Pengurus partai berkuasa Mesir mundur

Sumber gambar, BBC World Service
Pimpinan pusat Partai Demokratik Nasional Mesir (NDP) mengundurkan diri secara massal, dalam langkah yang tampak sebagai tanggapan terhadap gelombang aksi protes antipemerintah.
Pengunduran diri massal itu diumumkan oleh televisi pemerintah.
"Para anggota komite eksekutif mengundurkan diri dari jabatan mereka. Hossam Badrawi ditunjuk menjadi sekretaris jenderal partai," kata penyiar televisi.
Siaran TV pemerintah itu juga menyebutkan President Mubarak, sebagai ketua partai, sudah menerima pengunduran diri tersebut.
Laporan tersebut bertentangan dengan siaran sebuah stasiun TV swasta yang sebelumnya memberitakan Presiden Mubarak juga mengundurkan diri dari jabatan ketua partai.
Hossam Badrawi adalah seorang reformer dan dokter terkemuka.
Dia menggantikan dua sekutu kunci Presiden Husni Mubarak, yaitu Sekretaris Jenderal, Safwat al-Sharif, dan putra Mubarak, Gamal -yang kehilangan posisinya sebagai kepala komite kebijakan.
Jabatan yang ditinggal Gamal juga juga diambil alih oleh Badrawi.
Wartawan BBC di Kairo, John Leyne, mengatakan Dr Badrawi dianggap sebagai tokoh liberal namun dia dekat dengan keluarga Mubarak.
Dampak Ekonomi
Para pengunjuk rasa masih menduduki Lapangan Tahrir di tengah kota Kairo, tetapi jumlah mereka lebih kecil dibandingkan hari Jumat.
Mubarak juga sudah mengadakan pembicaraan dengan para menterinya untuk menghidupkan lagi perekonomian pada hari Sabtu (5/2).
Berbagai bank akan dibuka kembali hari Minggu dan Menteri Keuangan, Samir Radwan, mengatakan situasi ekonomi "sangat serius".
Para pengamat mengatakan kerusuhan yang terjadi merugikan Mesir paling tidak US$310 juta per hari.
Sementara itu kelompok oposisi terbesar, Ikhwanul Muslimin, mengatakan akan ikut serta dalam perundingan jika pemerintah menyiapkan reformasi politik dengan kerangka waktu yang jelas.
Namun mereka tetap mendesak agar Presiden Mubarak harus segera mengundurkan diri.





























