Perundingan Korut-AS berjalan

Para kolonel dari Korea Utara dan Amerika Serikat telah melakukan pertemuan babak ketiga dengan bantuan mediasi PBB.
Perundingan ini tetap berlangsung walau Korea Utara sempat mengecam keras latihan militer bersama AS dan Korea Selatan.
Latihan militer bersama itu berlangsung selama empat hari di perairan Korea dan disebut sebagai yang pertama dari rangkaian latihan bersama kedua negara.
Pemerintah Pyongyang sempat menanggapi latihan militer tersebut dengan ancaman akan memberikan "tanggapan fisik."
Namun perundingan perwira militer Korea Utara dan AS dengan mediasi PBB tetap berlangsung seperti yang sudah direncanakan sebelumnya.
Pertemuan babak ketiga itu bertujuan untuk merencanakan konsultasi pada tingkat yang lebih tinggi.

Dalam pertemuan sebelumnya, kedua pihak sepakat untuk membentuk kelompok bersama guna mengkaji kondisi dan bukti-bukti sehubungan dengan tenggelamnya sebuah kapal perang Korea Selatan, Cheonan pada tanggal 26 Maret, yang menewaskan 46 awaknya.
Ketegangan meningkat
Korea Selatan menuduh Korea Utara yang mentorpedo Cheonan, namun Pyonyang menegaskan tidak berperan dalam tenggelamnya Cheonan.
Ketegangan meningkat di kawasan ini setelah tenggelamnya kapal perang Cheonan.
Setelah latihan militer bersama AS dan Korsel, Cina -yang mengkritik latihan bersama tersebut- mengatakan juga melaksanakan latihan militer laut dan udara dengan menggunakan peluru api.
Kantor berita Xinhua melaporkan latihan tersebut dilaksanakan tanggal 26 Juli di perairan Laut Cina Selatan, antara lain mencakup latihan penyerangan dengan presisi tinggi.
Latihan itu melibatkan pesawat tempur, kapal perang, dan kapal selam.
Pasukan PBB yang dipimpin Amerika Serikat bermarkas di Korea Selatan sejak berakhirnya perang Korea 1950-1953 untuk menerapkan gencatan senjata yang disepakati kedua belah pihak.
Karena hanya dihentikan oleh gencatan senjata, kedua Korea secara teori tetap dalam keadaan perang.
Sebanyak 28.500 pasukan AS bermarkas di Korea Selatan.





























