM Bantul dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
Dominasi sektor ekonomi kreatif, seperti fesyen, kuliner kemasan, minuman olahan, dan kerajinan tangan, menjadi ciri khas UMKM di Bantul. Potensi ekonomi kreatif ini dianggap penting untuk terus diberdayakan agar mampu bersaing di kancah nasional bahkan internasional. Pemerintah daerah berkomitmen penuh untuk mendukung perkembangan UMKM Bantul ini.
Tantangan dan Potensi UMKM Bantul
Meskipun menunjukkan pertumbuhan yang pesat, Bupati Halim mengakui bahwa pelaku UMKM di Bantul masih menghadapi beberapa tantangan serius. Permodalan menjadi salah satu kendala utama yang kerap menghambat pengembangan usaha mereka. Selain itu, proses produksi dan strategi pemasaran juga memerlukan perhatian lebih lanjut agar produk UMKM Bantul dapat bersaing.
Sektor ekonomi kreatif mendominasi lanskap UMKM Bantul, meliputi berbagai bidang seperti fesyen, kuliner kemasan, minuman olahan, dan kerajinan tangan. "Dan inilah potensi ekonomi kreatif di Bantul yang harus terus diberdayakan agar mampu bersaing secara nasional bahkan internasional," kata Bupati Halim. Potensi ini adalah modal berharga bagi UMKM Bantul untuk terus berinovasi.
Pengembangan UMKM di Bantul tidak hanya berfokus pada peningkatan jumlah, tetapi juga pada kualitas dan daya saing. Dengan jumlah yang mencapai puluhan ribu, UMKM Bantul memiliki kekuatan kolektif yang besar. Namun, tantangan permodalan dan pemasaran harus diatasi secara sistematis untuk mencapai potensi maksimal UMKM di Bantul.
Strategi Pemerintah Mengembangkan UMKM Bantul
Pemerintah Kabupaten Bantul tidak tinggal diam menghadapi tantangan yang ada. Berbagai upaya fasilitasi dan pendampingan telah digulirkan untuk mendukung UMKM Bantul. Salah satunya adalah penyediaan akses permodalan melalui Kredit Usaha Rakyat (KUR) dari bank-bank Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) dengan suku bunga yang rendah. Ini diharapkan dapat meringankan beban permodalan bagi UMKM Bantul.
Untuk meningkatkan kualitas dan kepercayaan konsumen, pemerintah juga memfasilitasi proses sertifikasi penting. Pelaku UMKM dapat memperoleh sertifikat PIRT (Pangan Industri Rumah Tangga) untuk produk makanan, fasilitasi Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), serta sertifikasi halal. "Karena sertifikat ini penting, sehingga PIRT, BPOM, sertifikat halal itu bisa meningkatkan kepercayaan konsumen terhadap produk dagangan," jelas Bupati. Ini krusial bagi UMKM Bantul agar produk mereka diterima pasar lebih luas.
Selain aspek legalitas produk, pemerintah juga menyoroti pentingnya desain kemasan (packaging) dan strategi pemasaran digital. Bupati Halim menekankan bahwa kemasan yang menarik dapat mendongkrak daya tarik produk, bahkan jika kualitas produknya biasa saja. "Packaging itu sama pentingnya dengan kualitas produk. Banyak produk bagus tapi kemasannya tidak menarik. Sebaliknya, packaging menarik bisa mendongkrak daya tarik meski produknya biasa-biasa saja," tambahnya. Inovasi dalam kemasan dan pemasaran digital menjadi kunci bagi UMKM Bantul untuk menembus pasar yang lebih luas.
Dukungan berkelanjutan ini diharapkan dapat mendorong UMKM Bantul untuk tidak hanya bertahan, tetapi juga berkembang pesat. Dengan kombinasi permodalan yang mudah, sertifikasi produk yang terjamin, serta strategi pemasaran yang modern, UMKM di Bantul diharapkan dapat mencapai pasar nasional dan internasional. Ini adalah visi besar untuk pertumbuhan ekonomi lokal dan peningkatan kesejahteraan masyarakat Bantul.
Sumber: AntaraNews


























:strip_icc()/kly-media-production/medias/5523436/original/088155600_1772816651-1001064690.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5523431/original/011866200_1772816106-260254.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5211473/original/020366100_1746581539-hansi.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5519603/original/021723700_1772587901-AP26062748359237.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5343404/original/006730000_1757415749-14689.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5523402/original/083790500_1772811975-IMG_2172.jpeg)














