Sanksi AS atas delapan pejabat Iran

Presiden Barack Obama memerintahkan sanksi atas pejabat senior Iran karena secara berkelanjutan dan dengan keras melanggar hak asasi manusia.
Sanksi seperti ini belum pernah ditempuh sebelumnya.
Delapan pejabat senior itu antara lain adalah kepala Pengawal Revolusi, mantan menteri dalam negeri dan jaksa agung.
Departemen Keuangan Amerika mengatakan mereka akan menghadapi pembekuan aset dan larang perjalanan ke luar negeri.
Pernyataan Gedung Putih menyebutkan presiden Amerika Serikat sudah menyampaikan dalam pidato terbarunya di Majelis Umum PBB bahwa hak asasi merupakan masalah moral dan kepentingan praktis Amerika Serikat.
"Amerika Serikat akan selalu berdiri bersama mereka di Iran yang ingin suaranya didengar. Kami akan memberi suara pada aspirasi yang universal itu dan akan terus mendesak pemerintah Iran untuk menghargai hak-hak warganya," tuilis pernyataan Gedung Putih.
Unjuk rasa
Para pejabat Iran itu didakwa dengan perlakuan kejam, mencakup pembunuhan dan pemukulan pengunjuk rasa anti pemerintah sehubungan dengan pemilihan presiden yang dipersengketakan Juni 2009.
Setelah pemungutan suara, jutaan warga Iran menentang peringatan pemerintah dan ikut pawai massal, yang terbesar sejak Revolusi Iran 1979.
Pihak berwenang kemudian melancarkan operasi pembungkaman yang brutal.
Kelompok oposisi dan pegiat hak asasi manusia menuduh aparat keamanan Irak melakukan eksekusi tanpa pengadilan, pemerkosaan, dan penyiksaan. Ribuan orang ditahan tanpa dakwaan.
Selama enam bulan, sedikitnya 40 pengunjuk rasa tewas sementara oposisi mengatakan jumlah yang tewas lebih dari 70 orang.
Sejumlah sanksi
Amerika Serikat sudah melarang perdagangan dengan Iran sejak 1979, ketika mahasiswa Iran menyerbu Kedutaan Besar Amerika Serikat di Teheran dan menyandera diplomatnya.
Iran juga sedang menghadapi sanksi babak keempat dari Dewan Keamanan PBB karena menolak untuk menghentikan pengayaan uranium, selain sanksi unilateral dari AS dan Uni Eropa.
Amerika Serikat dan sekutunya menuduh Iran sedang mengembangkan senjata nuklir, yang berulang kali dibantah Iran.
Wartawan BBC di Washington, Kim Ghattas, mengatakan masih belum jelas dampak dan sanksi terbaru AS ini karena kecil kemungkinan mereka memiliki aset di Amerika.
Namun Menteri Keuangan, Timothy Geithner, mengatakan jika Amerika Serikat menetapkan sanksi pada inidividu atau entitas tertentu, biasanya negara lain merespon dengan menghentikan hubungan ekonomi dan keuangan dengan mereka.
Uni Eropa dilaporkan juga sedang mempertimbangkan sanksi yang sama.





























