Oposisi Syiah Bahrain unggul di pemilu

Pemilu di Bahrain
Keterangan gambar, Parlemen Bahrain hanya memiliki kekuasaan terbatas

Kelompok oposisi Syiah Bahrain, Al Wifak dilaporkan telah meraih 18 dari 40 kursi parlemen.

Ketua Komisi Pemilu Bahrain Abdullah al-Buainain mengatakan kepada AFP, 18 kandidat Al Wifak yang juga disebut Persatuan Nasional Islam terpilih dalam babak pertama pemilihan anggota legislatif hari Sabtu.

Pada pemilu tahun 2006 Al Wifak merebut 17 kursi parlemen.

Sementara itu, Al-Asalah yang beraliran Salafi Sunni tahun 2006 mendapatkan enam kursi, Al-Mimbar dari Sunni Ikhwanul Muslimin merebut tujuh kursi, Waad yang beroposisi satu kursi dan anggota independen pro pemerintah sembilan kursi.

Wartawan menyebutkan, pemilu ini merupakan persaingan antara kelompok Islamis dan mereka yang bervisi sekuler terhadap negara Teluk ini.

Pemilu berlangsung di tengah ketegangan antara Muslim Sunni yang dominan dengan minoritas Syiah.

Sembilan kursi parlemen akan diperebutkan dalam pemilu putaran kedua yang akan berlangsung 30 Oktober.

Syiah menguat

Dengan hasil itu, kelompok Syiah dianggap memperkuat kehadirannya di majelis rendah parlemen.

Kekuasaan parlemen antara lain memeriksa dan mengesahkan perundangan yang diusulkan raja atau kabinet. Kekuasaan lainnya adalah di bidang pengawasan.

Kampanye pemilu Bahrain
Keterangan gambar, Kelompok Syiah meminta diakhirinya monopoli kekuasaan Sunni

Wartawan BBC Jon Leyne menyebutkan, pemimpin oposisi mengadukan soal adanya kecurangan. Dikatakan, ratusan pendukung oposisi dari Syiah dicegah untuk memberikan suaranya.

Menteri Luar Negeri Bahrain Sheikh Khaled bin Ahmad al-Khalifa mengatakan pemilu menunjukkan proses demokrasi yang kokoh dan kuat.

Sementara Menteri Kehakiman Bahrain Sheikh Khaled bin Ali al-Khalifa memperkirakan tingkat partisipasi sedikitnya 67%. Tahun 2006 dilaporkan tingkat partisipasi pemilih mencapai 72% sedangkan tahun 2002 53,4%.

Pemilihan anggota majelis rendah ini merupakan yang ketiga kali sejak Bahrain menjadi monarki konstitusional.

Pemilih diminta mencoblos satu dari 127 calon anggota legislatif, delapan diantaranya perempuan.

Selain 40 anggota majelis rendah yang dipilih rakyat, Raja Bahrain menunjuk 40 anggota majelis tinggi.