Mubarak umumkan kabinet baru

Omar Suleiman

Sumber gambar, elvis

Keterangan gambar, Omar Suleiman, wapres baru Mesir, bersama Menhan Israel, Shaul Mofaz

Presiden Mesir Husni Mubarak melantik Omar Suleiman, kepala intelijen negara, sebagai wakil presiden setelah Jumat malam dia membubarkan kabinet di tengah gelombang protes terhadap pemerintahnya.

Kepala intelijen negara, Omar Suleiman, dilantik sebagai wakil presiden. Tetapi, gelombang unjuk rasa terus berlangsung meskipun larang keluar diberlakukan dari pukul 4 sore sampai pukul 8 pagi.

Suleiman merupakan wakil presiden pertama selama 30 tahun kekuasaan Persiden Mubarak.

Para demonstran tetap meminta pengunduran diri presiden.

Ribuan orang turun berunjuk rasa di jalan-jalan Kairo, Suez, Iskandariyah dan kota-kota lain sampai malam hari tanpa peduli larangan keluar.

Paling tidak 18 orang dilaporkan tewas dalam bentrokan seharian Jumat dengan pasukan keamanan.

Aksi-aksi protes masih berlanjut di pusat kota Kairo, dan suara tembakan terdengar di berbagai tempat.

Layanan telefon genggam sudah pulih sebagian di ibukota tetapi internet masih belum hidup.

Wartawan BB di Suez, Rupert Wingfield-Hayes, mengatakan jalan-jalan di kota pelabuhan Mesir timur itu dibiarkan berada di tangan para demonstran namun tentara sudah masuk ke sana.

Pidato televisi Mubarak Jumat malam, kemunculan pertama sejak protes bermula, menyusul tindak kekerasan dan anarki seharian.

Di Kairo, tentara dengan kendaraan lapis baja dikerahkan untuk mendukung polisi sementara para pengunjuk rasa membakar markas partai yang berkuasa, NDP, dan mengepung TV negara dan kementerian luar negeri.

Tentara mengamankan Museum Nasional yang berisi warisan sejarah termasuk topeng emas Raja Tutankhamun, untuk melindunginya dari para penjarah.

Kalau angka ini dikukuhkan, jumlah korban tewas menjadi paling sedikit 26 orang sejak protes bermula hari Selasa dan lebih 1.000 orang luka-luka.