Kesepakatan soal nuklir Iran disambut dingin

Brasil dan Turki menjadi broker dalam kesepakatan soal nuklir Iran
Keterangan gambar, Brasil dan Turki menjadi broker dalam kesepakatan soal nuklir Iran

Pengumuman bahwa Iran akan memperkaya sebagian uranium di negara lain mendapat sambutan hati-hati dari masyarakat internasional.

Pernyataan tersebut dikeluarkan secara Iran bersama Turki dan Brasil setelah mereka mengadakan pembicaraan.

Rusia menggambarkan pernyataan itu membesarkan hati.

Namun Amerika Serikat menyatakan khawatir bahwa Iran masih berniat untuk tetap memperkaya uranium.

Amerika dan Inggris mengatakan langkah untuk menyusun resolusi untuk menerapkan sanksi lanjutan terhadap Tehran akan terus berlanjut.

Sementara itu badan pengawas nuklir PBB, IAEA, mengatakan Iran telah meminta Teheran mengirimkan pengukuhan tertulis mengenai rincian kesepakatan tersebut.

Barat mencuriga program nuklir Iran bertujuan untuk menghasilkan senjata.

Iran bersikukuh menyatakan program atomnya dirancang hanya untuk memenuhi kebutuhan energi.

Mencegah sanksi

Dalam kesepakatan melalui perundingan dengan penengah Turki dan Brasil, Iran menyatakan siap untuk mengirimkan uranium dalam waktu satu bulan setelah Kelompok Wina (Amerika Serikat, Rusia, Prancis dan IAEA) memberikan persetujuan.

Teheran mengharapkan kesepakatan baru yang menetapkan pengiriman 1.200kg uranium yang telah diperkaya dalam kadar rendah (low-enriched) ke Turki dengan imbalan bahan bakar nuklir dengan kadar lebih tinggi untuk reaktor riset akan bisa mencegah sanksi baru diterapkan.

Iran menyatakan negara itu mengharapkan menerima 120kg uranium yang sangat diperkaya (20%) dalam waktu satu tahun. Tingkat kemurnian ini berada di bawah kadar yang dipergunakan untuk keperluan membuat senjata nuklir.