Anwar Ibrahim kembali diadili

Pemimpin oposisi Malaysia Anwar Ibrahim menantang Perdana Menteri Malaysia dan istrinya untuk bersaksi di hadapan pengadilan untuk membuktikan dugaan sodomi yang ditujukan kepadanya.
Berbicara di depan ruang pengadilan yang dipenuhi sekitar 250 pendukungnya, Anwar mengatakan tuduhan sodomi yang kembali ditujukan kepada dirinya adalah konspirasi pemerintahan untuk menghentikan karir politiknya.
Anwar yang menggunakan jas berwarna abu-abu mengatakan dia memiliki bukti kalau Saiful Bikhari Azlan pernah mengunjungi PM Najib Rajak dan istrinya Rohmah beberapa hari sebelum Saiful membuat tuduhan sodomi.
''Mereka secara personal terlibat dalam konspirasi dan mengarang cerita. Kami memiliki bukti kalau Saiful Bukhari ada di rumah bersama Rosmah dan bertemu Najib sebelum dia melaporkan tuduhan itu ke kantor polisi,'' kata Anwar.
Mantan Wakil Perdana Menteri Malaysia ini juga mengatakan kehadiran perwakilan negara asing dalam persidangannya kali ini juga menunjukan ''ketertarikan, kepedulian dan kemuakan'' atas pengadilan Malaysia.
Pernyataan Anwar Ibrahim ini disambut para pendukungnya dengan teriakan ''keadilan untuk Malaysia, keadilan untuk Anwar''.
Selain dipenuhi oleh para pendukungnya pengadilan Anwar kali ini juga dihadiri oleh para diplomat dari Amerika Serikat, Uni Eropa, Australia, Jepang dan Inggris
Ditemani istri dan dua anak perempuannya Anwar mengatakan tuntutan ini merupakan ''akal bulus pemerintah Malaysia yang kotor dan korup''.
Sementara pemerintah Malaysia bersikeras tidak terlibat dalam pengadilan Anwar Ibrahim dan sejauh ini tidak ada komentar atas pernyataan Anwar.
Pengadilan ini sendiri ditunda hingga sore waktu Malaysia.
Dakwaan kedua

Anwar dituduh melakukan sodomi terhadap Saiful Bukhari Azlan, pemuda berusia 24 tahun yang pernah bekerja sebagai relawan kampanye Anwar.
Bukan sekali ini Anwar menghadapi dakwaan sodomi. Tuduhan pertama muncul pada tahun 1998 ketika dia berada di jajaran elit kekuasaan Malaysia.
Anwar diganjar hukuman sembilan tahun penjara. Namun dia kemudian dinyatakan tidak bersalah oleh Mahkamah Agung setelah menjalani hukuman selama enam tahun.
Selama mendekam di penjara, Wan Azizah wan Ismail, istri Anwar mendirikan Partai Keadilan.
Partai ini menjadi kendaraan politik Anwar dalam meraih kursi parlemen melalui pemilihan umum 2008.
Yang membedakan kasus ini dengan kasus satu dekade lalu adalah situasi politik dalam negeri.
Dominasi Barisan Nasional di bawah komando UMNO tidak sekokoh semasa Mahathir Mohamad berkuasa.
Dalam tuduhan kali ini Anwar akan lebih kuat menampik tuduhan sodomi di bawah pemerintahan Najib Razak.
Apalagi Anwar juga berhasil menggalang aliansi oposisi di parlemen.
Di Malaysia sodomi atau liwat sangat tercela dan diancam dengan hukuman maksimum 20 tahun penjara.
Namun banyak yang berpendapat, terbukti atau tidak, sebagai anggota parlemen Anwar kali ini akan mendapat panggung untuk menjadi perhatian internasional ketika duduk di kursi terdakwa.





























